Impian ‘Impossible’


Terkadang kita punya impian, namun kelihatannya itu mustahil. Tapi kabar baiknya ternyata banyak orang yang berhasil meraih impiannya yang mustahil. Mulai dari menciptakan telepon, lampu, komputer, smartphone, dan lainnya; sampai menjadi seorang pelukis legendaris, pemenang Oscar, penyanyi kelas atas, produser terkenal, bahkan menjadi presiden.

Sebenarnya apa yang dibutuhkan untuk meraih impian kita yang kelihatannya mustahil itu?


1. NAIK LEVEL

Kita harus mau belajar. Cari tahu apa yang dibutuhkan untuk meraih impian kita. Baca buku, belajar dari orang lain, dan jadilah orang yang berpengalaman dan ahli di bidang yang kita inginkan.

Kita tidak mungkin menjadi seorang pengacara jika kita tidak pernah mengambil kuliah hukum dan benar-benar belajar serta mempraktekkan apa yang kita pelajari. Mungkin kita butuh magang dengan orang lain atau perusahaan dan tidak bayar. Itu tidak apa.

Investasi yang terbaik adalah investasi diri sendiri.

Ini sama dengan upgrade diri. Tapi saya tidak punya bakat di bidang itu? Tenang saja. Bukan hanya bakat atau potensi yang dibutuhkan untuk bisa berhasil, melainkan kegigihan dan keinginan untuk terus belajar.

levelup

Semua ini tidak akan terjadi jika kita tidak pernah mengambil langkah. Bertindaklah. Berjalanlah selangkah demi selangkah. Naiki tangga impian kita. Saya pernah membaca suatu artikel yang mengatakan jika kita mau menjadi seorang fotografer, lihatlah video-video tentang fotografer dan kamera-kamera. Mulailah melihat-lihat harga kamera dan belilah satu kamera. Tanpa aksi yang menuju kepada impian kita ,maka semuanya akan sia-sia.


2. BAYAR HARGA

Kita harus membayar harga. Mungkin harga ini lebih mahal daripada yang orang lain bayar, tapi kita melakukannya demi diri kita sendiri. Kita membeli buku, menraktir teman untuk belajar dari dia, mengikuti seminar, membeli peralatan, mengganti waktu kita untuk menonton TV dengan fokus pada impian kita, menyempatkan diri untuk pergi ke gym, dan masih banyak pengorbanan lainnya.

Jangan pelit untuk hal-hal yang akan membuat kita menjadi lebih baik. Kita mau belajar dari seseorang, traktirlah orang itu makan siang. Kebanyakan orang lain akan membantu kita karena kita murah hati kepadanya. Tidak ada yang mau mengajari atau membantu kita jika kita hanya jadi orang yang mau diberi saja.

1-478421495-300x300

Membayar harga berarti juga mendisiplinkan diri kita. Kita yang mau sehat tidak lagi makan makanan cepat saji dan memaksa diri kita untuk berolahraga. Kita yang mau menjadi penulis, mengganti waktu kita yang dulunya untuk bersenang-senang menjadi waktu untuk menulis. Kita yang mau menjadi penyanyi menolak makan makanan berminyak dan rutin latihan.

Tidak ada yang instan di dunia ini (kecuali mie instan, sepertinya). Jika kita mau naik level, kita harus berusaha dengan gigih. Ingat, yang dibutuhkan adalah kegigihan dan keinginan untuk terus belajar.


3. PERCAYA

Kita terus belajar dan bayar harga. Kita berjalan selangkah demi selangkah. Walaupun impian kita tampaknya masih belum datang, kita perlu memiliki iman. Kita harus percaya bahwa kita sudah berjalan di rute yang tepat dan Tuhan sedang membukakan kesempatan-kesempatan baru kepada kita. Jangan menyerah. Percaya bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.

always-have-faith

Evaluasi perjalanan kita apakah sudah sesuai jalurnya. Evaluasi orang-orang di sekeliling kita apakah turut membawa kita kepada impian kita. Tetap percaya dan jangan berhenti melangkah karena kita tidak akan pernah tahu apabila langkah terakhir kita itu sudah tinggal selangkah lagi menuju impian kita.

Be blessed!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s