Bagaimana Mengevaluasi Personal Goal?


Setiap kita harus punya tujuan pribadi. Tujuan ini yang akan mengarahkan kehidupan kita. Kemana kita pergi, mau jadi seperti apa kita, orang-orang seperti apa yang berada di sekitar kita, bagaimana keadaan fisik kita, dan beberapa hal lain yang akan saya bagikan di sini.

Jika masih bingung untuk membuat personal goal, tanyakan kedua hal ini.

1. Apa hal terpenting yang perlu saya mulai lakukan dalam kehidupan pribadi saya yang akan memiliki dampak positif terbesar?

2. Apa yang saat ini diminta oleh hidup dari saya?


Setelah kita mengetahui personal goal kita, yang perlu kita lakukan adalah mengasah gergaji. Ini hanya kiasan, jangan malah nyari gergaji terus diasah ya. 4 poin penting dalam mengasah gergaji yang perlu kita lakukan adalah berikut ini. Namun nanti saat evaluasi akan ada beberapa poin tambahan.

1. FISIK

Bagiamana kondisi fisik kita saat ini? Apakah tubuhg kita selalu sehat dan bersemangat di setiap hari? Apakah kita bangun dengan rasa lelah? Kita perlu menjaga fisik kita karena tanpa kesehatan maka hidup kita tidak akan bertahan lama. Berolahragalah minimal 30 menit setiap hari. Lakukan jogging, angkat beban, berenang, tenis, atau apapun itu yang bisa meningkatkan denyut nadi kita.

2. SPIRITUAL

Kerohanian inilah yang akan menjadi inti, pusat, komitmen kita pada sistem nilai-nilai hidup. Inilah yang akan menggerakkan kita. Kita memiliki nilah-nilai serta dasar-dasar untuk melakukan sesuatu. Kita bisa dapatkan ini dari agama atau kepercayaan yang benar, tentunya.

Dengan mengasah spiritual maka kita semakin bertumbuh. Karakter kita menjadi lebih baik. Kita menjadi lebih sabar, lebih mengasihi, dan lebih baik.

3. MENTAL

Mental berarti pikiran. Kita perlu mengupgrade diri. Mengasah mental kita berarti menginformasi dan memperluas pikiran baik dengan membaca, mendengar Podcast, menonton video, dan lainnya.

4. SOSIAL / EMOSIONAL

Tidak ada seharipun yang terlewat tanpa kita setidaknya bisa melayani satu orang dengan melakukan tindakan kasih tak bersayarat. Kita adalah makhluk sosial. Ketika kita saling membantu, itulah kita merasa paling puas.

Lakukan aksi kebaikan sekecil apapun kepada orang lain. Belikan makanan. Bayarkan makanan. Belikan barang. Bantulah sebisa dan seikhlas kita. Dengan begini kita sedang mengasah sosial dan emosional kita.


Kita perlu bisa mengukur tujuan-tujuan tersebut. Jika semua itu tidak bisa kita ukur dan evaluasi, maka itu bukanlah tujuan pribadi kita. Ada beberapa poin yang bisa kita evaluasi ketika kita sedang melihat sejauh mana kita sekarang berada.

Atas dasar keempat hal di atas maka saya akan mencoba memberikan evaluasi hidup saya dalam 10 tahun terakhir ini. Saya akan menambahkan daya tarik, hubungan, lingkungan hidup, karir, dan finansial. Dengan contoh yang saya berikan, pasti akan mudah dipahami. Ada baiknya kalian membuat per 1 atau 5 tahun, tapi karena saya sudah lama pernah menulis ini jadi saya bandingkan dengan keadaan sekarang yang sudah 10 tahun.

10 TAHUN LALU

Fisik : Masih kurus dan punya banyak energi. Tidak terlalu mempedulikan penampilan.

Spiritual : Dipercayakan untuk mengurus acara Natal (Drama atau Film) setiap tahun. Pengetahuan firman Tuhan dan tujuan hidup masih sedikit.

Mental : Belum rajin baca, masik ikut-ikutan, belum tahu dan tertarik dengan tujuan hidup dan berbagi walaupun selalu merasa bahwa ada sesuatu besar yang harus dikerjakan.

Social : Masih suka kumpul dengan teman-teman SMU dan tidak terlalu peduli dengan keadaan sekitar.

Daya Tarik : Cukup menarik tapi tidak terlalupede karena badan yang kurus.

Lingkungan Hidup : Perumahan, jarang ada teman. Tetangga tidak saling mengenal.

Karir : Baru mulai pegang usaha sendiri.

Finansial : Masih biasa saja, pas-pasan dan dibantu orang tua.

facebook-lifetime-value

10 TAHUN KEMUDIAN

Fisik : Lebih fit tapi masih suka kebablasan bergadang dan masih berusaha komitmen tidur jam 10 dan bangun jam 5 pagi.

Spiritual : Pengetahuan firman jauh lebih banyak. Karakter sudah dibentuk menjadi lebih baik. Tanggung jawab sekarang naik menjadi pemimpin, bukan yang dipimpin lagi.

Mental : Banyak ilmu didapat dari buku, Podcast, dan video. Lebih antusias dan bersemangat menambah ilmu.

Social : Jarang kumpul dengan teman-teman tapi masih ada beberapa teman yang rutin ditemui. Lebih sering kumpul dengan teman-teman dari Tjung Productions dan gereja. Lebih peduli dengan keadaan sekitar dan selalu mencari kesempatan untuk bisa membantu orang lain.

Daya Tarik : Ada orang-orang yang mau bergaul dengan saya dan belajar dari saya. Seharusnya itu membuat saya lebih menarik, benar?

Lingkungan Hidup : Punya teman-teman YouTuber dan beberapa influencer yang dikagumi. Terbuka untuk menambah networking dengan orang tak dikenal.

Karir : Sudah beberapa tahun pegang usaha sendiri dan mulai berkembang. Masih mencari lagi usaha lain yang bisa dikerjakan. YouTube mulai berjalan dan blog masih terus dilakukan. Mimpi menjadi penulis masih pending.

Finansial : Tidak berkekurangan dan akhirnya bisa melunasi cicilan rumah walaupun rumahnya masih belum jadi. Ada masukan tambahan juga dari hobi.


Nah dengan mengevaluasi semua itu maka kita akan mengerti kita sudah berada dimana. Lakukan secara rutin dan lihat sudah sampai mana kita melangkah. Kalau progressnya masih sedikit, mungkin cara-cara yang kita kerjakan sekarang tidak efektif. Cari cara barulah.

Be blessed!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s