Messenger

Semangat Autoimmune Survivor Menggapai Impian

Saya baru saya selesai membaca buku Fighting Spirit dari salah satu teman saya, Kezia Yamamoto. Untuk review buku ini, saya sangat suka. Kezia membagikan kisah hidupnya yang luar biasa sementara dia harus berjuangan dengan autoimmune. Dia juga membagi setiap bab dengan poin-poin penting untuk bisa tetap memiliki semangat berjuang yang tinggi.

fspiritBeberapa hal yang saya pelajari dari buku ini adalah sebagai berikut.


1. KITA TIDAK PERNAH SENDIRI

Ada banyak orang yang disiapkan Tuhan untuk membantu kita menggapai impian kita. Meskipun Kezia ditinggalkan kedua orang tuanya dan beberapa saudaranya, dia dipetemukan dengan orang-orang yang mendekatkannya dengan impiannya. Jadi perlakukan semua orang dengan baik. Kita tidak tahu apa yang bisa orang lain berikan kepada kita.


2. SEMUA BUTUH WAKTU

Tidak ada yang instan untuk membuat kita menggapai impian. Dunia memang mengajarkan semua hal dapat kita dapati dengan cepat, namun impian kita butuh proses. Ada karakter yang mau ditempa dalam proses itu. Ada keahlian dan talenta yang mau dilatih dalam proses itu. Kegagalan hanyalah salah satu anak tangga yang perlu kita lewati sehingga kita terpeleset dan jatuh. Tapi ingatlah bahwa di saat kita jatuh, kita masih bisa bangkit berdiri dan naik dua langkah lebih tinggi.


3. BERTAHAN, BAYAR HARGA, SIAP MENDERITA, & FOKUS

Keempat hal inilah yang menjadi bagian dari bab-bab di dalam buku Fighting Spirit. Impian tidak akan pernah tercapai jika kita tidak bertahan untuk menggapai mimpi itu. Ada harga yang harus kita bayar. Kita tidak bisa hanya duduk diam menunggu impian itu menghampiri kita. Tapi kita harus membuat jadwal, melatih diri kita, memiliki networking, dan terkadang bahkan akan mengalami kesulitan atau penderitaan untuk menjadi semakin dekat dengan impian tersebut. Tetap fokus terhadap tujuan kita. Lakukanlah bagian kita dan kita akan tercengang melihat kemana diri kita dituntun.


4. TETAP RENDAH HATI

Saya mengenal Kezia secara pribadi dan saya sempat bertanya ke dia kemana saudara-saudara kandungnya karena dia adalah yang bungsu dari 6 bersaudara tapi dia ditinggalkan saudara-saudaranya saat sakit. Bahkan saat dia menikah, hanya ada satu kakak perempuan yang peduli dengannya dan menjadi walinya. Meski dia sempat mendapat perlakuan tidak adil dari salah satu kakaknya, dia tidak menyalahkan keadaan atau mereka. Kezia tetap bersemangat dalam hidupnya. kezia adalah salah satu orang yang rendah hati dan memiliki semangat untuk berjuang yang tinggi.


Pada akhirnya kita sebagai manusia memiliki memiliki semangat untuk berjuang yang tinggi. Tapi rata-rata semangat itu ada saat hidup kita sedang sulit atau terpojok. Bagaimana dengan di saat hidup kita terasa biasa saja dan nyaman? Maukah kita keluar dari zona nyaman kita dan berjuang untuk bisa memenuhi panggilan hidup kita?

Untuk kalian yang mau tahu tentang apa itu autoimmune bisa lihat video yang saya buat bersama dengan Kezia berikut ini.




Be blessed!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s