Messenger

4 Pelajaran Hidup Dari Film The Secret Life of Pets 2

Film ini sangat lucu dan tidak berhenti membuat saya tertawa. Animasinya yang sangat nyata menjadikan para binatang peliharaan ini terlihat sangat menggemaskan dan menggelikan. Ditambah alur cerita dan cara penulis menyampaikan humor di dalamnya, film ini dikemas menjadi sangat bagus dan baik. Hanya saja petualangannya tidak sedahsyat dan seheboh yang pertama. Tapi film ini tetap layak mendapat pujian dari saya pribadi.

Kali ini pelajaran apa yang bisa saya ambil dari film The Secret Life of Pets 2?


1. JANGAN TUNDA MEMBANTU YANG LAIN

Daisi yang melihat Hu, white tiger, yang diperlakukan dengan kejam segera bertindak untuk meminta bantuan kepada Snowball dalam misi penyelamatan Hu. Dia tidak menunda-nunda. Walaupun musuh-musuh mereka lebih mengerikan, tapi mereka tidak menyerah.

1049275-watch-secret-life-pets-2-celebrates-national-pets-day-new-trailer-snapchat-lenses

Dalam hidup, kita seringkali melewatkan suara hati kita saat kita diminta untuk melakukan sesuatu kepada orang lain. Kadang kita merasa iba atau sangat tertarik untuk membantu. Pada saat seperti itu, apakah kita mengikuti suara hati kita ataukah kita malah menekan suara itu semakin dalam sehingga tidak terdengar lagi? Tuhan seringkali mau memakai kita sebagai kepanjangan tangan-Nya untuk membantu orang lain.

Kita sering bertanya kenapa banyak sekali kejahatan di dunia ini? Kenapa Tuhan tidak melakukan sesuatu untuk menunjukkan kebaikan? Tapi Tuhan sedang melihat kita dan Dia memberitahu kita bahwa kitalah yang berada di dunia. Kitalah agen kasihnya Tuhan. Kenapa kita tidak mulai melakukan kebaikan itu? Semua dimulai dari diri kita sendiri.


2. SELALU PUNYA RENCANA B

Masih ingat Gidget yang tidak sengaja menjatuhkan mainan kesayangan Max ke sarang kucing? Gidget yang sudah mempelajari bagaimana menjadi kucing akhirnya memberanikan diri masuk ke dalam sarang kucing. Namun rencananya tidak berjalan dengan baik. Untungnya dia memiliki rencana B bersama si hamster, Norman, yang mengeluarkan laser merah untuk menarik perhatian sang kucing. Tapi lebih kerennya lagi, Gidget dan Norman membuat seolah-olah Gidget berhasil menangkap laser merah tersebut dan memakannya sehingga para kucing menyembahnya.

Dalam hidup kadang rencana kita tidak berjalan dengan baik, tapi kita perlu punya rencana kedua untuk mendukung rencana awal kita. Selalu berpikir dua langkah ke depan. Buatlah perencanaan dengan sangat matang dalam hidup kita. Jika kita mau mencapai tujuan kita, kita perlu membuat rencana-rencana yang mengarahkan kita kepada tujuan kita tersebut.


3. MENERIMA TANGGUNG JAWAB

Max tidak sengaja melepaskan anak domba sehingga anak domba itu berada dalam bahaya. Anak domba tersebut hampir jatuh ke dalam jurang. Rooster, anjing penjaga, segera meminta pertanggung jawaban dari Max. Dia dan Max pergi untuk mencari si anak domba. Max diminta untuk turun ke bawah dan membahayakan dirinya untuk menyelamatkan si anak domba. Usahanya berhasil dan Max merasa sangat bangga kepada dirinya ketika menerima kesalahannya dan bertanggung jawab atasnya.

Keberanian Max ini membuat dia berani untuk menyelamatkan Hu yang tertangkap kembali dan dibawa ke dalam kereta api. Max dan teman-temannya akhirnya berhasil menyelamatkan Hu.

Seberapa banyak tanggung jawab kita tanggung? Tanggung jawab membuat kita semakin dewasa. Tanggung jawab mengasah kemampuan kita. Tanggung jawab mengeluarkan kita dari zona nyaman. Jangan menganggap remeh tanggung jawab. ketika kita diberikan tanggung jawab, lakukanlah itu sebaik mungkin.


4. ADA MUSIM UNTUK MELEPASKAN

Pada akhir film, Max yang sebelumnya sangat posesif terhadap anak majikannya, Liam, melepaskan kepergiannya ke sekolah. Dia yang tadinya sangat menjaga Liam dan bahkan sampai sangat paranoid kalau meninggalkan liam sendirian, sekarang merelakan kepergian Liam untuk bisa mandiri.

la-1559595627-q6q4bycwcg-snap-image.jpg

Kita perlu mempercayakan sesuatu terhadap orang lain. Kita tidak bisa mengontrol orang atau keadaan. Kita tidak bisa terus menjaga agar semua sesuai dengan yang kita inginkan. Ada musim untuk mendapatkan, ada musim untuk melepaskan juga. Orang tua melepas anak-anaknya untuk bisa mandiri. Pemimpin melepaskan tanggung jawab dan kepercayaan kepada timnya.

Hal apa yang terus kita pegang kuat dalam hidup kita padahal kita tahu itu bukan bagian kita lagi? Belajar untuk melepaskan sesuatu untuk mendapatkan yang lebih baik. Kita tidak bisa terus menambahkan jadwal baru ke dalam jadwal kita yang sudah padat. kita perlu menghapus jadwal kita yang ada untuk bisa memasukkan jadwal baru.


Semoga 4 pelajaran ini bermanfaat dan kalau ada pelajaran lain, silakan bagikan ya.

Be blessed!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s