Believer

Akibat Suka Menyalahkan & Solusinya

Manusia diciptakan untuk menjadi seorang pemenang. Untuk menjadi seorang pemenang tentunya manusia harus menghadapi tantangan atau kesulitan, bahkan kegagalan. Harus ada yang dimenangkan entah itu menang atas ketakutan, kekhawatiran, kegagalan, kepahitan, kesakitan, dan lainnya.

Bahkan ada kalanya kita, sebagai manusia, akan terpuruk. Hidup kita seakan-akan tidak ada jalan keluar lagi. Saat menghadapi keterpurukan, manusia yang sifat alaminya egois cenderung suka menyalahkan. Ada 3 target yang biasanya manusia salahkan.


1. MENYALAHKAN TUHAN

Kembali ke kisah Adam dan Hawa yang jatuh ke dalam dosa. Saat Tuhan menanyakan kenapa Adam tidak mengikuti perintah Yesus, Adam mengatakan bahwa perempuan yang Tuhan taruh di sisinyalah yang membuat dia memberontak. Adam tidak hanya menyalahkan Hawa. Dia terlebih dahulu menyalahkan Tuhan. Dia menyalahkan Tuhan karena Tuhan menaruh Hawa di sisinya sehingga Hawa membuatnya jatuh dalam dosa.

Bukankah ini adalah tipikalnya manusia? Ketika ada bencana alam, mereka mengatasnamakan Tuhan yangmenghukum. Ketika kehendak mereka tidak terjadi, mereka menyalahkan Tuhan. Ketika keadaan tidak menyenangkan, mereka menyalahkan Tuhan. Ketika ada orang berbuat jahat terhadap mereka, mereka menyalahkan Tuhan.

Man clench fist facing the sky

Perlu kita ketahui bahwa di dunia ini, kehendak Tuhan tidak semuanya terjadi. Ketika seseorang masuk ke dalam sebuah tempat dan menemba-nembaki orang-orang di dalamnya, itu adalah kehendak orang tersebut, bukan Tuhan. Jika Tuhan yang berkehendak seperti itu, bukankah itu akan membuat Tuhan sebagai pribadi yang jahat?

Semua manusia diciptakan dengan kehendak bebas. Itulah sebabnya manusia suka saling menyakiti. Kita juga punya kehendak bebas sehingga kita seringkali memilih tindakan yang membawa kita kepada masalah. Makanya kita berdoa, “Jadilah kehendak-Mu bumi seperti di surga.” Kita meminta supaya kehendak Tuhan bisa digenapi di bumi ini.

Apa yang didapat dari menyalahkan Tuhan?

Kita terputus dari Tuhan. Kita tidak lagi beriman kepada Tuhan karena kita tidak percaya janji-janji Tuhan bahwa Tuhan akan memelihara dan memberikan yang terbaik. Kita kehilangan hak kita untuk janji-janji Tuhan. Berkat-berkat kita tertahan. Kita tidak mengalami sukacita dan tidak ada damai.

Solusinya adalah dengan merendahkan diri dan menyesali diri sama seperti perumpaan anak yang hilang yang kembali kepada bapanya karena kita semua membutuhkan Tuhan. Kenali Tuhan kita dan kehendak-Nya. Saat kita semakin mengenal Tuhan, kita akan lebih mengerti dan lebih bijak untuk melihat keadaan serta masalah di hadapan kita. Dia tidak pernah gagal dan selalu bekerja untuk kebaikan kita.


2. MENYALAHKAN ORANG LAIN

Ini memang sudah menjadi tabiat jelek dari kita. Kita tidak mau disalahkan sehingga kita melempar kesalahan tersebut kepada orang lain. Adam menyalahkan Hawa, Hawa menyalahkan ular. Sebagai manusia, kita selaluingin berada di atas. Makanya kita suka membuat orang lain rendah. Kita menjatuhkan orang lain dengan mengungkapkan kesalahn-kesalahan mereka.

Tapi menyalahkan orang lain tidak akan bisa membawa kita keluar dari keterpurukan dan mengalami kemenangan.

blame

Apa yang didapat dari menyalahkan orang lain?

Kita akan makin kepahitan. Kita semakin membenci orang yang kita salahkan. Kita menjadi tidak tenang, stress sendiri. Hubungan kita juga menjadi tidak baik dan tidak sehat. Kita tidak belajar untuk mengasihi. Bahkan yang lebih parrah kita bisa melakukan hal-hal yang konyol.

Banyak yang karena menyalahkan orang tua mereka, malah lari ke pergaulan bebas. Banyak yang menyalahkan pasangannya sehingga melakukan perzinahan dan masih banyak contoh kasus kekonyolan lainnya.

Solusinya adalah merendahkan ego kita. Tuhan mau kita mengasihi dengan kasih Tuhan yang tanpa syarat. Mengerti lebih dahulu, selalu lihat dari perspektif Tuhan dan orang tersebut. Jadilah rendah hati dan belajar mengampuni.


3. MENYALAHKAN DIRI SENDIRI

Terkadang ekspetasi orang lain sering mengganggu kita. Mereka mengatakan bahwa kita bodoh atau tidak mampu pada saat kita gagal. Lama-lama kita mulai menyalahkan keadaan sendiri saat kita mengalami keterpurukan. Kita terintimidasi sampai merasa rendah diri dan tidak bisa mengalami kemenangan. Kita menyalahkan tindakan kita, pikiran kita, perasaan kita, serta pilihan kita.

dreamstime_xxl_110364066

Apa yang didapat dari menyalahkan diri sndiri?

Kita melupakan identitas kita di dalam Tuhan. Di dalam Tuhan kita berharga, kita pantas, kita pintar, kita lebih dari pemenang, kita adalah kepala, kita akan berhasil, kita punya masa depan, dan banyak perkataan Tuhan tentang diri kita yang sangat baik. Tapi saat kita menyalahkan diri sendiri, kita menjadi tidak percaya diri dan kita mulai mengandalkan kekuatan kita sendiri. Daripada mendengar Tuhan, kita malah mendengar suara intimidasi Iblis dan orang-orang di sekitar kita.

Solusinya adalah kendalikan pikiran dan perasaan kita. Di dalam Yesus sudah tidak ada penghukuman lagi. Dengarkan kata Tuhan. Percaya pada-Nya. Klaim janji-janji Tuhan. Berhenti menyalahkan diri dan lakukan yang terbaik di dalam Tuhan maka kemenangan akan kita alami.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s