Lari VS Sepeda


Kalau kalian mengikuti kisah saya, kalian pasti saya bahwa saya sudah membiasakan diri untuk lari setiap pagi baik itu outdoor ataupun dengan treadmill. Lari adalah olahraga kardio yang menbuat saya tetap bugar dan bersemangat dalam hari-hari saya.

Tapi beberapa hari ini saya mulai mencoba bersepeda. Ya memang saya belum punya sepeda sendiri secara dimana-mana habis, sudah pesan tapi di bulan Agustus. Mungkin harus minta sama Jokowi?

Seandainya kalian disuruh memilih lari atau sepeda, mana yang kalian pilih? Di sini saya, secara subjektif, akan memberikan pandangan saya antara lari dan bersepeda.


LARI = SEPEDA

Lari dan sepeda sama-sama olahraga yang baik untuk membakar lemak. Dalam 1 jam lari bisa membakar 566-839 kalori. Sedangkan bersepeda dengan cepat dapat membakar 498-738 kalori per jam.

Kedua olahraga ini bagus untuk jantung. Resiko penyempitan pembuluh darah dapat berkurang. Bahkan ada penelitian bahwa dengan rutin melakukan lari atau sepeda bisa memperpanjang usia. Selain itu kedua olahraga ini mampu mengurangi resiko diabetes dan kanker.

Manfaat lainnya adalah meningkatlan kekuatan, menyeimbangkan otot, dan koordinasi otot tubuh. Stress juga berkurang sehingga hormon dopamin kita meningkat dan kita menjadi bersemangat dan positif dengan kehidupan.

Kedua-duanya juga bisa membangun otot terutama otot tubuh bagian bawah. Kita akan bekerja melawan resistensi dan menggunakan glute serta quad untuk memacu kecepatan.

Jadi di sini semua harus setuju dengan saya bahwa lari dan sepeda itu menyehatkan. Titik.


LARI VS SEPEDA

Lantas apa yang harus kita pertimbangkan untuk memilih di antara kedua olahraga ini? Yang pertama tentunya biaya. Lari hanya perlu sepatu dan masker (karena new normal). Sedangkan sepeda membutuhkan biaya lebih untuk bisa menggunakan sepeda yang bagus.

Lari cenderung menggunakan kekuatan yang lebih besar terhadap sendi daripada bersepeda. Jadi ada baiknya kita memperhatikan keadaan kesehatan dan tulang kita jika mau berlari agar tidak cedera. Dengan kata lain resiko cedera dari lari lebih tinggi daripada bersepeda terutama jika kita pernah mengalami cedera lutut.

Kemudian berlari hanya bisa dicapai untuk jarak yang pendek kecuali mau marathon ya. Tapi mau marathon juga tidak bisa menyamai jarak dengan bersepeda. Kita bisa ke pasar atau kemana-mana menggunakan sepeda karena lebih bisa menjangkau jarak yang lebih jauh.

Bagi saya pribadi bersepeda memang lebih mudah dilakukan dan tidak perlu effort lebih. Kita tinggal gowes dan jarak terlihat dekat. Tapi untuk berlari lebih butuh kesabaran dan kekuatan perlu dibangun hari demi hari. Saya ingat sekali beberapa hari saat rutin berlari, saya sudah membencinya. Saya sampai mengikuti coach (aplikasi di hp) yang berjudul ‘don’t want to run’ run. Di sana saya disemangati.


Saya mau belajar melatih disiplin dan kesabaran, itulah sebabnya saya lebih memilih berlari. Tantangannya lebih nampol. Bagaimana dengan kalian? Pilih berlari atau bersepeda?

Be blessed!

13 Thoughts

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s