Kualitas Tidur Mempengaruhi Mental


Sebagai salah satu penganut begadang tentunya saya tidak memikirkan betapa pentingnya kualitas tidur. Namun semakin dewasa alias tua, saya semakin bijak dan saya menemukan pentingnya tidur yang berkualitas. Akhirnya saya memutuskan untuk menjadi seorang morning person (orang yang bangunnya pagi).

Biasanya saya bisa tidur jam 1 atau 2 pagi, bahkan bisa jam 4 pagi (dan itu cuma buat main game saja, saudara-saudara!). Namun sekarang jam 9 saya sudah mengantuk dan tiduran di kasur. Kalau saya tidak main curang dengan main game atau nonton atau lihat hp, saya pasti akan lelap cepat. Tapi semakin saya melihat layar, semakin saya tidak bisa tidur padahal sudah capek.

Ya, itulah kesalahan saya. Menurut buku Lagom, kualitas tidur menentukan kesehatan jiwa kita. Kita suka stress dan tidak mood karena cara tidur kita tidak benar.

Kasur hanya boleh digunakan untuk sex dan tidur, nasehat dari Kubicek Boye.

Hal-hal yang lain harus dilakukan di luar kamar.

Kepoin orang sebelum tidur di media sosial bisa membawa kita kepada FoMO (Fear of Missing Out), ini serius. Selain itu ini akan mengurangi kualitas tidur kita. Cahaya dari layar mempengaruhi kemampuan untuk tidur. Para ahli mengatakan bahwa kita mesti menghindari cahaya dari layar itu minimal 1 jam sebelum tidur.

Jadi apa yang mesti kita lakukan di kasur ketika mau tidur? Kembali ke jaman dulu. Saya sendiri prefer membaca buku. Yang ga suka dan ngantuk kalau membaca buku, justru bagus ‘kan bisa bikin cepat tidur. Saya sendiri akan membaca sampai mengantuk.

Penelitian juga mengatakan ada baiknya mandi air hangat (tapi say atidak lakukan, lebih suka mandi air dingin haha!). Mendengarkan musik yang tenang juga cara yang bisa dilakukan untuk bisa cepat tidur. Selain itu bisa juga melukis atau menggambar (bukan gambar di hp ya), menyulam, atau cuddling sama keluarga dan binatang kesayangan.

Satu masukan lagi dari saya adalah siapkan jurnal di dekat kasur. Seringkali ide-ide dan tugas akan bermunculan sebelum tidur. Kita tentunya tidak mau melewatkan itu dan tidak mau banyak memikirkannya karena sudah saatnya tidur. Segera catat itu di jurnal dan review catatan kita di pagi hari.

Selamat tidur! Eh? Bangun!

Be blessed!

9 Thoughts

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s