Believer

Karakter dalam Komunitas

Tuhan membentuk kita untuk tujuannya dan kita dibuat sedemikian rupa sesuai dengan karakter kita. Hanya ada satu kita di dunia ini.

Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. | Markus 12:30

Ini adalah hukum terutama. Yesus yang memberikan jawaban ini saat ada yang menanyakan-Nya tentang apa hukum yang terutama. Ini adalah tujuan pertama Tuhan menciptakan kita. Ada tujuan-tujuan lain tapi ini adalah tujuan pertama kita diciptakan.

fd2b34b1ede62d891b9d6ae493402ac7

Tuhan menaruh kita di dunia supaya kita belajar mengasihi Tuhan dengan hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan. Bagaimana kita melakukannya?

Apa perbedaan antara hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan?

Jawabannya dapat kita lihat melalui lensa karakter. Tuhan mau kita mengasihi-Nya dengan keempat hal itu tapi nyatanya setiap orang lebih fokus terhadap salah satu dari keempat itu. Ada yang cenderung menggunakan hati, jiwa, akal budi, ataupun kekuatan. Tuhan mau kita mengasihi, menyembah, dan melayani Dia dengan karakter kita. Dia tidak mau kita menyembah-Nya dengan cara orang lain menyembah.

Cara lain untuk melihat hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan adalah megasihi Tuhan dengan perkataan (verbal/pembicara), perasaan (emosi/perasa, pikiran (mental/pemikir), dan tindakan (fisik/pelaku).

Kita adalah perpaduan keempat ini dan kita diciptakan untuk begitu. Tapi ada yang lebih menonjol dari yang lain. Kita akan melihat bagaimana kita menyembah dan melayani serta menggenapi tujuan-Nya sesuai dengan karakter kita.

Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! | Roma 12:9a

Jika kita bukan pemikir, jangan pura-pura. Jika kita bukan pelaku, jangan pura-pura.


1. PEMBICARA (HATI)

Pembicara adalah mereka yang mengasihi Tuhan dengan hati mereka. Apa hubungan antara mulut dan hati? Alkitab banyak menghubungkan mulut dengan hati. Apa yang keluar dari mulut berasal dari hati. Jika kita punya masalah dengan mengutuk, berbicara kotor, sarkastik, menghakimi; masalahnya bukanlah di mulut tapi di hati.

Apa yang kita katakan punya hubungan langsung dengan hati kita.

Yesus yang mengatakannya sendiri.

46976

Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. | Matius 15:18

Jika hati kita dipenuhi dengan kemarahan, itulah yang akan keluar dari mulut kita. Jika hati kita dipenuhi kesendirian, itulah yang akan diucapkan mulut kita. Jika hati kita dipenuhi dengan sukacita, itulah yang akan keluar dari mulut kita.

Pembicara biasanya menyembah Tuhan dengan hati. Mereka lebih verbal. Mereka punya kesulitan untuk tetap diam. Pembicara tidak bisa menyimpan sesuatu. Mereka harus mengeluarkannya. Orang-orang dengan hati suka bercerita, terutama curhat.

Jika kita adalah orang-orang dengan hati, kita menikmati percakapan. Kita senang berbincang-bincang. Masalahnya orang-orang ini susah menyimpan rahasia dan mungkin suka bergosip.

Kabar Baik itu tidak kusembunyikan dalam hatiku, melainkan aku telah memberitakan kebaikan hati-Mu kepada segenap jemaat. | Mazmur 40:10 (FAYH)

Semuanya diberitakan kepada segenap jemaat.

Tujuan utama dari orang-orang dengan hati ini adalah dunia membutuhkan komunikasi.

Kita butuh orang yang bisa memimpin diskusi. Kita butuh orang yang bisa mengutarakan perasaan kita. Kita sering merasakan sesuatu tapi tidak mengerti bagaimana mengutarakannya. Makanya kita membutuhkan guru, konselor, komedian, pengkotbah, dan orang-orang yang menggunakan verbal untuk memimpin.

Jika kita adalah seorang pembicara, gunakanlah kepribadian ini untuk kebaikan. Gunakan kemampuan berbicara ini untuk hal positif karena banyak manfaat yang dimiliki pembicara. Bacalah Amsal karena banyak nasehat-nasehat bagus di sini.

Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak. | Amsal 25:11

Perkataan yang tepat dapat menyembuhkan luka hati, dapat memulihkan, dan dapat membangun. Gunakan kata-kata kita setiap kali kita bicara hanya untuk membangun orang lain. Jika itu menjatuhkan dan negatif, jangan perkatakan itu. Kita pembicara, akui itu. Tapi komitmenkan diri kita untuk menggunakan kata-kata kita untuk membangun.

Perkataan orang bijak menjauhkan orang dari masalah. Kita harus menggunakan perkataan kita untuk menuntun, memimpin orang ke arah yang benar.

Perkataan orang boleh merupakan sumber hikmat, yang dalam seperti laut dan segar seperti air yang mengalir. | Amsal 18:4 (TMV)

Tuhan mau kita menggunakan perkataan kita yang keluar dari hati kita seperti air yang segar.

Kelemahan pembicara adalah suatu saat kita akan mengatakan hal yang salah.

Makin banyak bicara, makin banyak kemungkinan berdosa; orang yang dapat mengendalikan lidahnya adalah bijaksana. | Amsal 10:19 (BIS)

closed-mouth1

Kelemahan lainnya adalah suka merasa tidak nyaman ketika tidak ada percakapan.

Jika kita tidak bicara maka itu akan membuat suasana tidak nyaman. Banyak yang tidak nyaman dengan keheningan. Contohnya saja saat sedang dalam kencan, percakapan, atau pertemuan, tiba-tiba semuanya diam maka akan terjadi kegugupan (hening sejenak). Kita menunggu kapan ada yang berbicara.

Orang yang berpengetahuan menahan perkataannya. | Amsal 17:27a

Tidak apa-apa untuk tidak mengatakan apa-apa. Kita tidak perlu merasa tidak aman.

Yang lebih penting kita harus melakukan apa yang kita katakan.

Itulah yang Tuhan mau dari para pembicara.

Kerja mendatangkan keuntungan; banyak bicara mendatangkan kemiskinan. | Amsal 14:23 (FAYH)

Banyak orang yang hanya sampai pada poin diskusi. Mereka membicarakan rencana mereka, apa yang sedang dan mau mereka kerjakan, tapi mereka tidak bergerak. Sudah berapa lama kita membicarakannya? Sangat lama. Kapan kita akan berhenti mengeker dan mulai menarik pelatuk? Apa yang sedang kita bicarakan selama berminggu-minggu atau bertahun-tahun tapi tidak pernah kita lakukan?

Setiap orang tua tahu bahwa dibutuhkan lebih dari perkataan untuk membuat sebuah poin.

Perkataan saja sering tidak dihiraukan; karena itu, perlu adanya disiplin. | Amsal 29:19 (FAYH)


2. PERASA (JIWA)

Tipe orang kedua adalah perasa yang mengasihi Tuhan dengan jiwa mereka. Jiwa sering digunakan dalam Alkitab tapi jiwa ini ternyata sinonimnya adalah emosi. Alasan kita punya emosi adalah karena Tuhan punya emosi. Tuhan punya perasaan. Dia bisa sedih, senang, dan marah. Itulah kelebihan kita sebagai manusia. Kita mendapat hak istimewa untuk merasakan emosi. Binatang dan tumbuhan tidak bisa. Manusia punya ratusan macam emosi.

croppercapture691-300x300

Jika kita adalah seorang perasa, Kitab mazmur adalah kitab favorit kita karena semua emosi yang dikenal manusia ada dalam buku itu. Ada jiwa yang puas, ketakutan, sendiri, sedih, bahagia, pahit, lapar, dan banyak perasaan yang bsia ditemukan di Mazmur. Perasa sangat dekat dengan emosi mereka. Beberapa orang tidak peka dengan perasaan.

Para perasa sering kita lihat saat sedang menyembah. Mereka sangat bersemangat saat mereka mengerti nilainya.

Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. | Mazmur 42:1

Bayangkan seekor rusa yang kelelahan pada akhirnya menemukan suangi yang berair dan segera berlari ke sungai itu dan dengan sangat kelelahan serta kehausan meminum airnya.

Saat kita menyembah dan ada lirik, inilah udara yang kita hirup. Para pemikir tidak mengerti hal ini karena yang ada di pikiran mereka ya memang kita bernafas dengan menghirup udara. Tapi para perasa menutup mata mereka dan sangat mendalaminya. Ini masalah perbedaan kepribadian. Itu tidak apa. Kita membutuhkan perasa di dunia.

Kenapa kita membutuhkan perasa? Karena dunia membutuhkan lebih dari komunikasi, dunia membutuhkan kasih sayang.

Tujuan Tuhan menciptakan para perasa karena Dia adalah Tuhan yang penuh kasih sayang. Kita butuh orang yang benar-benar peduli dan sangat peduli tentang masalah dan membantu sesama dan bisa bersimpati serta empati terhadap orang lain. Perasa berorientasi pada manusia.

Semua orang menyukai perasa karena perasa bisa mengerti apa yang sedang mereka alami. Kita bisa datang kepadanya dan berkata hari kita tidak baik. Secara tidak langsung kita akan mendapatkan konseling di muka. Para perasa akan menganalisanya. Jika kita punya hari yang buruk dan datang kepada pelaku, para pelaku akan mengatakan cuek saja kali. Tapi jika kita datang ke perasa, mereka akan berkata bahwa mereka mengerti dan pernah melewati apa yang kita lewati.

Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu. | Efesus 4:32

Kelemahan perasa adalah lebih dicobai oleh perasaan kita.

Kita lebih mudah dicobai oleh mood kita. Kita tidak mau melakukannya karena kita tidak merasa harus melakukannya. Kita bisa dikuasai oleh perasaan kita. Yang perlu kita ketahui perasaan seringkali menipu. Jika kita merasakannya, bukan berarti itu benar. Kita bisa merasa hidup kita hancur dan berantakan tapi pada nyatanya tidaklah begitu. Kita bisa merasa itu benar dan itu akan sangat menghancurkan kita.

Terkadang apa yang kita merasa mau lakukan bukanlah hal yang benar. Sebaliknya apa yang kita rasa tidak mau kita lakukan, itu adalah hal yang benar. Contohnya saja kita malas dan tidak mau bergabung dalam komsel atau komunitas, itu bukanlah hal yang benar. Tuhan tidak menciptakan kita untuk sendirian tapi untuk fellowship.

Kita akan dicobai dalam area perasaan jika kita seroang perasa. Ini terasa sangat baik, apa yang salah dengan ini? Semua kepribadian dicobai tapi tidak ada yang sampai membuat kita terjebak sampai pencobaan itu terkait pada emosi kita.

Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa. | 1 Petrus 2:11

Keinginan-keinginan daging berjuang melawan jiwa kita, perasaan kita. Jangan selalu mengikuti mereka. Jangan menyerah pada perasaan kita. Kendalikan perasaan kita.

Peringatan untuk para perasa adalah kita harus membiarkan Tuhan memimpin kita.

Biarlah Roh Allah membimbing kalian dan janganlah hidup menurut keinginan tabiat manusia. | galatia 5:16 (BIS)

75898-let-god-lead

Kita semua memiliki keinginan tapi tidak semua adalah keinginan yang baik. Kita akan menyerah pada keinginan kita kecuali jika kita membiarkan Roh Allah yang membimbing kita. Saat kita menyerahkan diri kita pada Roh Allah, bukan berarti kita tidak akan memiliki keinginan yang salah. Keinginan itu akan tetap ada tapi berkat Roh Allah kita tidak akan mau menaatinya. Kita tidak menyerahkan diri. Kita tidak kecanduan. Kita tidak membiarkan emosi negatif menguasai kita.

Para perasa biasanya menutup mata saat menyembah Tuhan. Tidak apa untuk menyembah Tuhan. Para perasa menggunakan tubuh mereka. Mereka mengangkat tangan mereka. Mereka bisa bersorak. Kita bisa melihatnya dari muka mereka.


3. PEMIKIR (AKAL BUDI)

Pemikir mengasihi Tuhan dengan pikiran mereka. Kita bisa mengasihi Tuhan dengan intelektual kita. Tuhan mau kita menggunakan otak kita untuk mengasihi-Nya. Saat kita mengembangkan, menguatkan, dan mengedukasi pikiran kita; kita sedang melakukan penyembahan. Kenapa? Karena kita melakukan sesuatu dengan apa yang Tuhan berikan.

240_f_118929526_5tsxslnnis77uokwurhiqmud5cim78a3

Para pemikir, ketika mulai percaya pada Tuhan, akan jatuh hati pada Alkitab. Kenapa? Karena mereka suka mempelajari Alkitab. Mereka mau tahu lebih dalam. Mereka mencari jawaban seperti kenapa mereka hidup, kenapa ada di dunia, untuk apa hidup mereka, apa masa depan, apa masa lalu, dan lainnya. Para pemikir menggali dan belajar. Mereka suka Bible Study.

Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. | mazmur 119:97

Kenapa kita membutuhkan pemikir? Karena dunia membutuhkan pertimbangan.

Harus ada orang yang berpikir melalui hal yang kompleks dan rumit. Beberapa dari kita perlu memikirkan apa yang sedang kita lakukan. Kita perlu orang-orang yang memikirkan masalah yang sulit dan membawa solusi. Itulah sebabnya kita membutuhkan ilmuwan, penulis, filosofer, penemu, inventor, dan orang kreatif.

Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita, dan berpaling kepada TUHAN. | Ratapan 3:40

Kita perlu mengetahui arah hidup kita dan para pemikir sangat pintar tentang ini. Mereka bisa membuat jalan untuk hal ini.

b04bd5b7ca4975e3d50c437aa7d4ab82

Kelemahan pemikir:

1. Angkuh.

Para pemikir yang mampu berpikir cepat dan teredukasi sering menganggap remeh orang lain yang tidak sepintar mereka.

Tetapi kepandaian membuat orang menjadi sombong, sedangkan kasih membangun pribadi orang. | 1 Korintus 8:1 (BIS)

Jika kita mau menjadi pintar, bagus. Tapi kita harus mengimbanginya dengan kasih. Jika tidak maka kita akan menjadi egois. Nyatanya ada sesuatu yang tidak kita ketahui yang orang lain ketahui. Kita semua tidak tahu segalanya.

Janganlah menganggap dirimu lebih pandai daripada yang sebenarnya; taatilah TUHAN dan jauhilah yang jahat. | Amsal 3:7 (BIS)

2. Keraguan

Beberapa orang menggunakan pelajaran sebagai alasan untuk tidak bertindak. Mereka selalu berkata bisa jadi begini dan begitu tapi tidak pernah sampai pada kesimpulan.

Mereka selalu berusaha untuk belajar, tetapi tidak pernah dapat mengerti kebenaran dengan sempurna. | 2 Timotius 3:7 (VMD)

a.jpg

Alkitab memperingatkan para pemikir untuk :

1. Mempraktekan kerendahan hati

Jangan pernah menganggap diri kita panda karena kebijaksanaan kita dan jangan pernah berdoa pada Tuhan untuk merendahkan hati kita. Tidak pernah ada di Alkitab yang menyarankan kita untuk meminta kerendahan hati pada Tuhan. Tapi yang ada adalah rendahkan hatimu. Kerendahan hati adalah sebuah pilihan. Kita melakukannya sendiri, bukan tergantung pada Tuhan. Tidak ada yang bisa melakukannya untuk kita.

Rendahkanlah hatimu di hadapan Tuhan, maka Ia akan meninggikanmu. | Yakobus 4:10

Kerendahan hati berarti kita bergantung pada Tuhan sepenuhnya. Kita mempercayai Tuhan bahkan dengan waktu, talenta, dan apapun yang kita miliki; kita mau percaya pada Tuhan.

2. Mempraktekkan apa yang diketahui

Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. | Yakobus 1:22

Kita bisa datang ke gereja selama 20 tahun dan membuat catatan dari semua kotbah di tiap minggunya tapi masih tidak melakukannya.

Kita hanya mempercayai bagian Alkitab yang kita lakukan.

Apakah kita percaya kita harus memberi pada fakir miskin? Ya. Apa kita melakukannya? Belum tentu.

Apakah kita percaya bahwa orang-orang membutuhkan Kristus untuk masuk ke surga? Ya. Apa kita memberitahukan hal ini kepada mereka? Belum tentu.

Apakah kita percaya perpuluhan? Ya. Apa kita melakukannya? Belum tentu.

Kita hanya percaya apa yang kita lakukan.

Kita mungkin bisa membaca tentang mengasihi pasangan kita tapi jika kita tidak mengasihi pasangan kita maka itu berarti kita tidak mempercayainya.


4. PELAKU (KEKUATAN)

Para pelaku adalah aktivis kehidupan yang energik. Mereka adalah para pencapai dan pekerja. Mereka bergerak maju untuk menjadikan sesuatu secara praktek.

Apa yang akan kuberikan kepada TUHAN untuk membalas kebaikan-Nya bagiku? | Mazmur 116:12

Para pelaku mempertanyakan pertanyaan ini. Mereka sedang berkata pada Tuhan untuk mengikutsertakan mereka. Mereka mau ikut ke dalam perlombaan. Jangan tinggalkan mereka. Mereka tidak mau melihat sejarah terjadi tapi mereka mau menjadikan sejarah. Mereka taat dan siap bekerja.

Apa tujuan para pelaku? Karena dunia membutuhkan kontribusi.

Kita butuh orang-orang dengan aksi. Kita butuh para gembala yang mendorong kita untuk melakukan aksi.

index

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. | Roma 12:1 

Kenapa melayani dengan tubuh? Karena hanya dengan tubuhlah kita bisa melayani Tuhan. Bahkan jika kita menggunakan mulut, hati, pikiran, dan jiwa kita; semuanya ada pada tubuh kita. Jadi berikan tubuh kita pada Tuhan untuk dipakai di dunia ini.

Kelemahan para pelaku adalah terlalu banyak bekerja.

Para pelaku selalu bekerja dan bekerja. Mereka tidak pernah berhenti untuk berpikir, merasa, atau berbicara. Mereka hanya mau menyelesaikan. Mereka selalu sibuk dan sibuk.

Percuma saja bekerja keras mencari nafkah, bangun pagi-pagi dan tidur larut malam; sebab TUHAN menyediakannya bagi mereka yang dikasihi-Nya, sementara mereka sedang tidur. | Mazmur 127:2 (BIS)

Tuhan mau orang yang dikasihi-Nya untuk mendapat tidur nyenyak. Dia mau kita memperlambat gerakan kita, menjadi tenang, dan beristirahat.

Kita harus memperlambat gerakan kita.

Kita harus mengurangi aktivitas kita sehingga kita punya waktu untuk yang benar-benar berarti. Kita harus mempertanyakan kembali alasan yang sebenarnya kenapa kita melakukan ini dan tidak melakukan itu?


Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. | 2 Korintus 5:17

Apa yang dimaksud dengan ciptaan baru? Ciptaan baru berarti masa lalu diampuni, tujuan untuk hidup, dan rumah di surga. Apa yang tidak berubah saat kita datang pada Tuhan? Kepribadian kita tidak berubah. Jika kita seorang pembicara sebelum mengenal Tuhan, kita tetap pembicara saat mengenal Tuhan. Begitu juga dengan kepribadian lainnya.

Tuhan tidak akan menjadikan kita kloning orang lain untuk menyembah-Nya. Dia mau kita mengasihi-Nya sesuai dengan yang Dia ciptakan.


 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s