Cara Mengenali Penyesat


Hari-hari ke depan akan ada banyak penyesatan terjadi. Jika kita tidak mengantisipasinya dari sekarang dan mengajarkannya kepad agenerasi penerus kita, maka akan lebih banyak orang yang beralih dari kebenaran.

Ibrani 5:11-14 | Peringatan supaya jangan murtad

11 | Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.

12 | Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.

13 | Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.

14 | Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

Jika kita tidak memiliki dasar yang kuat maka kita akan seperti anak kecil yang tidak memahami kebenaran sehingga kita mudah disesatkan dan akhirnya meninggalkan iman kita.


BAGAIMANA MENGENALI PENYESATAN?

Cara mengenali penyesatan adalah kita harus mengenali yang benar atau asli.

Ketika saya memberikan jam tangan yang tidak asli kepada seorang anak kecil, anak tersebut akan senang-senang saja. Mereka senang karena mendapatkan jam tangan yang mereka inginkan walaupun itu tidak asli. Mereka tidak bisa membedakan mana yang asli atau tidak.

Ini sama dengan ayat di atas dimana anak kecil tidak dapat memahami kebenaran. Anak kecil ketika mendengarkan firman, mereka senang-senang saja. Tapi kemudian mereka melupakannya. Mereka masa bodoh. Tidak mau ditegur. Tidak mau dikasih tahu.


BAGAIMANA MENJADI KUAT?

Menjadi kuat (STRONG) itu tidak sama dengan menjadi sanggup (CAPABLE).

Orang dewasa sanggup (capable) mengangkat beban 5 kg tapi kalau ada bayi yang bisa mengangkat beban 5 kg, maka bayi itu kuat (strong) karena dia bisa menanggung beban di atas rata-rata.

Kita, sebagai orang percaya, dituntut untuk menjadi kuat sehingga ketika penyesat datang maka kita bisa tahu perbedaannya.

Contohnya ketika kita hanya sanggup saja, kita tahu bahwa Tuhan bisa bicara melalui banyak cara untuk menyatakan diri-Nya. Tapi ketika kita kuat, kita paham jika Tuhan sedang berbicara kepada kita. Kita mengerti isi hati Tuhan dan apa Dia inginkan dari kehidupan kita. Kita mengenal Tuhan secara pribadi.

Alkitab itu penting untuk membentuk mindset kita. Ketika kita tidak menghabiskan waktu dengan Alkitab maka cara berpikir tidak akan kita selaraskan dengan Alkitab. Jangan hanya mendengarkan tentang Tuhan dari orang lain, tapi dengarlah Tuhan dari Tuhan sendiri yaitu dari Alkitab yang adalah suara Tuhan sendiri.


JANGAN HANYA MEMBACA, TAPI BELAJARLAH MELATIH DIRI

Belajar itu penting. Melatih diri itu juga penting. Jadi jangan hanya membaca saja.

Belajar sama siapa?

BAPA ROHANI

Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu. | 1 Korintus 4:15

Kita harus punya seorang bapa rohani. Bapa ini hanya 1. Tugasnya adalah melindungi. Bapa mau menginvestasikan waktunya untuk mengajarkan, mengarahkan, dan mendorong kita ke arah yang benar.

Dalam gereja, apakah kita memiliki seorang bapa rohani? Mungkin dia adalah gembala di gereja atau mentor kita atau ketua komsel kita.

Saya sendiri memiliki seorang bapa rohani yang adalah pembina saya dulu. Walaupun dia berada di luar kota sekarang, tapi saya selalu bisa mengandalkannya jika sedang ada pertanyaan atau pergumulan.

Tapi ingat, saat kita memiliki seorang bapa, maka kita harus siap dididik. Kita harus siap diberi tugas. Kita harus siap dibenarkan walau itu tidak mengenakkan.

GURU

Milikilah guru yang berkompeten. Kita bisa punya beribu pendidik. Tidak semua bapa punya kompetensi untuk mengajar kita. Misalnya ketika kita mau menafsirkan Alkitab dari bahasa Ibrani, kita perlu mencari guru yang memang mengerti bahasa Ibrani.

Saya banyak belajar dari para pastor yang ada di luar baik itu Rick Warren, Joel Osteen, Nick Vujivic, atau yang di dalam ada banyak juga pengajar-pengajar yang berkompeten dan relevan dalam mendidik. Di dalam gereja saya sendiri tentunya ada pengajar-pengajar yang memang dasar pengajaran dan doktrin gerejanya kuat.


SETELAH BELAJAR, PRAKTEKKAN

Sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. | Ef esus 4:14-15

Setelah belajar dan mengerti, kita perlu mempraktekkannya karena iman tanpa perbuatan adalah sia-sia.

Apakah kita sedang bertumbuh karena mengalami Kristus?

Kita sudah mengerti bahwa mengampuni adalah hal yang harus kita lakukan, apakah kita sudah bertumbuh menjadi orang yang pemaaf dan penyabar? Apakah kita menajdi lebih mengasihi? Apakah kita aktif di dalam persekutuan dan pelayanan?

Kita sudah mengetahui firman dan melakukannya, jadi kita tahu mana yang benar dan tidak. Jangan cuma nge-flow saja mengikuti keadaan (lihat di parit apa yang nge-flow ikut arus sampai ke kali). Jadilah taat. Nge-flow itu selalu ke bawah. Kita tidak mau menuju ke bawah. Kita mau semakin naik.

Taatlah, suka tidak suka, jika memang itu benar. Lakukan.


JANGAN BERALASAN SIBUK

Tapi saya sibuk. Saya tidak punya waktu tergabung dalam komsel. Saya tidak ada waktu untuk pelayanan. Saya tidak waktu untuk mengikuti pendalaman Alkitab. Baca Alkitab 1 pasal saja sudah sulit.

Buat kalian yang sering berkicau seperti ini, tolong cerna kalimat berikut ini sampai ke alam bawah sadar kalian.

Di dunia ini tidak ada orang yang sibuk, yang ada hanyalah masalah prioritas.

Mulailah mengatur diri supaya prioritas tertata dengan baik. Jika memang perlu ada yang dipangkas atau dibuang karena tidak mendatangkan manfaat, lakukan itu. Menentukan prioritas itu bukan berarti mengesampingkan hal-hal tertentu.


Cari tahu kebenaran itu. Hauslah akan kebenaran. Mereka yang haus akan disegarkan. Mereka yang mencari akan mendapatkan. Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya akan apa? Pinter. Jadi tunggu apa lagi! Tentukan prioritaslah!

Be blessed!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s