Leon Ferdinand, Mantan Pembunuh Bayaran Yang Pernah Mengalami Kematian


Sekitar semingguan lalu, saya berkesempatan untuk membuatkan video interview untuk Michael Howard bersama dengan Leon Ferdinand. Mungkin nama Leon Ferdinand terdengar asing, saya pada awalnya juga tidak mengenalinya. Namun melalui tanya jawab antara Michael dan Leon, saya pun jadi tahu kisah hidup dari Leon ini. Kisah ini sangat layak untuk saya bagikan.

Leon tumbuh di dalam keluarga yang kurang harmonis. Bahkan ibunya sendiri berusaha menggugurkannya sampai 3 kali namun tidak berhasil karena di percobaan ketiganya, ibunya terancam nyawanya jika terus melanjutkan.

Leon menemukan arti keluarga di dalam sebuah organisasi dimana dia dilatih menjadi seorang pembunuh bayaran. Bahkan dia bisa membunuh secara gratis, wow! Seperti yang dikatakan oleh Leon, “Lingkungan yang baik membuat orang jahat baik. Tapi lingkungan yang jahat membuat orang baik sekalipun menjadi jahat.”

Baginya saat itu adalah perbuatan yang benar karena dia belum mengenali nilai-nilai kebenaran. Aksinya itu membuatnya terlibat narkoba juga dan sempat membuatnya hampir kehilangan nyawanya dimana dia diserang dan mengalami banyak tusukan sampai jaringan usus, paru-paru, dan ginjalnya hancur.

Untungnya dia sempat tertolong oleh seorang sopir taksi yang tidak melihat darah pada tubuhnya. Sopir itu sadarnya belakangan dan segera membawanya ke rumah sakit. Di hari kedua di rumah sakit, Leon putus nafas. Dokter memperjuangkannya dengan alat sampai kurang lebih 3x dan dia kembali hidup.

Sebelum putus nafas, Leon berjanji kepada Tuhan bahwa dia akan memberikan hidupnya kepada Tuhan jika dia sembuh. Sekitar 8 bulan kemudian, Leon ternyata sembuh dengan ginjal, paru-paru, dan usus yang sudah dipulihkan (dokternya sampai bingung). Namun yang namanya panggilan pasti tidak akan kemana.

Pada akhirnya Leon menjadi seorang pendeta dan membangun sebuah gereja di Depok. Saat ini dia juga aktif melayani di penjara-penjara. Leon sempat mengatakan bahwa kebanyakan mereka yang di dalam penjara (pembunuh, psikopat, dan pemerkosa) memang mengalami broken home dan pernah di-abuse.

Leon rindu orang-orang yang dulunya seperti dia dipulihkan sama seperti dirinya. Dia mau kebaikan yang dia terima dari Tuhan juga diterima oleh yang lainnya.

Lebih baik mantan penjahat daripada mantan pendeta.

Pesan darinya adalah selama kita dikasih nafas, kita harus menjadi orang yang bermanfaat minimal buat keluarga. Don’t do drugs, berkarya, just be yourself, dan jadi berkat. Ada amin?

Be blessed!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s