Believer

Bersaksi Melalui Persahabatan

Bila bersaksi didengungkan di gereja, seringkali membuat kita merasa tertuduh, tertekan, atau timbul keengganan karena kita merasa berat dan sulit melakukannya. Sebenarnya bersaksi tidaklah sesulit yang kita bayangkan.

Tuhan Yesus mengajarkan cara bersaksi yang paling efektif, yaitu lewat sebuah hubungan atau persahabatan.

Lukas 10:5-9

10:5 Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini.

10:6 Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.

10:7 Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah.

10:8 Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu,

10:9 dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.

700x411-fic-evangelismlessonsfromthesavior-1

Ada beberapa langkah dalam melakukan penginjilan melalui persahabatan.


1.  AWALI DENGAN BERKAT

Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. | lukas 10:5

Sebuah kesaksian harus dimulai dari hati yang mengasihi dan selalu ingin memberkati. Ketika kita berkata, “Damai sejahtera bagimu” itu berarti kita sedang berdoa dan berharap agar orang itu diberkati. Adalah sangat sulit dan menjadi beban berat bagi kita, jika kita bersaksi, tetapi hati kita tidak mengasihi orang tersebut.

Jika kita pernah melihat ada orang di luar negeri berdiri di pinggir jalan dengan papa bertuliskan, “Bertobatlah atau masuk ke neraka.” Itu memang benar, tapi kebenaran itu disampaikan tidak dengan kasih. Orang tidak akan tertarik dengan itu. Orang lebih tertarik kepada kasih.

Setiap kita pasti tertarik kepada Tuhan karena kita dikasihi oleh orang lain terlebih dahulu. Ada yang mengajak kita ke gereja. Ada yang meluangkan waktu untuk menemani kita. Ada yang berinvestasi dalam kehidupan kita sehingga mereka mengorbankan diri mereka untuk membuat kita diselamatkan. Itu dilakukan karena mereka mengasihi kita.


2. BANGUN PERSAHABATAN

Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. | Lukas 10:7

Tuhan Yesus mengajarkan agar kita punya waktu cukup lama dengan orang lain dengan orang yang akan kita saksikan. Artinya sebelum bersaksi, kita seharusnya membangun persahabatan terlebih dahulu. Sangat tidak baik jika bertemu orang yang tidak dikenal langsung ditanya “Kamu sudah percaya Yesus belum? Kalo belum, kamu mati masuk neraka!”

friends-1

Orang yang mendengarnya bukannya tertarik, tapi malah tersinggung dan menolak kita.

Sebelum kesaksian diterima, seharusnya diri kita yang terlebih dahulu diterima oleh mereka.

Yesus sendiri mengajarkan untuk tidak berpindah-pindah rumah. Itu berarti kita fokus terhadap orang itu. Jangan setelah kenal dan dekat, kita tinggalkan. Tetap bangun hubungan dan jadilah pribadi yang bisa diandalkan. Kita haru sbis amenjadi panutan dalam hidup orang lain.


3. PENUHI KEBUTUHAN

dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ… | Lukas 10:9a

Sebelum kesaksian kita berikan, sebaiknya kita memenuhi kebutuhan mereka terlebih dahulu. Layani mereka dengan kasih dan bantulah mereka mengatasi pergumulannya. Sembuhkan yang sakit (dengan kuasa doa ataupun pertolongan medis), beri makan yang lapar, hiburkan yang susah, dan lainnya.

Terkadang untuk memenuhi kebutuhan ini diperlukan waktu, tenaga, atau bahkan uang. Kita mengajak teman kita makan dan kita yang bayar supaya teman kita bisa menjadi lebih nyaman dengan kita dan bisa menceritakan apa yang menjadi kebutuhannya. Kita meluangkan waktu untuk datang kepada teman kita yang mengalami pergumulan. Kita berusaha mencarikan solusi yang relevan untuk teman kita.


4. BERITAKAN INJIL

katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu. | Lukas 10:9b

Setelah semua langkah tersebut dilakukan barulah Injil disampaikan. Persahabatan telah terbangun, kebutuhan telah terpenuhi, hati mereka telah terbuka maka Injil akan mudah diterima.


Penginjilan akan lebih mudah dilakukan ketika kita memiliki hubungan yang baik. Bangun persahabatan dan mengasihilah dengan tulus.

Be blessed!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s