Pikirkan Lebih Dari Sekali


Bagaimana kita menggunakan waktu kita? Apakah teknologi atau apapun itu yang kita gunakan sedang menguras waktu untuk hal-hal yang tidak akan membuat kita menjadi lebih positif, kreatif, dan produktif?

Hey! Jangan cuma baca dan belajar saja, tapi hargai penulisnya dengan like, follow, dan kasih pendapat di komen serta bagikan supaya kehidupan bersama lebih baik.

Pada awalnya saya memutuskan untuk membeli iPad karena saya berkomitmen untuk menulis lebih sering. Namun pada kenyataannya, iPad itu hanya menjadi tempat saya bermain game atau melihat-lihat media sosial. Begitu banyak pengalihan yang ditimbulkan dari Ipad.

Ambil kendali waktu dan perhatian dari banyaknya pengalihan yang berusaha mencuri semua itu.

Kita perlu mempertanyakan berulang kali kenapa kita menggunakan sesuatu dan apakah sesuatu itu menjadikan kita lebih baik atau tidak. Saya menemukan ada 2 macam pendekatan dari buku Deep Work (Cal Newport) yang sering diaplikasikan seseorang ketika memutuskan untuk menggunakan suatu alat.


THE ANY-BENEFIT APPROACH

The Any-Benefit Approach mengatakan bahwa jika penggunaan suatu alat memberikan 1 manfaat saja atau membuat kita tidak ketinggalan sesuatu, maka kita perlu menggunakannya.

Contohnya adalah media sosial. Ketika menggunakannya, kita menemukan manfaat dimana kita tidak akan ketinggalan berita atau kabar terbaru dari teman-teman dan orang-orang yang kita ikuti.

Photo by Marta Wave on Pexels.com

Pada awalnya saya berpikir bahwa iPad yang dibeli akan memberi manfaat dimana saya akan lebih tertarik untuk menulis. Makanya saya membeli dan menggunakannya. Namun setelah membeli yang ada, saya hanya menghabiskan lebih banyak waktu bermain game dan membuak media sosial. Sudah buka di iPad, kemudian buka di iPhone (padahal isinya sama saja, capcay!).


THE CRAFTSMAN APPROACH

The Craftsman Approach melihat lebih dalam lagi kepada keberhasilan dan kebahagiaan dari kehidupan profesional dan pribadi kita. Kemudian mempertanyakan apakah ketika menggunakan alat tersebut hanya akan membawa dampak positif yang melebihi dampak negatifnya?

Kita kembali ke contoh media sosial. Ya, kita tidak akan ketinggalan berita ataupun kabar orang-orang yang kita ikuti atau kepoin. Namun bagaimana dengan dampak negatif? Apakah dengan menggunakannya, kita malah menghabiskan berjam-jam yang seharusnya bisa kita gunakan untuk membaca atau belajar sesuatu baru atau melatih hobi hingga bisa menghasilkan?

Photo by Teddy tavan on Pexels.com

Apakah media sosial membuat kita membanding-bandingkan? Apakah kita menjadi semakin tidak secure dengan diri kita karena harus terlihat sempurna di media sosial? Apakah kita lebih mempedulikan orang-orang di dunia maya daripada orang-orang yang berada di depan dan samping kita?

Jika memang negatif lebih besar daripada positif, maka kita perlu meninggalkannya. Kita harus ambil kendali. Sekarang ganti alat itu dengan media sosial dengan acara televisi. Apakah kita lebih senang melihat pertemanan di layar kaca daripada menjalin pertemanan di dunia nyata? Apakah kita lebih senang melihat kisah percintaan daripada membangun hubungan dengan orang-orang yang kita cintai?

Ketika saya menyadari hal ini, saya teringat bagaimana saya berusaha mengambil alih kendali saat menggunakan iPad. Saya menghapus semua game yang ada di iPad saya. Saya membatasi penggunaan media sosial. Ya, walaupun saya sangat jarang menulis menggunakan iPad (lebih suka mengetik di keyboard laptop), tapi sekarang saya menggunakan iPad untuk mengedit semua foto dan video yang akan saya post di Instagram dan TikTok.


Ketika kita menggunakan suatu alat, sebaiknya jangan senang terlebih dahulu ketika alat itu bisa memberikan 1 manfaat saja. Pertanyakan kembali apakah alat itu hanya akan menjadi pajangan? Apakah alat itu hanya akan membuang waktu dan uang? Daripada menggunakan pendekatan ‘The Any- Benefit’, gunakan pendekatan ‘The Craftsman’.

Be more positive, creative, and productive! Be blessed!

8 Thoughts

  1. Salah satu jurus mujarab yang pernah aku baca dari buku “atomic habbits” sama kaya yang dijelaskan di atas, intinya gunakan 1 alat hanya untuk 1 tujuan. Karena kalau tidak bisa menyebabkan distraksi.

    Suka

  2. Salah satu jurus mujarab yang pernah saya baca memang hampir seperti yang dijelasin diatas, “gunakan 1 alat hany untuk 1 tujuan” karena kalau tidak bisa menyebabkan distraksi

    Suka

  3. Saya sungguh dapat manfaat dari tulisan ini. Apalagi klo membahas tentang medsos, rasanya akhir” ini banyak org yg menghabiskan waktunya utk scrolling di medsos. Tapi, dari pada menghabiskan waktu utk akses medsos, memang lebih baik kalau waktu yg ada digunakan untuk membaca buku, mempelajari sesuatu yg baru dan melatih hobi.

    Trimakasih ka, tulisannya sangat menginspirasi.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s