Temukan Penderitaanmu Dan Buatlah Peraturan


Pernah membaca buku “The Subtle Art of Not Giving A F**k”? Di buku itu dikatakan setiap pilihan yang kita buat akan membawa masalah dalam hidup kita mau itu baik ataupun buruk. Memutuskan untuk berpacaran maka kita memilih untuk menambah masalah kita karena kita harus memperhatikan pasangan dan menyediakan waktu, tenaga, dan uang bersamanya.

Memilih untuk berhenti bekerja dan membangun usaha akan menambah masalah. Menikah dan punya anak akan menambah masalah. Pada dasarnya, masalah akan selalu ada dan tidak jarang itu akan menambah penderitaan kita. Bertambah anggota keluarga berarti akan menambah pengeluaran dan tanggung jawab. Oleh karena itu kita perlu memilih penderitaan mana yang mau kita jalani.

Dengan begitu banyaknya penderitaan, sebaiknya penderitaan itu adalah yang sepadan dengan hidup kita. Jangan menambah masalah yang tidak penting dalam hidup kita. Itulah sebabnya penting bagi kita membuat batasan supaya apa yang kita kerjakan adalah benar-benar hal yang berarti.

Jika ada penderitaan yang tidak sepadan, buatlah peraturan!

Temukan penderitaan itu. Jangan sampai penderitaan itu menyakiti kita atau orang-orang di sekitar kita.

Sebut saja kita alergi dengan makanan ini, maka buatlah peraturan untuk tidak memakannya. Jika kita seorang alkoholik dan itu menyakiti kita serta keluarga kita, buatlah peraturan untuk tidak meminumnya. Jika teknologi atau media sosial menjauhkan kita dari hubungan dan produktivitas, buatlah peraturan untuk membatasi atau tidak menggunakannya.

Pertahankan hal-hal yang baik dan cegah hal-hal yang buruk.

Saya ingin memberikan contoh peraturan yang harus dibuat dimana sebuah penderitaan terjadi pada kita dan orang-orang terdekat ketika kita kecanduan gadget.

  • Matikan atau jauhkan gadget saat waktunya membangun hubungan seperti makan malam keluarga, kencan, mengobrol bersama teman-teman, atau gathering.
  • Matikan email atau media sosial saat mengerjakan sesuatu yang penting atau saat membutuhkan fokus dan produktivitas dalam menyelesaikan tugas.
  • Batasi media sosial (15 sampai 1 jam sehari).
  • Jangan ada teknologi 30 menit sebelum tidur dan 30 menit setelah bangun.

Penelitian menunjukkan bahwa saat terlibat dalam sebuah pekerjaan yang membutuhkan pemikiran yang dalam dan diinterupsi oleh media sosial atau email, itu akan memakan waktu setidaknya 20 menit produktivitas kita.

Bagaimana kita bisa membuat peraturan itu? Gunakan rumus di bawah ini.

KEBEBASAN = TANGGUNG JAWAB = KASIH

Ini berarti kita bebas melakukan segala sesuatu asalkan kita mau bertanggung jawab atasnya. Tanggung jawab itu didasari oleh kasih terhadap diri kita dan orang lain. Dengan kata lain tanggung jawab itu tidak akan menyakiti kita dan orang lain.

Kita semua memiliki kebebasan untuk menentukan masalah kita, tapi tetap harus disertai tanggung jawab dan kasih. Kebebasan itu harus sepadan dengan tanggung jawab kita dan tanggung jawab itu harus tidak menyakiti kita dan orang lain. Jika kita tidak bisa bertanggung jawab atasnya maka jangan lakukan itu. Jika kita tidak bisa mengendalikan diri ketika marah, buatlah peraturan untuk belajar mengendalikan emosi.

Find the misery and make a rule!

Dengan begitu hidup kita akan memiliki batasan. Kita tidak bertindak sembrono. Kita tahu mana yang benar dan tidak. Kita tahu mana yang harus dikerjakan dan mana yang tidak. Kita bisa menahan diri.

Be blessed!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s