Believer

Menghadapi Tekanan Dunia

Emas dan perak diuji di perapian, tetapi hati orang diuji oleh TUHAN. | Amsal 17:3 (BIS)

Sebelum ada berkat, ada ujian.

Jika kita mau diberkati oleh Tuhan, dipakai Tuhan; kita akan diuji Tuhan. Dia mau kita memastikan kita siap menangani berkat-Nya. Apa saja yang Dia uji? Karakter, integritas, kemanusiaan, kesetiaan, kebenaran, dan lain-lain. Jika kita melewati ujian itu, kita akan mendapat promosi. Kita mendapatkan pengaruh lebih banyak dan kuasa lebih banyak.

Sebaliknya kami memberitakan Kabar Baik sebab Allah telah menguji dan mempercayakan kami untuk itu. Jadi, bila kami berbicara, kami tidak bermaksud untuk menyenangkan manusia, tetapi menyenangkan Allah. Allah adalah satu-satunya yang menguji hati kami. | 1 Tesalonika 2:4 (WBTC Draft)

Tuhan menguji dan mempercayakan. Daniel diuji berkali-kali dan setiap dia lulus, Tuhan memberikannya lebih banyak pengaruh dan kuasa, bahkan rahasia. Daniel adalah satu-satunya orang di sejarah selain Yohanes yang Tuhan beritahu bagaimana akhir dunia. Tuhan memberikan visi tersebut dan Daniel memprediksi banyak hal di masa depan. Tuhan menguji dan mempercayainya.

God tests with stress before he trusts with success.

Tuhan menguji dengan stress sebelum mempercayakan dengan keberhasilan.

Tuhan bisa menguji dengan tekanan sosial. Ini berarti kita ditekan oleh lingkungan kita untuk melakukan sesuatu yang kita tahu tidak benar.

dan20nebuchadnezzar

Nebukadnezar, raja Babilonia, setelah menawan 25 persen dari orang Israel dan membawanya ke Babilonia menyuruh membawa remaja Israel paling tampan, pintar, dan cemerlang. Salah satunya adalah Daniel. Mereka diberikan 3 tahun program dan dicuci otak dengan budaya Babilonia. Mereka akan melayani di kerajaan. Mereka mengajari kebiasaan baru, agama baru, budaya baru, bahkan nama baru.

Di antara mereka itu ada juga beberapa orang Yehuda, yakni Daniel, Hananya, Misael dan Azarya. Pemimpin pegawai istana itu memberi nama lain kepada mereka: Daniel dinamainya Beltsazar, Hananya dinamainya Sadrakh, Misael dinamainya Mesakh dan Azarya dinamainya Abednego. | Daniel 1:6-7

Daniel dan teman-temannya diberikan nama-nama baru karena nama-nama Ibrani mereka berhubungan langsung dengan Tuhan. Contohnya Daniel dalam bahasa Ibrani berarti Tuhan adalah hakim saya. Beltsazar berarti “Bel” yaitu dewa orang Kasdim dan “tsazar” atau “tesyazar” yang berarti “disukai”, jadi nama itu diartikan “disukai oleh (dewa) Bel”. Hananya berarti Tuhan murah hati, sedangkan Sadrakh adalah nama dewa bulan. Misael berarti siapa seperti Tuhan (tidak ada yang bisa menandingi Tuhan), sedangkan Mesakh adalah dewa kesuburan. Azarya berarti Tuhan menolong saya, sedangkan Abednego berarti budak Nego (dewa).

Bukan hanya nama baru, mereka juga mendapatkan diet baru. Mereka bukan hanya diperbolehkan makan makanan Babilonia dan harus berhenti mengkonsumsi makanan Ibrani.

Raja menyuruh agar mereka diberi makanan dan air anggur yang terbaik, yang biasa dihidangkan kepada raja, selama tiga tahun. Selama itu mereka dididik untuk menjadi pegawai raja… Tetapi Daniel sudah bertekad untuk tidak menajiskan diri dengan memakan makanan dan air anggur raja. Ia minta izin kepada kepala pegawai istana, agar dibolehkan makan makanan lain saja. | Daniel 1:5,8 (FAYH)

Ketika kita sedang dalam proses latihan ketat, kita tidak diperbolehkan makan sembarangan. Begitu juga dengan program dari raja. Tapi program ini terlihat sangat menyenangkan karena bisa makan dan minum yang terbaik seperti yang biasa dihidangkan untuk raja. Tapi Daniel tidak mau menajiskan. Jika kita membuang sampah sembarangan di pantai, itu sama dengan menajiskan pantai karena kita telah membuat pantai terpolusi. Sesuatu yang baik berubah menjadi tidak baik.

16_1_biblestorypictures

Ada apa dengan makan makanan Babilonia? Kenapa Daniel menolak makanan tersebut? Ada 3 alasan kenapa Daniel menolak.

  1. Makanan raja bukanlah makanan yang sehat. Banyak makanan junk food.
  2. Tuhan memberikan orang Yahudi diet yang sangat ketat. Dia melakukan itu karena Dia mau supaya orang Yahudi tidak lupa bahwa mereka berbeda dari bangsa lain. Tuhan mau mereka tidak lupa bahwa mereka adalah bangsa pilihan yang diberikan hukum Taurat, dilepaskan dari Mesir, dijanjikan Mesias, dan lainnya.
  3. Itu adalah serangan rohani kepada Daniel untuk melupakan warisan rohaninya. Daniel tidak akan menjadi orang Yahudi rohani lagi tapi menjadi orang Babilonia sekuler.

Keputusan Daniel inilah yang sekarang mempengaruhi banyak generasi untuk melakukan puasa Daniel yaitu hidup sehat. Kita tidak akan pernah tahu bahwa keputusan kecil kita bisa mempengaruhi generasi di bawah kita. Kita tidak tahu keputusan sederhana kita bisa berdampak ke depan.

Jika kita mau berhasil melalui ujian Tuhan dan mengalami promosi demi promosi atau mengalami tekanan dunia, kita harus belajar 4 kualitas dari Daniel.

Ujian pertama Daniel menunjukkan 4 kualitas yang Tuhan lihat dalam hidup kita.


1. INTEGRITAS : TIDAK PERNAH LUPA SIAPA DIRI KITA

Orang bisa menawan kita atau mengubah nama kita, tapi itu tidak akan mengubah hati kita.

Daniel bertekad untuk tidak menajiskan dirinya. | Daniel 1:8a (BIS)

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. | Roma 12:2

integrity-how-we-live-when-no-one-is-watching

Mana yang kita pilih? Menjadi sama dengan dunia atau diubahkan Tuhan. Kita suka mengatakan bahwa kita tidak tahu apa yang Tuhan mau dalam hidup kita. Kenapa? Itu karena kita terlalu serupa dengan dunia ini. Kita lebih suka menjadi seperti kebanyakan orang daripada menjadi pribadi yang unik yang Tuhan ciptakan khusus untuk diri kita sendiri. Jika kita terlalu fokus menjadi sama dengan orang-orang, mau disukai orang, bicara atau bertindak sama dengan orang-orang; kita tidak akan fokus dengan pembaharuan budi kita sehingga kita tidak akan pernah mengetahui kehendak Tuhan.


2. DISIPLIN : MENGONTROL EGO DAN KEIGINAN

Karena Daniel telah memutuskan untuk tidak menajiskan diri dengan makanan dan anggur raja. | Daniel 1:8a (KSKK)

Daniel menunjukkan disiplin yang luar biasa dalam hal ini. Jika kita adalah remaja berumur 15 tahun dan dibawa ke negeri asaing tanpa pengawasan orang tua serta ditawarkan segala macam hal-hal yang mewah seperti kesenangan, makanan, kuasa, perlakuan spesial; apakah kita bisa menolaknya?

Ini sering terjadi di olah raga saat anak-anak muda yang pandai berolahraga ditarik ke NBA dll yang membuat mereka terkenal. Mereka ditarik dari orang tua mereka dan menjadi berhasil tapi mereka belum bisa menanganinya sehingga banyak kejadian buruk terjadi atas mereka. Anak-anak dihancurkan oleh kesuksesan yang datang terlalu awal. Mereka diusir dari tim karena mereka menggunakan obat, suka pesta, dan masih banyak lagi.

discipline

Daniel memiliki disiplin tinggi. Dia tidak mau ikut dengan kemauan raja. Kita memang bisa melakukan semuanya tapi itu bukan berarti kita harus melakukannya. Itulah keputusan Daniel. Kita memang sanggup membelinya tapi bukan berarti kita harus membelinya. Itulah disiplin dan Tuhan menyenangi disiplin.

Jangan menawarkan bagian-bagian tubuhmu kepada dosa untuk melakukan yang jahat. Tetapi kamu harus memberikan dirimu untuk Allah, sebagai orang yang telah mati dan sekarang hidup. Persembahkanlah bagian-bagian tubuhmu kepada Allah sebagai alat untuk melakukan yang baik. | Roma 6:13 (WBTC Draft)


3. KEBERANIAN : BERSEDIA BERDIRI SENDIRIAN

Butuh banyak keberanian dari Daniel untuk meminta orang yang paling berkuasa di negerinya agar dia dikecualikan dari  program kerajaan. Itu adalah hinaan bagi raja. Itu sama saja mengatakan makanan raja tidak sebaik makanannya. Daniel dan ketiga temannya meminta itu di saat orang-orang Yahudi lainnya ikut dalam program itu.

Kita suka beralasan tapi semua orang melakukannya. Butuh keberanian untuk mengatakan bahwa kita tidak peduli jika semua orang melakukannya. Selama itu tidak benar, kita tidak akan melakukannya. Daniel berdiri dengan berani sendirian. Mayoritas seringkali salah. Apa yang benar akan tetap benar. Hanya Tuhan yang memutuskan mana yang benar, bukan kita, bukan voting mayoritas.

Jangan ikut-ikutan dengan kebanyakan orang kalau mereka berbuat salah atau menyelewengkan hukum dengan memberi kesaksian yang tidak benar. | Keluaran 23:2 (BIS)

6_1sec

Berapa kali kita berdiri di tempat kerja kita atau sekolah kita atau sosial kita dan diam saja saat terjadi sesuatu yang salah? Kita terlalu mengikuti mayoritas.

Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat! | 1 Korintus 16:13

Kita butuh orang-orang yang berani berdiri di dalam kebenaran di tengah-tengah dunia yang semakin gelap. Kita tidak punya keberanian untuk bicara. Tapi Daniel berani.


4. KEMANUSIAAN : BIJAKSANA TERHADAP PENGUASA

Daniel tahu itu salah tapi dia bijaksana dalam bersikap. Cara dia meminta banding terhadap Nebukadnezar sangatlah bijaksana dan dia menunjukkan hormat. Dia tidak menuntut haknya. Dia meminta ijin.

Daniel 1:8-10

1:8 Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.

1:9 Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu;

1:10 tetapi berkatalah pemimpin pegawai istana itu kepada Daniel: “Aku takut, kalau-kalau tuanku raja, yang telah menetapkan makanan dan minumanmu, berpendapat bahwa kamu kelihatan kurang sehat dari pada orang-orang muda lain yang sebaya dengan kamu, sehingga karena kamu aku dianggap bersalah oleh raja.”

Namun, pemimpin pegawai istana berkata kepada Daniel, “Aku takut kepada tuanku raja, yang telah menentukan makanan dan minuman bagi kamu. Mengapa baginda harus melihat penampilanmu lebih buruk daripada orang-orang muda yang sebaya dengan kamu? Kamu ini membahayakan kepalaku di depan raja!” (KS (Revisi Shellabear 2011)

Pemimpin istana khawatir akan dipenggal. Dia tidak akan peduli dengan Daniel karena dia lebih sayang nyawanya. Kemudian Daniel beralih kepada penjenangnya (supervisor).

Daniel 1:11-16

1:11 Kemudian berkatalah Daniel kepada penjenang yang telah diangkat oleh pemimpin pegawai istana untuk mengawasi Daniel, Hananya, Misael dan Azarya:

Kemudian Daniel berkata kepada penjaga yang telah ditentukan oleh pemimpin pegawai istana untuk mengawasi Daniel, Hananya, Misael, dan Azarya, (KS (Revisi Shellabear 2011)

1:12 “Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan air untuk diminum;

1:13 sesudah itu bandingkanlah perawakan kami dengan perawakan orang-orang muda yang makan dari santapan raja, kemudian perlakukanlah hamba-hambamu ini sesuai dengan pendapatmu.”

1:14 Didengarkannyalah permintaan mereka itu, lalu diadakanlah percobaan dengan mereka selama sepuluh hari.

1:15 Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja.

1:16 Kemudian penjenang itu selalu mengambil makanan mereka dan anggur yang harus mereka minum, lalu memberikan sayur kepada mereka.

1:17 Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi.

1:18 Setelah lewat waktu yang ditetapkan raja, bahwa mereka sekalian harus dibawa menghadap, maka dibawalah mereka oleh pemimpin pegawai istana itu ke hadapan Nebukadnezar.

1:19 Raja bercakap-cakap dengan mereka; dan di antara mereka sekalian itu tidak didapati yang setara dengan Daniel, Hananya, Misael dan Azarya; maka bekerjalah mereka itu pada raja.

Daniel dan ketiga temannya pada akhirnya mendapatkan promosi di hadapan raja.


Bagaimana jika seorang penguasa meminta kita melanggar sesuatu yang benar? Ada banyak contoh di Alkitab. Yusuf di hadapan Firaun. Paulus terhadap Kaisar Roma. Daniel dan Ester juga. Kita bisa melakukan ini terhadap atasan kita atau guru kita atau pemerintah.

daniel-friends01

Kita perlu mempelajari hal-hal ini dan mengajarkannya ke generasi di bawah kita.

1. Mengembangkan reputasi yang bertanggung jawab.

Saat Daniel memproleh kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana, dia pasti sudah mendapatkan reputasi yang baik. Daniel terkenal dengan integritasnya, dengan kualitas karakternya.

Orang yang cekap bekerja akan bertugas untuk raja-raja dan bukan untuk orang biasa. | Amsal 22:29 (TMV)

Bertugas untuk raja-raja berarti akan mendapatkan promosi. Ini benar-benar terjadi pada Daniel. Nyatanya orang-orang dengan tanggung jawab yang besar (pemimpin) memperhatikan mereka yang bertanggung jawab karena mereka tahu apa itu tanggung jawab. Orang Kristen harus dikenal sebagai karyawan yang paling bertanggung jawab. Orang Kristen harus dikenal sebagai orang yang paling konsisten dan bisa dipercaya.

Jangan menjadi orang yang datang terlambat dan pulang lebih cepat atau main game saat kerja, tidak akan ada yang memperhatikan kita. Jika kit yang paling bekerja keras, paling konsisten, paling rajin; maka orang lain akan mendengarkan kita.

2. Menjadi rendah hati, bukan suka berkelahi.

Jangan berlagak di hadapan raja, atau berdiri di tempat para pembesar. | Amsal 25:6

Jangan berlaga seperti orang penting atau berusaha mengancam mereka di hadapan para penguasa. Kita

3. Jangan menipu (manipulatif).

Kita tidak boleh berbohong untuk menjadi tetap benar. Tuhan tidak senang dengan ketidakjujuran. Jika kita berbohong, Tuhan tidak akan menjadi pembela kita.

Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah. Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah. | 2 Korintus 4:2

Tuhan menghargai kejujuran kita.

4. Bandingkan dengan tujuan dan perhatian mereka.

Fokus pada yang mereka mau daripada yang kita mau. Itulah yang dilakukan Daniel. Dia berkata bahwa mereka mau dia memenuhi tujuan mereka dengan makan makanan mereka sehingga menjadi sehat. Daniel tidak ada masalah dengan itu. Daniel tidak berselisih paham dengan tujuannya yaitu menjadi sehat. Daniel dan mereka hanya berselisih paham dengan cara mencapai tujuan itu. Oleh karena itu dia menawarkan 10 hari ujian. Jika berhasil, maka semuanya menang. Jika tidak, maka mereka yang memutuskan. Mereka tetap yang berkuasa.

5. Pilih tempat, waktu, dan perkataan yang tepat.

Tempat yang tepat adalah tempat privat, bukan di hadapan banyak orang sehingga mereka tidak akan kehilangan muka. Waktu yang tepat adalah jangan saat penguasa kita sedang lelah atau emosi. Lakukan itu saat mereka sedang santai atau mood yang baik. Perkataan yang tepat berarti lakukan dengan sopan.

Orang yang bijak hati disebut berpengertian, dan berbicara manis lebih dapat meyakinkan. Amsal 16:21

6. Percaya Tuhan jika mereka menolak permintaan kita.

Dalam kasus Daniel, itu berhasil. Tapi jika tidak berhasil, maka kita harus berpegang pada Roma 8:28

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Apa yang membuat Daniel berani berdiri sendiri? Darimana dia mendapatkan keempat kualitas itu di usianya yang masih muda? Daniel hidup dalam hubungan yang dekat dengan Tuhan. Dia punya orang-orang Tuhan di sekitarnya.

Ketika kita merasa kita sendirian di luar sana saat tidak ada yang berlaku benar, kita harus ingat keempat hal ini.

  1. Ada Yesus bersama saya.
  2. Ada Roh Kudus dalam saya.
  3. Ada janji Tuhan untuk saya.
  4. Ada keluarga Tuhan di sekitar saya.

2 Korintus 6:14 – 7:1

6:14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?

6:15 Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya?

6:16 Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: “Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku.

6:17 Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu.

6:18 Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa.”

7:1 Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.


02. Menghadapi Tekanan Dunia

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. | Roma 12:2

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s