Dari Pembuat Konten Pemula Sampai Pro


Di sini saya mau membagikan pelajaran dari pengalaman saya sebagai pembuat konten yang tadinya cuma iseng-iseng tidak berharap hadiah sampai akhirnya menjadi seorang pembuat konten yang bisa me-monetize hobi saya dan diakui.

Saya membagikan ini dari sisi pembuat konten terutama videografer. Tapi cara-cara inibisa diaplikasikan juga buat kalian yang sedang ingin bertumbuh lebih serius dalam bidang kalian.

Jika artikel ini bermanfaat, jangan ragu untuk membagikannya supaya kehidupan kita bersama menjadi lebih baik. Follow dan like juga ya supaya saya makin bersemangat menulis.

Bagaimana supaya bisa bergerak dari seorang pemula menjadi profesional?


1. INVESTASI PADA KEAHLIAN

Tidak ada yang lebih baik dari menginvestasikan diri kita kepada keahlian. Ini lebih penting daripada pada peralatan. Semahal dan sebagus apapun peralatan yang digunakan, jika keahlian kita segitu-gitu saja maka hasil yang didapatkan juga tidak akan WAH!

Berawal dari otodidak membuat video, saya akhirnya mengikuti kelas media intens selama kurang lebih 30 hari untuk belajar producing dan directing. Tempatnya itujuga sangat jauh dan saya harus menginap di dorm dari Senin sampai Jumat. Tapi dari sanalah perjalanan saya membuat konten video berjalan. Saya mulai menghasilkan film-film pendek untuk gereja danmulai berkembang membuat YouTube dan sekarang membuat Cinematic Video serta bekerja dengan beberapa YouTuber dan juga perusahaan.

Sumber : Unsplash

Saya juga tidak pernah berhenti belajar. Ketika ada klien yang meminta saya untuk membuat sesuatu yang belum saya ketahui caranya, saya anggap itu sebagai tantangan untuk naik level. Banyak jurus-jurus baru dalam mengambil gambar dan editing yang saya temukan dalam perjalanan.

Kalau kalian perhatikan video-video saya,kalian akan menemukan bahwa saya mulai mengenal low angle (syut video dari bawah) menggunakan gimbal, bermain transisi, menggunakan drone, musik underwater yang menjadi agak mendem, dan teknik color grading. Dalam foto–foto di Instagram pun saya belajar membuat presets sendiri dan edit foto menjadi lebih profesional.

Selalu tingkatkan diri dan jangan takut jika ada sesuatu yang belum diketahui. Anggap itu sebagai tantangan untuk kita menjadi lebih profesional.


2. GUNAKAN PERALATAN YANG TEPAT

Awalnya mungkin kita boleh membuat konten menggunakan smartphone. Tapi pada akhirnya kita harus beralih menggunakan peralatan yang lebih profesional. Selain hasil yang didapatkan akan lebih ciamik, kiata juga akan lebih dipercaya oleh calon-calon klien kita. Ga mungkin ‘kan saat ditanya kamera apa yang digunakan, kita menjawab iPhone?

Sumber : Unsplash

Mungkin ada orang yang rada gaptek seperti saya. Saya sendiri suka keder memilih peralatan. Bahkan jenis lensa saja, saya masih suka lupa dan rada bingung. Carilah review-review di YouTube atau tanya pembuat konten lainnya. Satu tips saya jangan terlalu banyak berpikir dan pilihan. Jika sudah ada 1 yang mengena di hati kalian, coba gunakan itu.

Seiring perjalanan kita bisa menambah atau mengganti peralatannya. Bahkan sekarang setelah saya mendapatkan uang dari hobi ini, saya bisa membeli yang baru dengan hasil yang saya peroleh.


3. NETWORKING

Setiap orang yang ditemui bisa menjadi calon klien, jadi bersosialisasilah. Seorang introvert juga bisa melakukan networking, saya pernah menulis tentang itu juga. Dari mengobrol biasa akhirnya bisa membawa pada kesempatan bekerja sama.

Klien-klien yang sudah pernah bekerja sama pun bisa melakukan repeat order serta memperkenalkan kita kepada yang lain jika hasil kita memang memuaskan dan kita menjadi orang yang senang diajak bekerja sama.


4. PAMER DI MEDIA SOSIAL

Pamer yang saya maksud adlaah perlihatkan hasil-hasil kita di media sosial. Saat iniYouTube menjadi pilihan pencarian nomor 2 setelah Google. Berikan inspirasi, tutorial, motivasi, atau apapun itu yang kita senang kerjakan pada media sosial baik di YouTube atau yang lain.

Media sosial ini menjadi port folio gratis kita. Temukan niche kita dan konsisten pada itu. Seorang teman saya, Ruby Herman, yang fokus pada niche properti, kini mulai mendapatkan banyak panggilan untuk mereview properti serta memberikan training pada properti. Semua ini bermula dari dirinya yang konsisten pada YouTube dan media sosial lainnya tentang properti.

Daripada menggunakan media sosial untuk kepo-in orang atau menghabiskan waktu dengan sia-sia, kenapa tidak gunakan itu untuk melakukan personal branding?


5. PERCAYA PADA DIRI SENDIRI

Yakinlah pada kemampuan diri sendiri. Ketika bertemu dengan calon klien, kita harus percaya diri. Anggap diri kita sebagai seorang profesional. Miliki integritas dan karisma untuk mempresentasikan diri kita sebagai seseorang yang kompeten di bidang kita.

Jika kita melihat mereka yang saat ini menjadi profesional di bidang mereka, mereka pasti bermula dari seorang amatir. Kepercayaan diri inilah yang membawa mereka kepada pertumbuhan demi pertumbuhan sehingga mereka semakin yakin kepada diri sendiri.

Lawan dari keraguan dan kekhawatiran kita akan masa depan adalah dengan membuat progress, dengan terus bergerak, terus menghasilkan. Saya sendiri kaget melihat hasil-hasil karya yang telah saya buat dan suka bertanya kenapa saya bisa membuat seperti itu. Namun itu semua terjadi karena saya terus mengerjakan apa yang saya bisa. Perlahan namun pasti saya naik level dan karya saya semakin membaik, setuju?


Itu dia 6 hal yang akan membawa kita kepada level yang lebih profesional. Pertanyaannya, di bagian mana kita mengalami masalah? Bagaimana solusinya?

Be blessed!

3 Thoughts

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s