Messenger

Bagaimana Mengatasi Rasa Ingin Menyerah

Hidup ini sulit, sangat sulit, bahkan. Kegagalan seringkali kita alami. Kita mengharapkan hubungan yang baik. Kita menginginkan keberhasilan. Kita memimpikan jalan yang mulus. Tapi nyatanya apa yang kita harapkan, apa yang kita inginkan, dan apa yang kita impikan itu tidak seperti yang dibayangkan.

Saat situasi menjadi sulit, saat kegagalan mendapati kita, sangatlah mudah memilih untuk menyerah. Hubungan dengan pasangan semakin sulit dan kita memilih untuk menyerah. Berat badan yang tak kunjung turun dan kita memilih untuk menyerah. Usaha terus dicurangi atau bangkrut dan kita memilih untuk menyerah. Impian yang tidak pernah tercapai dan kita memilih untuk menyerah.

giveup

Kabar baiknya jika kita bisa memilih untuk menyerah, maka kita juga bisa memilih untuk tidak menyerah. Banyak sekali orang-orang hebat yang mengalami kegagalan namun karena mereka memilih untuk tidak menyerah, akhirnya mereka mencapai impian mereka.

Rasa ingin menyerah pasti akan kita hadapi. Tapi kita bisa mengatasinya dengan tiga cara berikut.


1. ATUR KEMBALI APA YANG TIDAK BEKERJA

Evaluasi adalah salah satu hal penting yang perlu kita lakukan. Perhatikan apa yang tidak bekerja. Hal apa yang membuat keadaan kita tidak berubah.

Kita mungkin melakukan hal yang benar tapi dengan cara yang salah.

Tujuan kita sudah benar tapi kita mungkin memerlukan rencana baru. Ubah cara diet kita. Ubah cara kita bersikap terhadap pasangan. Ubah cara kita menghabiskan waktu. Ubah cara kita mengatur keuangan. Ubah gaya hidup kita.

rearrange

Thomas Alva Edison pernah berkata seperti berikut.

I have not failed 10,000 times. I have not failed once. I have succeeded in proving that these 10,000 ways will not work. When I have eliminated the ways that will not work, I will find the way that will work.

Saya bukan gagal 10,000 kali. Saya tidak gagal satu kali pun. Saya berhasil membuktikan bahwa ada 10,000 cara yang keliru. Saat saya mengetahui cara-cara yang keliru, akhirnya saya akan menemukan sebuah cara yang benar.


2. FOKUSKAN KEMBALI

Apakah ada pengalih-pengalih yang membuat kita berjalan ke arah yang salah? Kita perlu menentukan apa yang akan kita kerjakan dalam tiap-tiap jam hidup kita. Apakah yang kita kerjakan saat ini mengarahkan kita kepada tujuan kita? Atau malah tidak ada sangkut pautnya?

Misalnya jika kita ingin menjadi seorang penulis, apakah kita sedang memfokuskan diri kita untuk menulis setiap harinya atau kita malah asyik bermain sosial media sehngga tidak ada waktu untuk menulis (ini salah satu kendala saya juga).

a

Kita harus memfokuskan kembali hidup kita. Itu berarti kita harus membersihkan sampah dari hidup kita. Berhenti menghabiskan 1 jam (atau lebih) di sosial media. Berhenti menonton tayangan televisi atau YouTube atau film seri. Berhenti bergaul dengan orang-orang dengan kebiasaan buruk yang mau kita ubah. Kita mesti membuang beberapa jadwal yang tidak produktif dan efektif.

Lakukan hanya hal-hal yang mendekatkan kita dengan tujuan kita.

Jika itu tidak membawa kita lebih dekat, jangan lakukan itu. Simple, bukan?


3. LAWAN KEKECEWAAN

Kekecewaan pasti akan kita alami. Kita mungkin merasa ini tidak adil. Kita merasa sudah maksimal tapi tetap saja tidak bekerja. Akhirnya kita kecewa. Untuk bisa berhasil, dibutuhkan perjuangan, perjuangan yang tidak mudah. Dalam peperangan, jika kita mau mengalami kemenangan, kita harus terus berjuang. Seringkali kita harus melewati beberapa kali peperangan dan bisa saja beberapa di antaranya kita mengalami kekalahan dab kekecewaan. Tapi dengan perjuangan, kita bisa menang.

Berjuang untuk tujuan kita. Berjuang untuk tujuan kita.

Berjuang untuk keluarga kita. Berjuang untuk kehidupan yang lebih baik.

Kekecewaan adalah pilihan kita. Kita tidak perlu mendengar pemikiran untuk kecewa. Orang lain tidak bisa memaksa kita untuk kecewa. Kitalah yang memilihnya. Orang-orang hebat tidak memilih untuk kecewa. Mereka tidak pernah mengenal kata menyerah walaupun segalanya berjalan salah.

healthiest-way-face-disappointment

Pilihlah untuk tetap berjalan.

Ketika kita sedang berjalan di dalam neraka, teruslah berjalan.

Jangan tinggal di sana. Jangan berlama-lama di sana. Jangan pikirkan kekecewaan itu.


Menyerah adalah pilihan. Tidak menyerah juga adalah pilihan. Ketika kita merasa ingin menyerah, lihatlah ke atas. Masih ada Tuhan yang bisa kita andalkan. Dia tahu masa depan kita. Dia tahu tujuan kita. Dia tahu yang terbaik untuk kita. Dia tahu waktu yang terbaik untuk kita. Dan yang tidak kalah pentingnya, Dia mau yang terbaik untuk kita.

Dont give up, look up.

Hal apa yang kita tahu Tuhan mau kita lakukan tapi kita selalu tunda untuk lakukan?

Be blessed!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s