Trekking 16 KM Ke Desa Cisadon


Yes, sekitar 2 minggu lalu saya bersama beberapa teman Doyan Jalan meluncur ke Sentul, ujung Jawa Barat untuk melakukan petualangan ke Desa Cisadon. Desa Cisadon ini adalah ujungnya Sentul dan bekas hutan pinus.

Bangun dari jam 3 pagi untuk bisa kumpul di meeting point tepat waktu, perjuangan banget ya. Kami berkumpul di titik trekking dekat dengan peternakan sapi kepunyaan Prabowo. Dari situ kita mulai deh perjalanan berjalan kaki alias trekking sepanjang 8 km menuju desa Cisadon. Saya bilang 16 km karena perlu jalan balik 8 km lagi nanti abis dari sana.

Tanjakannya di awal-awal cukup banyak tapi tidak selandai yang saya takutkan (trauma di Ijen). Cuaca juga untungnya sangat mendukung. Sejuk dan tidak ada hujan jadi ga becyek. Karena perginya rombongan jadi ya asyik-asyik aja. Ada sekitar 10-an.

Sambil trekking sambil ngobrol, berkenalan dengan senior-senior baru yang sering berpetualang. Tidak lupa juga foto-foto dan buat konten video vlog dan cinematic video.



Tempat pertama yang dilewati adalah peternakan sapi yang punya Prabowo juag sepertinya. Di sini kita bisa membeli susu segar yang baru diperas dari sapi, tentunya, bukan yang lain ya. Bisa beli keju juga. Kita cuma numpang lewat. pas balik karena harus menunggu sekitar 20 menitan, akhirnya kita tidak jadi cobain.

Lapar atau haus? Tenang saja, hampir di beberapa km, kita bisa menemukan warung-warung yang menjual buah segar, gorengan, kopi, dan lainnya. Jadi kita bisa sambil beristirahat juga sebentar kalau lelah.

Jangan kaget di sepanjang perjalanan akan ada sepeda dan motor bike yang lalu lalang. Mungkin karena saya pergi pas weekend juga jadi banyak yang ke sini. Jalan ke desa Cisadon ini bisa buat trekking, sepedaan, lari, dan juga bermotor ria. Tapi tetap harus hati-hati karena jalanannya terkadang ada tanah merah yang becek dan basah. Ada motor yang sempat jatuh karena licin, tapi tidak sampai ke jurang untungnya ya.

Yang paling saya senangi adalah di sekitar pertengahan perjalanan, kita disajikan air mata gunung langsung. Segarnya bukan main. Bisa buat refill minuman juga. Kemudian kita juga melwati hutan bambu dan ada bunga-bunga dandelion (kalau salah maafken) yang bisa ditiup-tiup kaya kapas gitu deh.

Akhirnya tibalah kami di desa Cisadon. Bagi saya sih tidak terasa karena sibuk membuat konten dan menikmati biru, hijau, cokelat pemandangan yang sudah lama saya rindukan akibat PSBB sekitar 3 bulanan haha. Saat tiba di papan desa Cisadon, tetap masih harus jalan sekitar 2 km untuk tiba di sungainya.

Dari sini kita akan melihat beberapa warga desa yang bekerja mengeringkan biji kopi luwak. Btw kopi luwak di sini sangat terkenal. Bijinya sendiri dijual 100,000 IDR per kg. kalau mau yang langsung jadi juga bisa dibeli dengan harga 35,000 IDR. Saya bukan penikmat kopi tapi teman-teman saya bilang kopi luwaknya sangat enak, strong, dan juga konon bagus buat pencernaan juga.

Desa ini bisa dikatakan masih belum ada sentuhan modernnya. Suasana pedesaan masih sangat terasa. Warga-warga di sana sangat ramah. Dan karena sudah lapar langsunglah melahap indomie 2 bungkus. Selain mie, ada juga pilihan nasi liwet. Banyak juga jajanan kampung seperti kerupuk-kerupuk dan tidak ketinggalan kopi luwaknya.

Sambil istirahat di gajebo menikmati sungai dan pemandangan desa, kita memuaskan lapar dan dahaga sambil bercanda tawa sebelum melanjutkan perjalanan pulang.

Dalam perjalanan pulang saya berpapasan juga dengan warga yang sedang memburu babi hutan. Mereka menggunakan anjing-anjing untuk melacak babi hutan dan setelah diketahui posisinya maka mereka siap menembakkan senapan mereka. Savage! Pertanyaannya babi hutannya mau diapain ya kalau ketangkap?

Saya memang belum ahli dalam membuat cinematic video tapi saya sangat bangga dengan hasil video cinematic saya di Cisadon. Video cinematicnya akan tayang di YouTube Tjung Productions hari Kamis nanti jam 6.30 malam. Ditunggu dan ditonton ya. Let me know what you think.

Overall, perjalanan bolak balik menuju dan dari desa Cisadon sangatlah menyenangkan. Sambil berolahraga tentunya dan bertemu dengan orang-orang baru tentunya membuat perjalanan ini menjadi semakin seru. Biasanya senior-senior hanya membutuhkan 3 jam untuk melakukan perjalanan ini. Tapi karena membawa makhluk-makhluk haus konten (saya dan teman-teman) malah menjadi 9 jam. Maafken ya, para senior. Semoga tidak kapok ajakin kita-kita lagi haha.

Be blessed!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s