Jangan Ikuti Kesalahan Saya Di Umur 20-an


Mau menyesal? Sudah terlanjur jadi bubur. Mau mengulang? Time traveller kale ya. Pada umumnya kita semua pernah membuat kesalahan dan kegagalan di masa lalu. Kalau bisa memberitahu diri saya saat 10 tahun lebih muda, pasti saya akan menyadarkannya untuk tidak melakukan kesalahan-kesalahan ini.


1. YANG PENTING KULIAH & DAPAT GELAR

Saya tidak tahu pada saat sekolah ingin menjadi apa ke depannya. Keluarga saya memang bukan keluarga yang mendidik dan mengarahkan anak-anaknya. Beda banget sama di luar yang umur 18 udah dilepas supaya bisa mandiri. Memang kalau keluarga Chinses ya begitu, selama mungkin sama orang tua terus.

Saya kuliah karena mengikuti jejak kakak saya. Universitas yang saya ambil pun adalah universitas yang sama. Jurusan yang saya ambil sama sekali tidak ada hubungan dengan minat saya saat ini. Saya mengambil Sastra Inggris. Saya mengambil jurusan itu karena dari kecil saya sudah les bahasa inggris. Padahal saya mendapat Grade A waktu tes kedokteran. Bisa bayangkan kalau saya jadi seorang dokter?

Tapi karena saya malas ketemu Matematika, Kimia, dan hafal-hafalan (di kedokteran pasti ada 3 ini), jadi saya pikir Sastra Inggris adalah jawabannya walaupun bternyata di sana saya juga harus banyak menghafal.

Jika memang ingin kuliah, ambillah jurusan yang bisa mengarahkan kita kepada impian dan tujuan kita. Saat ini gelar bukanlah segalanya walaupun ada beberapa profesi yang memang butuh gelar seperti dokter atau pengacara. Dapatkan ilmu sebanyak mungkin.

Intinya harus melakukan perencanaan terlebih dahulu


2. KURANG BERGAUL

Saya adalah seorang ambivert, lebih ke introvert. Jadi bergaul bukanlah bidang utama saya. Walaupun saya senang berkumnpul bersama teman-teman yang sudah saya kenal, saya seringkali kesulitan bergaul dengan orang yang belum saya kenal atau belum terlalu saya kenal.

Sekarang mungkin saya lebih supel dan walaupun masih bisa memulai kenalan duluan, saya bisa berbincang-bincang dengan baik ketika sudah berkenalan dengan seseorang. Dari sini pun saya mengerti betapa pentingnya bergaul.

Ini adalah tentang networking. Kita membangun hubungan. Kita sedang membangun komunitas. Kita membuat personal branding juga. Semakin besar networking kita, semakin besar pengaruh kita. Kita bisa membantu mereka juga. Begitu juga sebaliknya. Mereka bisa membantu kita karena kita sudah ada dasar saling percaya.

Bagi orang-orang ekstrovert mungkin bukan hal yang sulit, tapi buat yang lebih ke introvert seperti saya; kita harus belajar membuka diri dan melakukan networking. Banyak cara yag bisa dilakukan seorang introvert untuk bisa bergaul. Di lain artikel saya akan menjelaskan tentang ini. Tapi yang terpenting adalah miliki sebanyak mungkin teman di saat kita muda. Tidak ada salahnya, bukan?

Tapi ingat, jangan sampai kita terbawa ke dalam pergaulan yang buruk. Kita boleh saja berteman dengan mereka tapi kita tidak perlu mengikuti pergaulan mereka. Kita tidak pernah tahu ke depannya, orang itu bisa berubah dan bisa menajdi calon klien kita juga.


3. TERLALU PERFEKSIONIS

Inilah salah satu sifat saya yang paling buruk. Saya ingat semuanya terlihat sempurna terlebih dahulu baru saya mau memulainya. Saya mau semuanya sudah benar-benar direncanakan baru saya berani melangkah. Saya mau ada teman-teman yang siap bekerja sama baru saya berniat melakukannya.

Jangan tunggu keadaaan menjadi sempurna, mulailah dari sekarang.

Saya rasa semua pasti sering mendengarkan kalimat ini. Keadaan tidak akan pernah menjadi sempurna. Pasti selalu ada kesalahan. Pasti selalu ada resiko kegagalan. Itulah keuntungan dari umur 20-an. Kita bereksperimen dan tidak apa jika yang kita lakukan itu gagal. Pada akhirnya kita akan menemukan mana yang berhasil untuk kita.

Di umur 20-an kita belum punya terlalu banyak tanggung jawab. Jika kita gagal biasanya kita sendiri yang menanggungnya. Cobalah segala sesuatu. Kesalahan saya adalah saya hanya pernah mencoba 3x di umur 20-an yaitu bekerja untuk orang lain 2x dan mencoba membangun Production House sendiri. Setelah itu saya memutuskan mengambil jalan aman yaitu melanjutkan usaha orang tua saya dimana saya, pada awalnya, tidak terlalu interest.

Keluarlah dari zona nyaman.

Saya terus berada di dalam zona nyaman ini sampai akhirnya saya ingin membuat konten. Sekitar 3-4 tahun lalu akhirnya saya memutuskan untuk sambil membuat konten. Perlahan tapi pasti itu membawa hasil dan pengaruh dalam hidup saya dan juga orang lain.

Saat ini tanggung jawab saya lebih besar karena harus menjalankan usaha ini juga. Tapi saya membayangkan seandainya di umur 20-an saya benar-benar serius membuat konten dan memulai YouTube saya, pasti YouTube saya akan jauh lebih berkembang karena di jaman sekarang persaingan YouTube lebih ketat.


Saat ini baru 3 itu yang saya pikirkan. Tapi saya percaya segala sesuatu terjadi karena ada faedahnya. Jadi bukan berarti walaupun saya tidak memaksimalkan umur 20-an saya, saya tidak bisa berhasil sekarang. Justru saat inilah saya haru slebih fokus dan bekerja keras. Tidak ada yang mustahil, bukankah begitu?



Kalau kamu bisa bicara ke dirimu yang lebih muda, kira-kira apa yang bakal kamu kasih tahu ke dia?

Be blessed!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s