Fokus Pada Sistem, Bukan Tujuan


Seringkali kita memfokuskan diri kita kepada tujuan supaya berhasil. Membangun sebuah kebiasaan baik juga dimulai dengan menentukan tujuan kita mau bagaimana. kita mau punya tubuh yang sehat, mau bisa bermain musik, mau menulis sebuah buku, dan lainnya. Untuk bisa mencapainya maka kita melakukan kebiasaan-kebiasaan yang menuju kepada tujuan tersebut.

Bahkan kita disuruh untuk memvisualisasi tujuan kita. Tidak ada yang salah dengan tujuan yang mau dituju. Tapi kenapa rasanya tetap sulit sekali buat saya untuk bisa membentuk kebiasaan menuju tujuan itu?

Jawabannya terletak kepada sistemnya. Daripada fokus kepada tujuan, sebaiknya kita fokus dengan tujuan kita.

Tujuan adalah tentang hasil yang dicapai, sementara sistem adalah tentang proses menuju hasil tersebut.

Mungkin dari sini pemikiran kita mulai terbuka. Jika kita mau menjadi pengusaha, tujuannya adalah membangun usaha dengan omset milyaran. Sistemnya adalah dengan merekrut orang-orang yang tepat, mengetes produk, memasarkan, dan terus mengupgrade semua bidang usaha. Jika kita mau menjadi seorang penyanyi, tujuannya adalah dikenal dengan suara yang bagus. Sistemnya adalah melatih suara kita, mengikuti audisi, atau menerima feedback dari orang-orang.

Advertisements

Tujuan itu baik untuk menentukan arah kita. Sistem baik untuk membuat progress. Masalah datang ketika kita menghabiskan banyak waktu memikirkan tujuan kita tapi tidak punya cukup waktu untuk merakit sistemnya.


1. MENCAPAI TUJUAN HANYA SEMENTARA

Anggap saja kita sedang membuat tujuan untuk merapikan kamar kita. Pada saat itu kita termotivasi untuk merapikannya. Namun jika kita tidak punya sistem sebagai orang yang rapi, maka tidak lama kemudian kamar kita akan kembali berantakan. Kita perlu mencari lagi motivasi untuk bisa mendapatkan kamar yang rapi.

Ketika kita tidak fokus dengan sistem, maka kita hanya mengobati gejala tanpa menyembuhkan penyebab sebenarnya.


2. PEMENANG & PECUNDANG PUNYA TUJUAN YANG SAMA

Jrep! Itu kenyataannya. Orang yang menang dan kalah dalam sebuah pertandingan sama-sama mau menang. Orang yang sukses dan tidak sukses berbagi tujuan yang sama. Oleh karena itu tujuan bukanlah penyebab seseorang bisa menang dan berhasil.

Tujuan selalu ada di sana. Semua mau berhasil. Semua mau menjadi sehat. Semua mau punya uang banyak. Saat kita mengimplementasikan sistem yang berkelanjutanlah maka kita bisa mendapatkan hasil akhir yang berbeda dari mereka yang tidak berhasil.


3. TUJUAN MEMBATASI KEBAHAGIAAN

Kita berpikir bahwa di saat kita tiba pada tujuan, maka kita akan bahagia. Itu berarti kita sedang menahan kebahagiaan. Bahkan di saat kita sedang melakukan progress yang baikpun, kita tidak akan bahagia selama belum mencapai tujuan.

Kita perlu menikmati progressnya. Kita harus berbahagia bahkan di saat terjadi perubahan kecil yang baik dalam diri kita. Jangan tunda-tunda untuk berbahagia.


4. SETELAH TIBA, APA LAGI?

Anggap saja semua kerja keras kita akhirnya membawa kepada tujuan tertentu, jika tujuan adalah segalanya buat kita maka apa lagi yang harus dicapai saat sudah mencapainya? Inilah sebabnya banyak orang yang kembali kepada kebiasaan-kebiasaan lama mereka setelah mencapai tujuan mereka, termasuk saya.

Anggap saja semua kerja keras kita akhirnya membawa kepada tujuan tertentu, jika tujuan adalah segalanya buat kita maka apa lagi yang harus dicapai saat sudah mencapainya? Inilah sebabnya banyak orang yang kembali kepada kebiasaan-kebiasaan lama mereka setelah mencapai tujuan mereka, termasuk saya.

Pada awalnya saya sangat bersemangat membuat film pendek untuk acara Natal. Mulai dari script, audisi, syuting, dan editing dijalankan dengan semangat. Tujuan saya adalah menghasilkan film yang bisa membawa pesan dan mengbah orang yang menontonnya. Tapi setelah Natal, apa yang terjadi? Saya kembali harus memotivasi diri saya terus menerus untuk berkarya. bahkan tidak ada lagi film pendek yang saya buat.

Tujuan dari sebuah tujuan adalah untuk memenangkan pertandingan. Tujuan dari membuat sistem adalah melanjutkan pertandingan itu.

Kita sedang membentuk kebiasaan jangka panjang. Jadi setelah satu pencapaian, kita tidak stuck di sana. Akan ada pencapaian demi pencapaian lagi.


Ini juga membuka pemikiran saya bahwa selama ini saya sampai membuat daftar tujuan saya, tapi saya tidak menulis secara detil bagaimana untuk bisa mencapai tujuan-tujuan itu. Apa yang harus saya kerjakan setiap harinya adalah sistem yang seharusnya saya fokuskan.

Be blessed!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s