7 Prinsip Untuk Hidup Yang Berarti Dari Buku The Monk Who Sold His Ferrari


Beberapa minggu lalu saya baru selesai membaca buku ‘The Monk Who Sold His Ferrari’. Pernah dengar? Ini adalah buku lama tapi saya penasaran ingin membacanya setelah membaca buku 5AM Club (buku lebih baru) dari penulis yang sama, Robin Sharma.

Buku ini adalah salah satu buku yang saya suka. Banyak cara-cara yang relevan dan isa dipraktekkan. Cara penyampaiannya di buku ini seperti di novel dimana diceritakan seorang pengacara bernama Julian Mantle yang sudah terkenal dan kaya raya berusaha mengubah hidupnya setelah hampir menghadapi kematian. Pengacara ini akhirnya pergi ke India dan bertemu dengan para pertapa di sebuah gunung dan belajar tentang kehidupan yang mengubah kehidupannya.

Para pertapa ini bersedia mengajarkannya asalkan dia mau kembali dan membagikan apa yang dia pelajari pada yang lain. Julian kembali kepada salah seorang temannya. Uniknya, temannya ini tidak mengenalinya karena perubahannya yang sangat drastis. Tampangnya menjadi lebih muda dengan tubuh yang atletis, sangat berbeda dengan sebelumnya. Yang paling mengesankan adalah mantan pengacara yang akhirnya menjadi biksu dan menjual mobil Ferrari-nya ini memiliki aura yang positif.

Temannya yang penasaran akhirnya membuat janji makan malam bersamanya. Malam itu si mantan pengacara bercerita kepada temannya dari jam 7 malam sampai jam 7 pagi (kurang lebih). Di sinilah semua ilmunya bisa kita terima juga.

Banyak analogi pada buku yang digunakan untuk menjelaskan poin-poinnya sepeeti mercusuar, pesumo, taman, dan lainnya. Tapi di sini saya akan mau membagikan langsung inti dari setiap analogi yang ada di dalam buku itu dan apa saja yang bisa kita terapkan dalam hidup kita.


1. KUASAI PIKIRAN

Semua selalu berasal dari pikiran. Pikiranlah yang akan menentukan diri kita ke depannya. Pikiran yang menentukan kebiasaan yang akan menjadi karakter kita. Kualitas hidup kita ditentukan oleh kualitas pikiran kita. Oleh karena itu sangatlah penting untuk kita bisa menguasai pikiran kita.

Bagaimana cara untuk menguasai pikiran?

Fokuskan Pikiran

Ini sama seperti meditasi. Kita memfokuskan pikiran pada 1 objek. Misalnya pada sebuah bunga. Fokus pada bunga itu selama beberapa menit. Jangan biarkan pikiran kita beralih ke yang lain. Ini bukanlah sesuatu yang mudah karena biasanya pikiran kita suka melantur kemana-mana setelah berusaha fokus pada sesuatu.

Cara lain yang bisa kita lakukan, atau yang saya lakukan tepatnya, adalah dengan fokus bernafas. Coba deh sesaat setelah bangun tidur. Kita cari posisi duduk yang nyaman dan fokuskan diri kita pada pernafasan kita. tarik nafas dalam-dalam dan buang perlahan. Jika ada Apple Watch bisa menggunakan aplikasi Breathe.

LAWAN PIKIRAN NEGATIF

Seringkali pikiran negatif melintas, tapi bukan berarti kita mesti tenggelam di dalamnya.

Kita tidak bisa menghalangi burung terbang di atas kepala kita, tapi kita bisa menghalanginya membuat sangkar di atas kepala kita.

Ketika pikiran negatif datang, hiraukan. Jangan fokuskan kepada itu. Cara mengatasinya adalah ubah pemikiran itu menjadi sesuatu yang positif. Kita perlu mengganti pemikiran kita dengan pemikiran yang lain dan sebaiknya itu adalah hal yang positif.

Saat kita merasa tidak mampu, pikirkan bahwa kita bisa mengerjakannya. Kita punya disiplin dan ketekunan. Ketika sedang bad mood, jangan ikuti mood itu.

Jika kita mengalami kegagalan pun, itu bukanlah kesalahan. Itu hanyalah pelajaran dan kesempatan untuk semakin bertumbuh.

Visualisi

Imajinasikan impian kita. Imajinasikan keberhasilan kita. Imajinasikan diri kita memiliki tubuh yang ideal. Imajinasikan proses kita sedang berolahraga dan makan sehat. Imajinasikan diri kita sebagai orang yang disiplin dan kreatif.


2. IKUTI TUJUAN

Hidup kita harus digerakkan dengan tujuan. Tanpa tujuan, kita tidak akan bersemangat setiap bangun tidur. Kita tidak tahu apa yang harus kita kerjakan dan kemana kita harus melangkah.

You will never be able to hit a target that you cannot see.

Kita tidak bisa memukul target yang tidak kita lihat. Oleh karena itu tulislah tujuan kita. Apa yang mau kita capai dari segi fisik, emosional, materi, spiritual, dan lainnya.

Ada 5 metode yang bisa kita lakukan untuk mencapai tujuan kita.

1. MENTAL PICTURE

Kembali ke visualisasi dengan pikiran kita. Tujuan ini harus kita visualisasikan secara spesifik. Inilah yang dinamakan mental picture.

Memang tidak ada salah jika tujuan kita ingin menjadi pengusaha yang kaya raya. Namun ada tujuan yang lebih besar dari itu yang seharusnya kita, sebagai manusia, miliki. Tujuan itu haruslah tujuan yang membantu orang lain, yang tidak egois. Tujuan itu harus sesuai dengan yang benar.

Dengan punya tujuan, maka kita akan bersemangat dalam hari-hari kita.

2. BUAT TEKANAN POSITIF

Maksudnya adalah kita harus memaksa diri kita untuk mengejar tujuan kita. Jika tidak ada hukuman untuk kita. Misalnya kita bisa memberitahu teman-teman kita bahwa kita akan menulis sebuah buku selama 1 bulan ini. Dengan begitu ketika kita tidak mencapainya, kita bisa merasa malu dan gagal, apalagi setelah kita mengumumkannya secara publik.

Hukumlah diri sendiri jika tidak berhasil mencapai tujuan kita. Ketika kita membayangkan apa yang akan terjadi ketika kita tidka mencapai tujuan kita, maka kita akan tertekan dan semakin bersemangat untuk mengerjakan yang benar.

3. BUAT DEADLINE

Jangan pernah membuat tujuan tanpa batasan waktu dan tujuan yang tidak ditulis di sebuah kertas bukanlah sebuah tujuan.

Belilah sebuah jurnal yang akan menjadi buku impian kita. Bagi tujuan kita dalam beberapa section mulai dari tujuan fitness, tujuan finansial, tujuan pengembangan diri, tujuan hubungan, tujuan sosial, ataupun tujuan spiritual.

Penuhi buku impian ini dengan gambar dari hal-hal yang kita inginkan atau gambar dari orang-orang yang kita tahu sudah mendapatkan tujuan yang kita mau. Misalnya jika ingin punya rumah dengan kolam renang, isilah dengan gambar itu. Atau ingin menjadi seorang penulis novel seperti J.K Rowling, isilah dengan gambarnya.

4. LAKUKAN AKTIVITAS BARU SELAMA 21 HARI

Jika kita tidak berhasil mencapai tujuan kita dengan cara yang lama, maka kita perlu cara yang baru. Setelah memiliki tujuan yang jelas, buat deadline dan catatan untuk itu, maka kita harus melakukan aktivitas baru selama 21 hari yang membawa kita lebih dekat kepada tujuan kita. Dilakukan 21 hari karena itulah waktu yang dibutuhkan untuk membentuk kebiasaan baru.

Satu-satu cara membentuk kebiasaan baru adalah dengan mengarahkan semua energi dan fokus kita kepadanya sampai kebiasaan lama kita pergi sendiri.

5. NIKMATI PROSESNYA

Kita perlu menyadari bahwa waktu kita untuk berbahagia bukanlah ketika kita sudah mencapai tujuannya. Maksud saya di sini adalah berbahagialah saat ini juga. Berbahagialah di dalam perjalanan menuju tujuan tersebut. Nikmati prosesnya.

Seandainya kita ingin menurunkan berat badan. Ketika berat kita belum turun, jangan malah berkecil hati. Tetap nikmati prosesnya dan berbahagialah sambil bergerak mencapai tujuan kita itu.

Tetap berbahagia ketika kita menjalankan prosesnya.


3. LATIH ‘KAIZEN’

Kaizen adalah sebuah filosofi Jepang dimana kita terus melakukan perkembangan secara konstan dan tidak pernah berhenti.

Misalnya jika kita mau menjadi seorang penulis, maka dalam sehari menulislah setidaknya 15 menit. Jika mau sehat, berolahragalah setiap hari. Makan yang sehat. Lakukan 1 kebaikan setiap hari.

Sekecil apapun yang kita kerjakan akan membawa perubahan besar dalam hidup kita ke depannya.

Jadi jangan pernah menganggap remeh perbuatan sekecil apapun itu. Ini sama seperti sedang menabung dimana kita terus melakukan investasi terhadap diri kita sendiri sehingga di masa depan kita akan menjadi ahli.

Kita terus meningkatkan diri, terus bertumbuh setiap harinya.

Kita paling bertumbuh di saat kita masuk ke zona yang tidak diketahui.

Seringkali kita tidak berani melangkah karena kita takut dengan apa yang kita tuju. Jika kita memutuskan membuka usaha, apakah akan berhasil? Jika kita berhenti dari pekerjaan saya sekarang dan menjadi seorang pembuat konten, apakah akan menghasilkan?

Kita harus menaklukkan ketakutan kita untuk bisa menaklukkan hidup. Kenali kelemahan-kelamahan kita, hadapi, dan kalahkan semuanya.

BACA BUKU

Praktek yang paling baik untuk melatih ‘kaizen’ ini adalah dengan membaca buku setiap hari minimal 30 menit. Semua jawaban yang kita perlukan tertulis di sebuah kertas (atau sekarang mungkin ebook). Jadi buku akan mengeluarkan yang terbaik dari diri kita.

Buku hanyalah membantu kita melihat apa yang sebenarnya sudah ada di dalam kita.

Itulah sebabnya saya atau kalian juga sering mendapatkan inspirasi dan motivasi. Ide-ide berdatangan setelah membaca buku.

REFLEKSI DIRI

Untuk melatih ‘kaizen’, kita juga harus melakukan refleksi diri. Setiap hari ketika kita selesai beraktivitas, lakukan refleksi diri. Apa saja yang sudah kita lakukan hari ini? Apakah masih ada yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan?


4. HIDUP DENGAN DISIPLIN

Untuk bisa bertumbuh, tentunya dibutuhkan disiplin yang kuat. Sayangnya banyak orang yang menyerah di tengah-tengah. Niat mereka hanya bertahan sementara. apalagi ketika datang masalah, mereka langsung mundur.

Untuk bisa menjadi disiplin, mulailah dari sesuatu yang kecil. Bahkan bangun pagi lebih awal pun bisa meningkatkan kepercayaan diri kita sehingga kita terinspirasi untuk menggapai yang lebih tinggi. Kita perlu memaksakan diri kita untuk melakukannya. Saya pribadi sudah memaksa diri saya untuk bangun jam 6.30 pagi dan lari pagi selama 21 hari ini. Memang untuk masalah bangunnya masih beberapa kali bolong, tapi saya membiasakan diri untuk lari pagi sebagai aktivitas fisik pertama saya di pagi hari dan itu sudah berjalan sampai sekarang.

Saya, secara autopliot, akan mengenakan sepatu olahraga saya ketika selesai mencuci muka dan sikat gigi. Jika sudah terlalu siang, saya berlari di treadmill saya. Jika sedang malas, saya berlari sekitar 10 menit. Saya tetap rutin melakukannya dan sekarang saya semakin terbiasa dan memiliki tubuh yang lebih fit.

Awalnya mungkin kalau bangun pagi pasti akan sakit. Saya juga perlu melakukan pengorbanan seperti tidak melihat hp atau TV lagi 1 jam sebelum tidur.

Jika kita terus melakukannya, maka sesuatu yang tidak kita suka pun akan menjadi sesuatu yang kita suka.

Itulah kekuatan dari niat dan disiplin.


5. MENGHARGAI WAKTU

Apa kesamaan kita dengan Presiden Jokowi atau orang-orang berpengaruh di dunia ini? Kita sama-sama memiliki waktu 24 jam. Oleh karena itu lakukan sesuatu yang berarti dengan waktu kita.

Kita harus bisa memisahkan lemak dari dagingnya.

Kita harus tahu mana aktivitas kita yang berarti dan tidak karena kita hanya punya cukup waktu untuk melakukan sesuatu yang berarti untuk hidup kita.

Itu berarti ada yang harus kita katakan ‘ya’ dan ada yang harus kita katakan ‘tidak’.

Bayangkan hari ini adalah hari terakhir kita hidup di dunia ini. Apa yang akan menjadi karakter kita? Apa yang akan menjadi warisan kita? Apa yang akan orang-orang katakan tentang kita?

Jika hari ini adalah hari terakhir hidup di dunia, tidak mungkin kita menghabiskannya untuk bekerja. Pasti kita mengfhabiskannya bersama orang-orang yang kita sayang, melakukan hal-hal yang kita sukai. Dengan menghargai waktu maka kit amengingat kembali apa yang terpenting dalam hidup kita.

Kerjakan 20 persen yang paling berpengaruh untuk mendapatkan hasil 80 persen, Kiuta jkuga harus berani katakan tidak kepada orang-orang yang tidak membawa kita poada tujuan kita. Katakan tidak pada apapun yang tidak ada hubnya dengan masa depan kita,.

Kita hanya punya cukup waktu untuk mencapai hal-hal yang tertentu saja dalam satu hari.

Jika kita bilang ya pada semua, m,aka kita tidak mendapat apa-apa karena waktu kita terbatas.


6. MELAYANI DENGAN TIDAK EGOIS

Keberhasilan datang dari memberi bukan menerima. Keberhasilan bukanlah seberapa banyak kita mencapai sesuatu, melainkan seberapa banyak kita melakukan kontribusi. Itulah arti keberhasilan. Jika kita mau berhasil maka kita harus melayani dengan tidak egois.

Seorang pemimpin melayani. Semakin banyak kita memberi, semakin banyak perngaruh yang kita miliki. Orang-orang lebih percaya kepada kita ketika kita memberikan kontribusi dalam hidup mereka.

Melayani tidak harus dengan uang, bisa juga dengan waktu, energi, atau dengan berbagi pebgalaman dan pelajaran hidup.


7. HIDUP DI MASA SEKARANG

Jangan terobsesi dengan masa lalu atau masa depan. Fokuslah pada hari ini. Lakukan yang terbaik. Selagi ada waktu, habiskan dengan sebaik-baiknya sehingga kita tidak menyesali kehidupan kita.

Tujuan hidup adalah hidup dengan tujuan.

Hiduplah dengan penuh rasa syukur. Nikmati perjalanan hidup kita karena kita hidup hanya sekali dan jadikan hidup kita berarti.


Itu dia 7 intisarid ari buku ‘The Monk Who Sold His Ferrari’. Silakan baca sendiri karena pengalaman orang-orang biasanya berbeda-beda ketika membaca. Beritahu saya apa yang kalian temukan ya.

Setiap kita mau hidup kita menjadi berarti. Kita mau hidup dengan tujuan. Kita tidak mau hanya sekedar hidup saja, tapi kita mau benar-benar hidup. Saya sudah sangat sering mengatakan ini tapi biarkan saya mengingatkan kita sekali lagi.

Invertasi kepada diri sendiri adalah investasi yang terbaik yang akan pernah kita buat. Itu tidak hanya akan meningkatkan hidup kita, tapi juga meningkatkan hidup orang-orang di sekitar kita.

Be blessed!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s