4 Kebiasaan Pembuat Kontren Yang WAJIB Dihindari


Panggilan, panggilan kepada para pembuat konten! Menjadi seorang pembuat konten itu muda. Tapi kalau mau menjadi pembuat konten yang benar-benar menghasilkan duit dan profesional serta berintegritas seperti… (mau ngomong saya tapi tar dibilang ke-pede-an), siapa saja boleeeh, tidak semudah yang kalian bayangkan.

Hey! Jangan cuma baca dan belajar saja, tapi hargai penulisnya dengan like, follow, dan kasih pendapat di komen serta bagikan supaya kehidupan bersama lebih baik.

Keahlian tidak dihasilkan dalam sejentik jari-jari Thanos atau Ironman. Kepercayaan diri datang karena ada hasil dan hasil itu bisa ada karena ada konsistensi serta komitmen untuk terus berkarya dan menghasilkan karya. Namun seiring perjalanan, saya menemukan ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari sebagai seornag pembuat konten.

Hal-hal ini akan menjadi sebuah kebiasaan yang tidak akan membantu kita sebagai seornag pembuat konten. Apa saja? Cus.


1. MEMBANDING-BANDINGKAN

Melihat karya orang lain atau belajar dari mereka itu baik. Tapi jika itu membuat kita down dan iri, maka itu bukanlah hal yang baik, betul saudara-saudara? Kebiasaan membanding-bandingkan ini akan membuat kita tidak percaya kepada kemampuan diri.

Sekali lagi kepercayaan diri datang dari hasil dan hasil itu terus kita buat tidak hanya sekali tapi konsisten. Jika kita melihat karya pertama dari seorang pembuat konten, sebenarnya hasil mereka tidak bagus-bagus amat. Tapi jika tetap konsisten dan terus melatih diri maka hasil kita akan menajdi lebih baik.

Photo by Bich Tran on Pexels.com

Jika progress mereka lebih cepat (kelihatannya) daripada kita, ya so what? Setiap pembuat konten tidak akan pernah bisa menarik perhatian semua orang. Mereka mungkin menyukai karya dia, tapi ada juga yang pasti cocok dan menyukai karya kita.

Sebuah bunga tidak berpikir untuk berkompetisi dengan bunga di sebelahnya. Bunga itu hanya bermekar saja.


2. TIDAK MENULIS IDE-IDE

Siapa yang punya memori buruk angkat kaki! Saya, saya, saya! Sehebat-hebatnya memori kita, pasti juga ada batasannya karena begitu manusia.

Memori kita sangat buruk, mudah melupakan ide-ide yang kecil.

Sebagai seorang pembuat konten dan terbiasa berpikir secara kreatif, akan banyak ide bermunculan di saat yang tidak terduga. Dari buang air besar sampai ngobrol bercanda bersama teman pun bisa saja datang ide ini. Tapi kembali lagi karena memori yang buruk, kita dengan mudah melupakannya. Masalahnya ketika kita melupakannya maka ide itu akan hilang.

Ini juga yang menjadi masalah Sapien di jaman dahulu kala (baca buku Sapiens). Oleh karena itu muncul inovasi yang adalah menulis. Menulis itu seperti backup data di harddrive kita. Kita makin mengingat sesuatu ketika kita menulisnya. Semua akan menjadi lebih nyata bagi kita untuk mewujudkannya.

Photo by Olya Kobruseva on Pexels.com

Kita tidak pernah tahu ide yang kita tulis itu bisa saja dipakai untuk proyek kita berikutnya. Ide yang ditulis itu bisa jadi ide yang baik atau bisa saja kita meninjau kembali ide tersebut dan mengeksplornya.


3. ISTIRAHAT TERLALU BANYAK

Seringkali setelah kita mengerjakan sesuatu selama beberapa jam, kita merasa sudah melakukan yang baik dan pantas untuk bermain game. Pada akhirnya kita malah keasyikan. Itu sangat sering saya alami. Ujung-ujungnya bablas beristirahat.

Oleh karena itu saya menggunakan jurus Podomoro alias Podomoro Technique dimana saya bekerja 25 menit fokus tanpa ada gangguan notifikasi. Kemudian alarm berbunyi dan saya break 5 menit. Begitu seterusnya sampai beberapa putaran.

Kita harus membiasakan diri untuk tidak beristirahat terlalu banyak. Bekerjalah di tempat yang tidak akan menggoda kita untuk beristirahat seperti dekat kasur atau sofa. Saat saya mengerjakan Blog ini, saya sedang isoman di kamar. Seringkali ketika selesai mengetik 1 poin, saya tiduran sebentar di kasur. Ujung-ujungnya malah 1 jam saya menonton 1 episode di Netflix. Suasana tempat kita bekerja juga sangat berpengaruh. Jika ada yang suka bekerja di kafe atau di luar, lakukan itu jika memang lebih efektif.


4. JANGAN MEMBUAT UNTUK BERSENANG-SENANG

Sering ga sih kita mendengar seseorang membuat konten karena suka melakukannya dan memang enjoy saja. Kita membuat konten untuk bersenang-senang. Kedengarannya memang sesuatu yang asyik ya, tapi itu lebih baik dilakukan di awal-awal saja.

Namun seiring perjalanan tentunya kita harus menaikkan standar. Jika kita mau menjadi seseorang yang kreatif dan berhasil di bidang tersebut, kita harus menjadi yang terbaik. Jika mau menjadi penulis, jadilah penulis terbaik. Jika mau menjadi videografer, jadilah videografer terbaik. Jangan hanya melakukannya untuk bersenang-senang saja.

Apapun yang kita buat harus berkembang dan memiliki value. Lakukan segala sesuatu dengan serius dan seprofesional mungkin. Menjadi seorang pembuat film abal-abal bisa dilakukan sambil sekedar bersenang-senang. Tapi jika ingin menjadi seorang pembuat film profesional yang memenangkan award dibutuhkan keseriusan.

Tidak apa jika kita membuat sesuatu yang mungkin tidak lebih baik tapi sangatlah penting membuat sesuatu yang menjadikan kita lebih baik.

Jadilah lebih baik dari kemarin. Naikkan standar kita.


Itu dia 4 kebiasaan yang sebaiknya dihindari jika ingin menajdi seorang pembuat konten yang terbaik. Yuk sama-sama lakukan yang terbaik. Ingat, kita tidak sedang saling berlomba. Tapi kita sedang berlomba dengan diri kita sendiri untuk menjadi lebih baik.

Be more positive, creative, and productive! Be blessed!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s