Apakah Kita Sudah Berada Di Tempat Yang Tepat?


Kenapa keadaan saya masih begini-begini saja? Teman-teman sudah berkembang dan berhasil tapi kenapa saya tidak bisa seperti mereka? Kenapa keberhasilan saya hanya stuck di sini saja?

Jika ini adalah kasus kita, mungkin sudah saatnya kita mempertanyakan judul artikel ini. Apakah kita sudah berada di tempat yang tepat?

Budaya atau kultur adalah sekumpulan orang yang berbagi nilai dan kepercayaan yang sama. Ketika kita berbagi nilai dan kepercayaan ini, maka timbullah saling percaya. Saling percaya inilah yang membuat manusia bisa bertahan hidup dan bertumbuh.

Di jaman dulu manusia bisa meninggalkan istri dan anak-anak di sebuah lingkungan yang dipercaya. Komunitas ini akan melindungi keluarga dan barang-barang ketika manusia itu sedang tidak ada.

Jika disuruh memilih seorang tukang untuk membenarkan kebocoran di rumah, apakah kita memilih tukang yang dari luar kota atau memilih tukang yang direkomendasikan tetangga atau teman kita? Tentunya jawabannya sudah pasti yang kedua. Kita mempercayai orang-orang yang berada di komunitas kita.

Sebaliknya, itulah sebabnya kita tidak bisa berteman dengan semua orang. Mau sebagus atau secocok apa kelihatannya orang itu dengan kita, itu tidak bisa memastikan bahwa persahabatan akan terjalin. Dunia ini dipenuhi dengan kultur yang berbeda-beda. Menjadi seorang Batak bukanlah lebih baik daripada seorang Tiong Hoa. Catat ini.

Tidak ada budaya yang lebih baik atau lebih buruk, yang ada hanyalah budaya yang berbeda.

Budaya Asia mengutamakan kekeluargaan dan berbakti pada orang tua sementara budaya barat mengutamakan kemandirian dan kebebasan tanpa harus terikat dengan orang tua. Ada orang yang lahir di budaya tertentu tapi merasa tidak cocok. Itulah sebabnya ketika dia pindah dan tinggal di budaya yang pas dengannya, dia lebih memilih untuk tinggal di sana.

Begitu juga dengan hidup di ibukota atau hidup di tempat yang lebih terpencil. Banyak yang berpikir untuk mengejar mimpi di ibukota namun ternyata tidak bisa mengikuti budaya yang ada. Ketika dia pindah ke budaya yang lain, dia malah bisa sukses di sana.

Kuncinya ajalah mengenali tempat mana yang memiliki budaya kuat dan karakter yang sesuai dengan kita. Kita akan bisa melakukan lebih baik dengan budaya yang pas dengan kita.

Kita menjadi lebih baik di tempat yang merefleksikan nilai dan kepercayaan kita.

Jika kita tidak bertumbuh di satu tempat, mungkin sudah saatnya kita melangkah mencari tempat lain yang akan membuat kita bertumbuh. Ketika satu tempat kerja tidak sesuai dengan nilai dan kepercayaan kita, mungkin sudah saatnya mencari tempat kerja lain. Ketika pertemanan tidak sesuai dengan nilai dan kepercayaan kita (yang benar, tentunya), mungkin sudah saatnya kita menjalin hubungan dengan mereka yang berbagi nilai dan kepercayaan yang sama.

Begitu juga dengan usaha. Tujuan kita bukanlah bekerja sama dengan mereka yang mau apa yang kita punya, melainkan bekerja sama dengan orang yang percaya dengan apa yang kita percayai.

Tinggallah dan bekerjalah di tempat dimana secara alami kita bisa melesat karena nilai-nilai dan kepercayaan kita sejajar dengan nilai-nilai dan kepercayaan dari budaya yang ada.

Sebuah perusahaan adalah sebuah budaya. Perusahaan terdiri dari orang-orang yang disatukan dengan nilai-nilai dan kepercayaan yang ada dalam perusahaan itu. Jadi jika ada orang yang tidak berbagi hal yang sama maka jangan biarkan orang tersebut berada dalam tim.

Kuncinya adalah bukan hanya mempekerjakan orang-orang dengan kemampuan yang kita butuhkan, tapi mempekerjakan mereka yang percaya apa yang kita percaya.

Be blessed!

2 Thoughts

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s