Believer

Keluar Dari Zona Nyaman

Saat Anda menyadari bahwa Anda telah menjalani hanya setengah kehidupan, setengah yang lain akan menghantui Anda sampai Anda mengembangkannya. – Philips Brook (Penulis lagu ‘O Little Town of Betlehem)

Berhati-hatilah! Jangan menjadi nyaman dengan posisi kita saat ini. Saya baru saja mendengar ini dari sharing kotbah Pastor John Hannah di Planetshakers Conference 2018 Live Streaming. Kita semua memiliki mimpi dan kita mau melakukan sesuatu yang lebih dari hanya sekedar bertahan hidup di dunia ini. Kita diberikan visi dan kita tidaklah hidup jika kita tidak memenuhi visi tersebut.

Jika kita kekurangan visi, jangan hanya duduk diam menunggu visi itu datang menghentak kita seperti kilatan petir.

Ketika kita melihat suatu kebutuhan yang menyentuh hati kita, ambillah tindakan. Penuhi kebutuhan itu, dan jika Tuhan rindu untuk berbicara kepada kita dan memanggil kita untuk mengambil langkah berikutnya, Dia akan melakukannya.

The enemy of the ‘best’ is often the ‘good’.

Terkadang kita cepat puas dengan pencapaian kita. Kita merasa kita sudah melakukan yang terbaik sehingga kita sudah cukup nyaman dengan semua itu. Tapi setiap kita bisa melebih kapasitas kita sendiri.

Kita semua memiliki sesuatu yang bisa kita lakukan dengan baik. Tapi bakat saja tidak cukup.

Pilihan-pilihan penting yang kita buat akan membedakan kita dari orang lain yang hanya mempunyai bakat. Adalah sebuah tragedi jika kita tidak mencapai potensi maksimal kita. Untuk mencapai potensi, pertama-tama kita harus mempercayai diri dan bertekad untuk hidup jauh melebih rata-rata dan itu hanya dapat kita capai di saat kita keluar dari zona nyaman kita.


Ada dua jenis orang di dunia:

  1. Orang yang ingin menyelesaikan segala sesuatu.
  2. Orang yang tidak ingin membuat kesalahan-kesalahan. Orang ini tidak akan percaya diri dan tidak berani mengambil resiko.

Jadilah jenis orang pertama yang berani mengambil tanggung jawab serta mendisiplinkan diri. berhenti menunda atau membuat alsan-alasan.

Buatlah keputusan dari ketiga hal ini.

  1. Apa fokus kita?
  2. Apa yang paling berarti bagi kita?
  3. Apa yang harus dilakukan untuk mencapai hasil yang kita inginkan?

Be blessed!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s