Mengganti Kebiasaan


Mungkin di antara kalian ada yang pernah memiliki beberapa kebiasaan ini atau mungkin ada yang masih memilikinya? Saya sendiri pernah dan masih berjuang dengan beberapa kebiasaan buruk ini.

Hey! Jangan cuma baca dan belajar saja, tapi hargai penulisnya dengan like, follow, dan kasih pendapat di komen serta bagikan supaya kehidupan bersama lebih baik.

Sebuah kebiasaan buruk tidak bisa dihilangkan. Kita perlu menggantinya dengan kebiasaan lain karena kebiasaan yang dihilangkan maka akan membuat kita bingung apa yang harus dibiasakan. Pada akhirnya kita akan kembali kepada kebiasaan lama.

Itulah sebabnya kita perlu belajar mengisi kebiasaan buruk yang mau kita hilangkan. Ganti kebiasaan dengan yang lebih baik. Di sini saya mau bagikan, berdasarkan pengalaman, beberapa kebiasaan buruk yang mungkin mau coba diganti juga.


1. Nonton Maraton : Tidur

Saya masih berjuang dengan 1 ini. Saat ada film seri Netflix yang saya suka, saya bisa bergadang untuk mengejar episode-episodenya. Pada akhirnya saya jdi kekurangan tidur dan kehilangan tenaga serta produktivitas di keesokan harinya.

Photo by KoolShooters on Pexels.com

Batasi kebiasaan nonton maraton ini. Cara saya adalah dengan tidak menonton sampai selesai karena hampir di setiap akhir episode kita akan dibuat penasaran dengan episode berikutnya (cliffhanger) sehingga kita akan terus menonton. Jadi sebisa mungkin saya akan menghentikan tontonan saya jika memang sudah melewati jam tidur.


2. Teman-teman Toxic : Mentor

Mungkin toxic terlalu kasar, tapi yang saya maksudkan di sini adalah teman-teman yang tidak akan membuat kita bertumbuh lebih baik.

Jika kita melihat orang-orang dalam lingkaran kita dan tidak terinspirasi, maka kita tidak memiliki lingkaran; kita memiliki kandang.

Kandang ini tidak akan membuat bertumbuh. Jika teman-teman kita hanya suka bergosip atau menghabiskan uang atau hanya mencari kita pada saat mereka butuh saja, maka kita perlu memikirkan mencari orang lain yang bisa membantu kita untuk bertumbuh menjadi lebih baik.

Gantilah teman-teman toxic ini dengan mentor. Mentor tidak harus seseorang yang bisa bertemu muka setiap saat. Kita bisa belajar dari video ataupun dari buku. Cari tahu kehidupan dan pemikiran orang-orang berhasil yang kita mau pelajari sesuai bidang dan impian kita.


3. Fast Food : Masakan Rumah

Siapa yang tidak suka dengan fast food? Siapa juga yang tidak tahu bahaya dari fast food ini? Ganti kebiasaan ini dengan masakan rumah. Selain lebih sehat, juga lebih jemat bukan? Siapa tahu kita menemukan hobi baru dalam memasak? Jangan lupa bagikan ke saya ya haha,


4. Layar Kaca : Latihan

Layar kaca ini bisa berarti menonton film atau berita atau media sosial atau apapun itu yang membuat kita tidak lepas dari gadget atau alat elektronik. Terpaku dengan layar sangatlah tidak sehat. Gantilah ini dengan latihan. Bergeraklah. Berolahragalah. Berkeringatlah.

Photo by Pixabay on Pexels.com

Setidaknya habiskan setengah jam berolahraga setiap harinya. Main gadget saja bisa sampai berjam-jam, kenapa tidak bisa menyisihkan setengah jam untuk latihan?


5. Mengeluh : Bersyukur

Mengeluh tidak akan membawa kita kemana-mana. Malahan kita hanya akan stuck di masa lalu. Kita harus hidup di masa sekarang. Syukuri apa yang sudah kita alami dan lihat sisi positifnya.

Yang terpenting sekarang adalah di masa ini. Apa yang kita kerjakan sekarang akan mengubah masa depan menjadi lebih baik. Jadi berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.


6. Banyak Berpikir : Tindakan

Ini adalah salah satu penghalang saya dari dulu untuk maju. Bagaimana kalau saya tidak memiliki kemampuan yang dibutuhkan? Siapa yang akan membantu saya? Bagaimana kalau mereka tidak suka dengak yang saya kerjakan? Apa yang akan dipikirkan yang lain?

Jika saya terus berpikir dan berpikir tanpa bertindak maka saya tidak akan sampai menjadi seperti sekarang. Saya tidak akan pernah bertemu dengan orang-orang dan networking yang membuat saya menjadi lebih baik.

Ketika saya mulai bertindak, saya mulai dikenal. Hasil karya saya diakui. Banyak orang meminta pendapat saya. Saya meniliki kredibilitas di bidang pembuatan konten. Ini semua tidak akan pernah terjadi jika saya terus berpikir dan berpikir dan tidak berani melangkah keluar dari zona nyaman.

Khusus introvert pasti hal ini lebih berat. Kita ragu bertemu dengan orang-orang baru. Kita takut tidak bisa bersosialisasi dan mendapatkan kepercayaan klien. Saran saya buat kalian (saya juga dulu sangat introvert) adalah ambil resiko.

Lalukan sesuatu yang tidak mau kita lakukan.


7. Menyalahkan : Tanggung Jawab

Yang terakhir adalah berhenti menyalahkan diri sendiri atau orang lain. Setiap orang pernah gagal. Setiap orang pernah dianggap remeh. Orang lain bisa menggagalkan kita. Tapi menyalahkan hanya akan membuat kita lebih stagnan.

Terima tanggung jawab. Kita punya peranan dalam setiap kegagalan kita. Orang lain bisa menyakiti kita tapi kita bertanggung jawab atas respon yang kita ambil dalam menyikapinya. Daripada menyalahkan, belajarlah dari kegagalan itu dan mulai bertanggung jawab atas kehidupan kita.

Menerima tanggung jawab adalah awal langkah kita menuju pertumbuhan.


Itu dia 8 kebiasaan yang sebaiknya mulai kita ganti. Pertanyaan saya, apakah kebiasaan-kebiasaan kita saat ini menahan kita untuk bertumbuh menjadi lebih baik? Jika iya, mau tunggu apa lagi? Ganti itu!

Be blessed!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s