I AM BLESSED

Menghadapi Naga Komodo & Kalong Menghiasi Sunset di Labuan Bajo (3)

Berikut kelanjutan dari pulau Kelor menurut sudut pandang orang ganteng maksimal a.k.a me.

Perjalanan dilanjutkan ke salah satu pulau yang masih didiami oleh naga Indonesia alias komodo, pulau Rinca. Komodo disebut juga dragon komodo, makanya saya sebut saja naga Indonesia.

Sedikit pengetahuan tentang komodo. Komodo itu paling besar bisa sepanjang 3 meter. Komodo itu karnivor dan saat berburu biasanya mereka hanya menggigit mangsanya kemudian membiarkan mangsanya lepas. Kenapa? Karena pada setiap gigitannya mengandung racun yang bisa mematikan. Komodo akan menunggu mangsanya mati lemas sebelum akhirnya menikmati hidangan sampai ke tulang-tulangnya. Makanya eek si komodo ini warnanya putih-putih karena kalsium dari tulang yang dimakan.

Ditambah lagi komodo ini binatang kanibal. Bahkan anak-anak mereka yang baru menetas dari telur bisa langsung dimakan. Itulah sebabnya bayi komodo punya insting langsug kabur ke dalam lubang pohon untuk menyelamatkan diri. Oh ya, komodo betina itu poliandri loh, bisa main sama banyak jantan. Jadi kalau cowok buaya darat, cewek sebut saja komodo darat. Komodo bisa terlihat begitu diam dan santai padahal dia sudah siap untuk menyerang mangsanya. Makanya jangan pernah mencari binatang itu tanpa panduan pemandu atau ranger yang berpengalaman.

Di pulau Rinca kita bisa menemukan beberapa komodo (tidak sebanyak yang pemandu bilang yaitu 1,400-an) tapi hanya kurang dari 10 saja. Tapi melihat beberapa saja sudah cukup mengagumkan cuy. Tentu saja kita tidak bisa foto berdekatan dengan komodo tapi dengan angle dan fotografer yang pintar, kita bisa terlihat sedang berada tepat di belakang komodo. Sayangnya hanya ranger yang boleh untuk mengambil foto karena hanya mereka yang boleh berada cukup dekat dengan komodo untuk mengambil foto yang bagus seperti di bawah ini.

Di pulau Rinca sekali lagi kita melakukan trekking dan sempat menemukan komodo yang sedang menggali lubang untuk bertelur di dalam sana. Lubang yang dia buat bercabang ke beberapa arah bertujuan untuk menipu binatang lain yang mungkin akan datang menyerang. Sampai di bagian atas lagi-lagi ada sajian pemandangan yang luar biasa. Biar foto yang menjelaskan. Kemudian ada pula 1 pohon sendiri yang menjadi trademark foto di pulau Rinca. Istimewa sekali ga sih? Haha.

Perjalanan dari pulau Rinca ke pulau Kalong cukup lama kurang lebih 2-3 jam. Kami bisa beristirahat dulu dan bersih-bersih sambil menikmati makan siang dan camilan yang disediakan dari kapal. Saya juga sempat mengobrol dengan salah satu kru kapal dan belajar banyak hal darinya. seperti perbedaan kera dan monyet. Monyet punya ekor, sedangkan kera. Makanya nenek moyang kita dibilang adalah kera. Masuk akal tapi tidak banget haha. Kemudian kalong makan buah sedangkan kelelawar makan serangga. Ukuran kalong juga lebih besar dari kelelawar.

Kemudian kru itu juga mengatakan bahwa kita belum ke Indonesia kalau belum ke Labuan Bajo. Saya menangkap maksudnya. Indonesia adalah negara kepulauan dan sebagian besar dikelilingi air. Saya sedang berada di antara kedua itu, laut dan pulau. Inilah keindahan negara saya. Inilah istimewanya negara saya di mata Tuhan.

Keistimewaan ini kami buat dalam sebuah lagu Tanah Air yang kami rekam secara spontan berikut. Suara bukan nomor satu, yang penting hatinya sob! By the way ini hanya versi mentah saja, tunggu versi lebih luar biasanya nanti ya.



Kurang dari jam 6 kami sudah tiba di pulau Kalong dan matahari mulai terbenam. Baru kali ini saya menyaksikan matahari terbenam dari kapal di tengah-tengah laut. Kemudian kalong-kalong mulai berterbangan keluar dari sarang mereka. Ini pemandangan yang tak’kan pernah terlupakan. Sambil tiduran di buritan memandang ke langit saya melihat para batman mengepakkan sayap mereka menuju ke pulau Labuan Bajo untuk mencari makan. Para kalong terus bermunculan dan memenuhi langit kemerahan yang masih sedang dalam suasana sunset. Ini luar biasa.

Pulau Kalong

Batman Ikut Sunset

Besok pagi kami harus bangun pagi untuk bisa menyaksikan sunrise dari kapal sembari melanjutkan perjalanan ke pulau Padar yang paling happening di Labuan Bajo dan pantai Pink. Kapal kami parkir di tengah-tengah laut untuk menghabiskan malam yang tenang di dalam kapal. Tenang?! 13 orang di dalam kapal bisa tenang?! Tentu tidak! Keseruan kami berlanjut dengan canda tawa sambil menikmati makan malam yang yummy. Masih bersambung ya.

Be blessed!

Advertisements

1 reply »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s