Believer

Hidup Dengan Tujuan

2 hari paling penting dari hidup manusia adalah hari saat dia dilahirkan dan hari saat dia mengetahui kenapa dia dilahirkan.

Tuhan tidak pernah menciptakan sesuatu tanpa tujuan.

Tanaman, binatang, bintang, dan semua yang ada di dunia ini diciptakan dengan tujuan.

Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. | Kolose 1:16

Pada dasarnya kita perlu mengerti bahwa kita semua tidak diciptakan hanya untuk hidup mengikuti arus saja. Kita adalah ciptaan Tuhan dan saat Tuhan menciptakan kita, Dia sudah punya tujuan untuk kita. Ketika kita memenuhi tujuan kita, maka hidup kita akan menjadi berarti. Hidup kita memiliki alasan dan arahan yang jelas.

Bagaimana kita bisa tahu tujuan yang Tuhan mau dari kita?

Anggap saja kita tidak pernah tahu apa kegunaan alat di atas ini. Ada 2 hal yang bisa kita lakukan. Kita bisa tanya pembuatnya atau baca buku petunjuk si pembuat. Jadi jika kita mau tahu tujuan hidup kita, kita perlu bertanya kepada Tuhan yang menciptakan kita atau kita bisa membaca buku manual Pencipta kita.

Man trying to open door to new better world. Conceptual change, two worlds

Karena Tuhan yang menciptakan kita, Dia tahu tujuan kita.

Kita diciptakan untuk kekekalan, bukan hanya di dunia ini saja.

Ada kehidupan setelah kita tidak ada di dunia ini lagi. Tuhan menciptakan dan menyelamatkan kita supaya kita bisa hidup selamanya bersama dengan-Nya. Itu berarti tujuan hidup kita tidak berhenti sampai di dunia saja.

Tujuan hidup kita harus kita lihat dari perspektif Tuhan, perspektif kekekalan. Kita diciptakan untuk kekekalan, bukan hanya di dunia ini saja. itu berarti tujuan hidup kita di dunia ini harus memiliki dampak di kekekalan nanti.

Tujuan seperti apa yang sebenarnya Tuhan inginkan dari kita?


Alkitab mencatat ada 5 tujuan Tuhan untuk setiap manusia (HUKUM TERUTAMA & AMANAT AGUNG).

Untuk mengetahui tujuan ini, kita akan melihat kepada Hukum Terutama dan Amanat Agung. Hukum Terutama adalah hukum yang disempurnakan oleh Yesus. Ada banyak hukum yang dibuat jika kita membaca Alkitab dari awal sampai akhir. Tapi semua hukum ini dirangkum menjadi 2 hukum yang Yesus ajarkan. Jika kita melakukan kedua hukum ini maka kita sudah melakukan semua hukum yang ada di Alkitab.

Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini. | Matius 12:30-31

Sementara itu Amanat Agung adalah perintah Yesus kepada kita, semua yang percaya kepada-Nya, untuk kita lakukan di dunia ini. Sebelum Yesus naik ke surga, Dia memberikan Amanat Agung ini kepada murid-murid-Nya dan Amanat Agung ini terus dikerjakan sampai sekarang.

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. | Matius 28:19-20a

Dari Hukum Terutama dan Amanat Agung ini, kita akan menemukan 5 tujuan Tuhan yang memiliki dampak sampai kepada kekekalan. Kelima tujuan inilah yang harus menggerakkan kehidupan kita.


1. KITA DICIPTAKAN UNTUK HUBUNGAN DENGAN TUHAN (WORSHIP)

Dari awal Tuhan menciptakan Adam dan Hawa, Tuhan ingin memiliki hubungan dengan manusia. Tuhan ingin mengasihi manusia. Tapi dosa telah menghancurkan hubungan itu. Yesus datang untuk menebus dosa kita di kayu salib sehingga hubungan kita dipulihkan dengan Tuhan. Di surga nanti kita akan memiliki hubungan dengan Tuhan dan Tuhan mau kita menjalin hubungan itu saat di dunia juga.

Kasihilah Tuhan, Allahmu… | Matius 12:30

43577262-silhouette-of-man-standing-in-a-field-at-sunset

Tuhan mau kita mengasihi Dia, itulah tujuan kita diciptakan.

Jika kita mau berhubungan dengan Tuhan di surga, kita pasti mau berhubungan dengan-Nya di dunia.

Bagaimana cara kita memiliki hubungan dengan Tuhan?

Sama seperti saat kita mulai menjalin hubungan baik itu dengan teman ataupun dengan pacar. Kita perlu yang namanya pendekatan. Kita perlu meluangkan waktu, tenaga, atau bahkan materi supaya hubungan kita semakin dekat. Kita pergi bersama, saling mengenal satu dengan yang lain, dan membuat sebanyak mungkin pengalaman dengan orang tersebut.

Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. | Yakobus 4:8a

Ketika kita mengerti bahwa kita diciptakan untuk hubungan dengan Tuhan, kita mau mengenal dan mengasihi Tuhan.

Kita akan mengutamakan Tuhan dalam hari-hari kita. Kita mau mengasihi dan mengenali Tuhan kita. Kita mau datang kepada Tuhan, cari Tuhan. Kita mau belajar dari gereja Tuhan tentang Yesus. Jika belum mengerti bagaimana caranya, di akhir sharing kita akan berdoa bersama. Tuhan mau punya hubungan dengan kita. Dia rindu untuk bersekutu dengan kita.


2. KITA DIBENTUK UNTUK PERSEKUTUAN DALAM KELUARGA TUHAN (FELLOWSHIP)

Kalau kita lihat orang di sebelah kanan dan kiri kita. Merekalah yang akan bersama dengan kita di kekekalan nanti. Mereka adalah keluarga rohani kita. Bukan hanya di surga, tapi di dunia ini mereka juga adalah keluarga kita.

Inilah tujuan hidup kita yang kedua. Tuhan membentuk kita untuk sebuah keluarga yang akan bertahan bukan hanya di dunia saja tapi sampai pada kekekalan nanti.

Baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. | Matius 28:19b

Baptisan adalah tanda bahwa kita komitmen terhadap Tuhan dan keluarga-Nya. Kita menjadi anggota dari sebuah rumah Tuhan. Tuhan mau kita untuk memiliki hubungan dengan keluarga Tuhan. Kita tidak sendirian di dunia ini.

Silhouette of helping hand

Kita membutuhkan orang lain. Dalam perjalanan hidup ini, kita akan sering jatuh bangun. Kita butuh bantuan. Kita butuh dukungan. Kita butuh nasehat. Kita butuh diajar. Di sinilah pentingnya keluarga Tuhan dalam hidup kita. Dari keluarga ini kita belajar untuk melakukan firman Tuhan.

Carilah satu gereja tetap, jangan seperti kutu loncat. Tanaman yang sering dicabut dan ditanam akan sulit untuk berakar kuat dan bertumbuh. Orang yang tidak punya rumah di dalam sebuah gereja mudah goyah. Saat ada masalah pasti gampang menyerah. Mereka tidak punya teman-teman yang mendoakan mereka. Mereka tidak punya teman-teman yang menguatkan mereka atau mengingatkan mereka saat mereka mulai menyimpang.

Ketika kita mengerti bahwa kita diciptakan untuk keluarga Tuhan, kita tetap terhubung dalam rumah Tuhan dan aktif di dalam persekutuan.

Tapi kita harus ingat bahwa di dalam keluarga Tuhan pun pasti akan terjadi gesekan-gesekan. Kita bisa saling melukai. Di dalam sebuah keluarga, pasti sangat sering terjadi perselisihan dan pertengkaran. Karena adanya perbedaan pemikiran, karakter, latar belakang, dan lainnya; tidak jarang terjadi adu pendapat.

Keluarga Tuhan memang tidak sempurna karena orang-orang di dalamnya juga orang berdosa. Tapi keluarga Tuhan memiliki tujuan hidup yang sama dengan kita. Di dalam keluarga Tuhan, kita sama-sama dibentuk. Kita sama-sama belajar tentang Tuhan kita. Kita belajar mengasihi dengan tulus. Kita belajar memperhatikan. Kita bertumbuh bersama di dalam keluarga Tuhan.

Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya. | Amsal 27:17

Sebagaimana baja mengasah baja, begitu pula manusia belajar dari sesamanya. | Amsal 27:17 (BIS)

Gesekan yang terjadi ini akan mempertajam kita. Saat terjadi konflik dan kita berhasil menarik pelajaran dari itu, kita menjadi lebih baik di dalma karakter. Ini membawa kita kepada tujuan hidup kita yang ketiga.


3. KITA DIAJAR UNTUK MENJADI SEPERTI YESUS (DISCIPLESHIP)

Dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. | Matius 28:19b-20a

Kita belajar untuk melakukan kehendak Tuhan dan Tuhan mau kita untuk menjadi seperti Yesus.

Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. | Roma 8:29

lpbc_box3_v1

Kita tidak akan membawa harta kita pada saat kita meninggal, tapi kita akan membawa karakter kita. Tuhan mau kita belajar supaya karakter kita menjadi seperti Yesus. Karakter Yesus itu seperti apa?

Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. | Galatia 5:22-23

Tuhan mau kita lebih mengasihi, lebih setia, lebih murah hati, dan seterusnya. Apakah kita sedang belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik? Apakah setiap harinya kita menajdi lebih sabar? Lebih mudah mengampuni? Lebih lemah lembut?

Bagaimana bisa belajar dalam karakter? Dengan terus mempraktekkannya dalam setiap kesempatan. Jadikan itu sebuah kebiasaan. Kebiasaan membentuk karakter kita dan karakter kita menentukan masa depan kita.

Kita tidak akan bisa belajar kesetiaan jika kita hidup sendiri. Pada saat kita mau diajar untuk mengasihi, kita akan diperhadapakan dengan orang-orang yang tidak layak dikasihi. Pada saat kit amau diajar untuk mengampuni, kita akan diperhadapkan dengan orang-orang yang membuat kita sakit dan pahit. Itulah arti dari manusia menajamkan manusia.

Ketika kita mengerti bahwa kita diajar untuk menjadi seperti Yesus, kita melihat keadaan dan orang-orang melalui perspektif Yesus.

Kita berpikir seperti Yesus. Kita melihat seperti Yesus. Kita merasakan seperti Yesus. Pada setiap keadaan, kita bertanya apa yang Yesus lakukan jika Dia diperhadapkan dengan keadaan ini.


4. KITA DIPERSIAPKAN UNTUK MELAYANI (MINISTRY)

Di surga nanti, kita tidak hanya akan duduk diam di atas awan dan bermain harpa. Kita akan melakukan sesuatu di surga. Tuhan akan mempercayakan kita untuk melakukan sesuatu yang sesuai dengan karunia dan kemampuan kita. Itulah sebabnya setiap manusia diciptakan dengan karunia dan kemampuan yang berbeda-beda. Ada yang pandai berhitung, ada yang pandai bernegosiasi, ada yang pandai manajemen, ada yang pandai memasak, dan masih banyak lagi.

Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. | Matius 12:31a

Kita diberikan karunia dan kemampuan bukan untuk diri kita sendiri. Dia mau kita memakainya untuk mengasihi orang lain. Cara kita melayani Tuhan yang tidak kelihatan adalah dengan melayani manusia yang kelihatan. Tuhan sedang mempersiapkan kita untuk pelayanan di surga dan pelayanan itu dimulai dari dunia ini.

Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah. | 1 Petrus 4:10

Setiap kali kita melakukan sesuatu untuk membuat orang lain merasa lebih baik, itu adalah pelayanan kita. Usher memberi salam dan senyuman sehingga orang yang datang merasa diterima, itu adalah pelayanan. Kita membuang sampah pada tempatnya sehingga orang lain bisa nyaman dengan kebersihan, itu adalah pelayanan. Semua pelayanan berarti. Tidak ada pelayanan yang lebih besar atau lebih kecil.

istock-536659322-350x225-1-2

Salah satu alasan umum orang yang tidak mau melayani adalah “Aku tidak memiliki kemampuan apapun untuk diberikan”. Perlu kita sadari bahwa manusia memiliki puluhan bahkan ratusan kemampuan yang Allah berikan. Bahkan peneliti (manusia) menunjukkan bahwa manusia rata-rata memiliki 500-700 kemampuan dan keterampilan yang berbeda. Kemampuan berbicara, bersosialisasi, merasakan empati, peduli, memperhatikan hal kecil, humor, negosiasi, masak, membetulkan elektronik, menari, menyanyi, berpikir kreatif, bermain alat musik, berenang, menggunting rambut, mengecat dinding rumah, dan masih banyak lagi.

Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah. | 1 Korintus 10:31

Jangan ragu untuk mencoba berbagai macam pelayanan. Kita tidak akan pernah tahu dimana kita paling cocok dan dibutuhkan jika kita tidak mau mencoba. Terjun dulu dalam pelayanan. Temukan karunia dan telanta kita. Miliki hati hamba yang mau taat saat Tuhan atau pemimpin memberikan tanggung jawab. Terkadang tanggung jawab adalah cara Tuhan untuk mengasah potensi yang terpendam di dalam diri kita.

Ketika kita mengerti bahwa kita dipersiapkan untuk melayani, kita menggunakan dan terus mengembangkan talenta serta potensi diri untuk melayani Tuhan dan sesama.

Kita tidak lagi membanding-bandingkan pelayanan satu dengan yang lain karena kita tahu bahwa setipa kita diciptakan berbeda dan kita sendiri adalah pribadi yang unik yang bisa mengerjakan sesuatu dengan cara kita sendiri, tidak seperti orang lain.


5. KITA DIUTUS UNTUK BERSAKSI (EVANGELISM)

Tujuan terakhir ini memiliki dampak abadi yang luar biasa karena keselamatan seseorang bergantung dari tujuan ini. Ketika seseorang percaya kepada Yesus melalui kita dan masuk ke dalam surga, itu adalah hal terbaik yang bisa orang itu terima melalui hidup kita.

Pergi dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku. | Matius 28:19a

Ini adalah suatu perintah. Dia mau kita untuk pergi ke luar dan membagikan Kabar Baik. Kita tidak perlu sampai menjadi seorang pendeta untuk menginjili seseorang. Setiap kita adalah seorang evangelis, seorang penginjil. Setiap dari kita punya kesaksian, punya pengalaman bersama dengan Yesus. Bagikan kisah hidup kita.

Gereja yang produktif adalah gereja dimana anggota serta jemaatnya mau mengabarkan Kabar Baik. Kita suka memberitahu teman tentang suatu tempat wisata yang bagus atau tempat makan yang enak. Tapi kenapa kita tidak memberitahu teman kita tentang sebuah tempat yang jauh lebih bagus dari tempat manapun yang ada di dunia yaitu surga. Jika kita tahu ada obat kanker atau HIV, tapi kita tidak mau memberitahukannya kepada orang lain, kita egois dan bersalah. Kita sudah mengetahui keselamatan untuk hidup kekal di surga melalui Yesus, tapi jika kita masih menahan diri untuk tidak bersaksi, kita egois dan bersalah.

Penyakit kekristenan adalah kita terlalu nyaman dengan orang-orang percaya lainnya sampai kita tidak peka atau tidak punya teman di luar yang belum percaya. Kita terlalu sibuk dengan pelayanan di dalam gereja sampai kita melupakan orang-orang di luar sana yang membutuhkan perhatian dan pelayanan dari kita. Apakah kita masih berdoa untuk jiwa-jiwa? Apakah kita sedang mempraktekkan kasih Kristus kepada orang lain yang belum percaya? Apakah kita mengajak orang lain untuk ke gereja?

surrender

Pertanyaan lebih penting adalah adakah orang lain yang masuk surga karena kita? Adakah orang-orang yang berkumpul di pintu surga untuk menyambut kedatangan kita? Adakah orang-orang yang berterima kasih kepada kita karena kita telah membawa mereka kepada kekekalan di surga nanti?

Ketika kita mengerti bahwa kita diutus untuk bersaksi, kita berani bersaksi dimanapun dan kapanpun.

Kita mau berteman dengan siapa saja karena kita melihat semua orang layak untuk diselamatkan. Kita mengasihi orang lain seperti Yesus mengasihi. Kita mau mendoakan mereka. Kita menjangkau dan menjawab kebutuhan orang lain.


Itulah 5 tujuan hidup yang Tuhan miliki untuk setiap manusia. Pertanyaannya apakah kita akan melakukan kelima hal ini? Apakah kita mau komitmen untuk memenuhi tujuan Tuhan dalam hidup kita?

Tragedi terbesar bukanlah kematian, melainkan kehidupan tanpa tujuan.

Kalau kita cuma lahir, tumbuh besar, sekolah, kuliah, kerja, menemukan pasangan, menikah, punya anak, membesarkan anak, tambah tua, dan akhirnya meninggal; maka kita melewatkan sesuatu yang lebih besar.

Kita suka membuat tujuan untuk kita sendiri dan biasanya tujuan itu adalah untuk membuat kita menjadi bahagia, lebih baik, dan berarti. Tapi seringkali tujuan itu tidak cukup untuk kita. Setelah kita mendapatkan ini, kita mau lebih dan lebih lagi.

Kenapa begitu? Karena memang Tuhan menciptakan kita untuk sesuatu yang lebih besar. Dia tahu yang terbaik untuk kita. Dia yang menciptakan kita. Dia yang paling tahu kita. Dia yang tahu apa yang membuat kita berbahagia. Dan melalui tujuan-tujuan-Nya inilah maka hidup kita akan menjadi berarti.

  • PENYEMBAHAN (WOSRSHIP) : Mengenal & mengasihi Tuhan.
  • PERSEKUTUAN (FELLOWSHIP) : Terhubung dalam keluarga Tuhan.
  • PEMURIDAN (DISCIPLESHIP) : Bertumbuh dalam karakter Tuhan.
  • PELAYANAN (MINISTRY) : Memakai karunia dan talenta diri untuk membantu orang lain.
  • PENGINJILAN (EVANGELISM) : Menyaksikan Kabar Baik kepada orang lain.

Tuhan menciptakan kita untuk kekekalan. Kalau kita tidak memfokuskan diri terhadap tujuan yang berdampak sampai kepada kekekalan, maka hidup kita pasti tetap terasa hampa. Jangan sia-siakan hidup kita. Jadilah berarti. Tidak peduli seberapa muda atau seberapa tuanya usia kita, kita masih bisa melakukan sesuatu yang berarti asalkan kita hidup dengan kelima tujuan Tuhan ini.

Be blessed!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s