Believer

Ketika Handphone Menjadi Racun

Biasanya saya memberitahu teman-teman di dalam komunitas saya bahwa handphone bisa menjadi junk food dalam hidup kita, bukan racun. Junk food yang saya maksud adalah makanan jiwa dan pikiran yang tidak benar dan tidak juga salah. Namun makanan ini akan menyita cukup banyak waktu kita sehingga kita tidak punya waktu untuk melakukan yang terpenting dan produktif. Sedangkan racun adalah makanan yang merusak jiwa dan pikiran kita seperti kekerasan yang kita tonton atau baca, pornografi, dan lainnya.

Back to my story, jadi yang saya alami ini adalah pengalaman yang saya terawang sendiri adalah sesuatu yang cukup mistis. Beberapa minggu yang lalu bisa dikatakan saya mengalami tekanan yang cukup berat sehingga selama 5 hari berturut-turut saya mendapatkan mimpi buruk. 3 di antaranya saya ingat. Salah satunya adalah saya memegang ular di bagian dekat kepala dengan satu tangan dan menjedotkan (apakah ini sebuah kata?) ke tembok sampai ular itu mati. namun bisanya mengenai tangan saya. Mimpi yang lain tidak mau saya ceritakan, tapi ada 1 malam dimana saya mimpi buruk dan terbangun, kemudian tidur lagi dan mimpi buruk lagi. Jadi bisa dikatakan saya mimpi buruk 6 hari berturut-turut.

nightmare__sofia_mamalinga

Keadaan ini membuat saya mencari pelarian dengan bermain game pada handphone saya. Saya memang sudah tidak bermain Mobile Legend atau PUBG yang bisa memakan sangat banyak waktu, tapi saya menemukan 1 game baru bernama Werewolf dimana bisa bermain permainan Werewolf (kalau tidak tahu google saja) bersama orang-orang dari luar dan dalam negeri.

Permainan ini memang dikatakan cukup simple tapi karena sangat mencandu saya untuk bermain lagi dan lagi dan lagi. Dalam bermain ini bisa memakan waktu sekitar 3-4 jam. Alhasil saya yang masih tertekan dan kurang tidur malah tambah kurang tidur karena permainan ini. Saya tahu saya sudah lelah dan butuh tidur, tapi permainan ini membuat saya terjaga. Kemudian tibalah mimpi yang menakjubkan ini.

Saya mimpi bertemu dengan seorang ibu dengan 2 anaknya yang masih kecil. Ibu ini menanyakan sesuatu tentang handphone-nya. Saya tahu solusinya dan bersedia membantu. Akhirnya saya dan ibu itu pergi mengambil handphone si ibu dan saya mulai memberitahu solusinya. Setelah berhasil, kami menyadari bahwa kedua anak ibu itu ditinggal dan ternyata sudah tidak ada di tempat sebelumnya.

Kami mencari dan mencari, bahkan sampai memutar CCTV di jalan tersebut namun tidak ada jejak sama sekali. Saya berpikir bahwa kedua anak ini jatuh ke parit dan terbawa sampai ke kali dan mungkin sudah hilang. Atau bisa saja seseorang menculik kedua anak ini. Yang pasti kedua anak ini sudah tidak akan ditemukan kembali.

everyone-probably-dreams

Saya merasa sangat bersalah. Saking bersalahnya sampai saya terbangun dari tidur saya dan perasaan saya sangat tidak enak malam itu. Saya langsung mendapatkan pemikiran bahwa itulah akibatnya saat hidup saya begitu fokus pada handphone saya. Akan ada yang terluka, mungkin bukan hanya saya tapi juga orang lain. Bagaimanapun apapun pilihan kita berdampak kepada orang lain.

Handphone saya sudah menjadi racun yang bukan hanya membuat jiwa dan pikiran saya semakin tertekan, namun badan saya juga dibuatnya rusak (karena kurang tidur, tentunya).

Setelah perenungan beberapa saat, saya langsung menghapus semua game yang ada di handphone saya. Dan sangat kebetulan, saya sedang membaca buku Seeking Allah Finding Jesus dimana penulisnya menceritakan bagaimana mimpi bisa jadi cara Tuhan memberikan pesan. Bahkan penulis meminta mimpi dari Tuhan untuk mempertegas prasangkanya.

Saya percaya ada benang merah yang mau Tuhan ajarkan pada saya. Mulai dari tekanan yang mengharuskan saya membuat batasan, membaca buku itu, men-download game, dan mendapat mimpi terakhir. Memang saya sempat meng-install kembali game tersebut dan sempat bermain sampai subuh. Tapi kembali lagi Tuhan mengingatkan saya akan mimpi tersebut.

Untungnya sampai sekarang saya masih bisa bertahan tanpa game di handphone saya. Jika tidak ada kerjaan, saya akan mengambil buku dan membaca. Itu jauh lebih produktif daripada menghabiskan waktu di depan layar handphone. Saya menulis untuk terutama untuk reminder saya jika saya mulai keracunan handphone lagi. Tapi alahngkah baiknya jika bisa mengingatkan yang lain juga bahwa jangan sampai handphone meracuni hidup kita.

Be blessed!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s