Bagaimana Memahami Apa Yang Dibaca


Membaca adalah sesuatu yang penting untuk pretumbuhan kita terutama dalam hal cara berpikir. Dengan membaca, kita membuka perspektif baru. Orang-orang cenderung lebih menerima apa yang mereka baca daripada apa yang diberitahu orang lain kepada mereka.

Hey! Jangan cuma baca dan belajar saja, tapi hargai penulisnya dengan like, follow, dan kasih pendapat di komen serta bagikan supaya kehidupan bersama lebih baik.

Orang-orang berhasil memiliki kebiasaan membaca. Bahkan mereka bisa membaca 1 sampai 5 buku dalam satu minggu.

Readers are leaders.

Suatu kesalahan buat saya saat pertama kali mulai membiasakan diri membaca adalah ketika saya membaca hanya untuk menyelesaikan bukunya. Saya tidak sabar ingin sampai kepada halaman terakhir. Tapi saya lupa untuk memahami dan mengaplikasikan apa yang sudah saya baca.

Photo by Mau00ebl BALLAND on Pexels.com

Tidak memahami apa yang kita baca itu sia-sia. Setidaknya kita harus bisa menyerap intisari dari bacaan itu sehingga mengubah hidup kita menjadi lebih baik. Bagaimana supaya kita bisa lebih memahami apa yang dibaca?


1. JADWALKAN

Kita harus membiasakan diri terlebih dahulu untuk membaca. Ada orang yang hanya membaca saat tidak ada sesuatu yang dikerjakan atau saat hanya mau tidur saja (supaya bisa mengantuk, miris banget!). Kita harus mulai menganggap membaca sebagai sebuah meeting. Kita harus menentukan jadwal dalam hari kita untuk membaca. Dengan begitu maka kita mulai menganggap membaca dengan serius.

Ketika kita menjadwalkannya, ikuti itu. Mulai buat target untuk membaca 5 halaman. Kemudian tambahkan menjadi 10 atau 20 halaman. Saya sendiri, setiap bangun tidur, selalu membiasakan diri untuk membaca 10 halaman. Malamnya saya akan membaca kembali 20 halaman. Dalam sehari setidaknya saya menghabiskan waktu 1 jam untuk membaca 20 halaman.

First, you make your habits. Then your habits make you.


2. HUBUNGKAN

Saat membaca, hubungkan dengan kehidupan kita. Ada beberapa cara untuk kita bisa menghubungkannya.

Pertama adalah dengan memberi pertanyaan. Bagaimana jika kita yang menjadi pemeran utamanya? Ketika kita berada di kondisi orang tersebut, apakah kita akan malakukan hal yang sama? Pelajaran apa yang bisa diambil untuk kehidupan kita?

Photo by Pixabay on Pexels.com

Cara kedua adalah dengan membicarakan apa yang baru dibaca. Jika memang punya partner baca akan lebih baik. Kita bisa sama-sama menceritakan apa yang sudah dibaca. Tapi jika tidak, kita tetap bisa menghampiri seorang teman atau keluarga dan katakan kepada mereka bahwa kita baru saja membaca buku ini dan boleh tidak jika kita membagikannya kepada mereka.

Keindahan dari membicarakan ini adalah kita lebih banyak menggunakan panca indera. Kita membaca melalui mata masuk ke dalam pikiran dan menjelaskan dengan mulut, pendengaran, serta ekspresi tubuh. Jadi kita mengolah informasi dengan lebih baik.

Saat membaca, kita melihat bahasa penulis. Tapi saat membicarakannya, kita sedang mempersonalisasi bahasa tersebut menjadi bahasa kita sendiri. Dengan begitu kita akan lebih memahaminya.


3. TULISKAN

Sediakan catatan dan pen di sebelah saat membaca. Saat ada poin yang bagus dan mau kita ingat serta aplikasikan, pindahkan itu ke dalam catatan kita. Saya sering mengalami di saat membaca halaman 10, saya menemukan poin yang bagus. Tapi saya tidak mencatatnya dan berlanjut ke halaman selanjutnya sampai saya menemukan poin yang juga bagus di halaman 15. Yang terjadi biasanya saya akan melupakan poin di halaman 10 dan hanya mengingat yang di halaman 15. Makanya saya tidak bisa memahami sepenuhnya.

Photo by lilartsy on Pexels.com

Kita perlu menuliskan apa yang dipelajari. Dengan menulis, sensor motorik kita menjadikan apa yang kita baca menjadi sebuah bentuk nyata yaitu tulisan. Ini akan lebih membantu kita memahami dan mengingat bacaan.


Miris sekali jika kita rajin membaca buku namun karena tidak memahami dengan benar, kita hanya melewatkan pelajaran-pelajaran berharga dari buku tersebut. Jadwalkan, hubungan, dan tuliskan. Jangan lewatkan pelajaran berharga dari Blog ini ya haha.

Be more positive, creative, and productive! Be blessed!

4 Thoughts

  1. Biasanya saya menambahkan Colored Notes. Karna warna membuat saya lebih tertarik dari apa yang sudah saya resume sebelumnya, dan benar saja, itu juga membantu untuk mengingat.. *Be Blessed Always*

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s