Mengatasi Suka Menunda


Siapa di sini yang suka menunda-nunda sesuatu? Saya!!! Terutama yang kita tahu kalau hal tersebut penting untuk pertumbuhan dan keberhasilan kita. Musuh dari penundaan ini biasanya adalah deadline. Masih ingat ketika masih sekolah atau kuliah ketika ada tugas atau skripsi? Biasanya kita menunda-nunda sampai akhirnya kita sadar sebentar lagi tugas dan skripsi itu harus segera diselesaikan.

Photo by Pixabay on Pexels.com

Deadline memang bisa menjadi obat nomor 1 untuk sifat suka menunda ini. Tapi bagaimana jika tidak ada deadline? Bagaimana jika kita punya mimpi atau tujuan tapi tidak ada batas waktu untuk itu? Akan sulit untuk terpacu mengerjakan yang seharusnya.

KENAPA SUKA MENUNDA?

Pada umumnya ada 2 penyebab kenapa kita suka menunda. Yang pertama adalah karena ketakutan. Kita takut memulai. Kita takut sesuatu. Kita takut masa depan kita nanti seperti apa. Bagaimana jika kita gagal? Kita takut gagal. Beberapa orang bahkan takut akan kesuksesan. Saya pernah mengalaminya. Saya suka takut keberhasilan karena saya tidak tahu apa yang akan saya hadapi nanti ketika berhasil. Kita takut keluar dari zona nyaman. Kita hanya menunggu waktu yang tepat. Kita belum siapa.

Pada nyatanya, kita tidak akan pernah siap. Jadi mulailah sekarang walaupun kita tidak tahu apa ke depannya nanti.

Yang kedua adalah karena lebih mudah untuk tidak melakukan apa-apa daripada melakukan sesuatu. Lebih mudah mengemil atau makan yang manis-manis di rumah daripada pergi ke tempat gym atau berolahraga. Lebih mudah nonton TV daripada melanjutkan tulisan kita. Biasanya tidak melakukan apa-apa lebih nyaman dan menyenangkan.


Ada 5 cara untuk kita bisa mengatasi sifat suka menunda ini.

1. BUAT TO-DO LIST & EAT THE FROG IN THE MORNING

Masih ingat istilah ini? Makan katak di pagi hari. Tidak ada yang mau memakan katak di pagi hari tapi dengan membuat to-do list, kita menjadi tahu apa saja yang penting yang harus kita kerjakan dan kita kerjakan itu terlebih dahulu.

Buat 3 tugas paling penting dan kerjakan dari top 3 itu. Mungkin bisa lebih dari 3 tapi setidaknya lingkarilah 1 yang paling penting dan itulah katak yang akan kita makan. Kita selesaikan katak itu dahulu karena dengan begitu walaupun dalam sehari kita tidak mengerjakan apa-apa, setidaknya kita merasakan sedikit kemenangan dari menyelesaikan 1 tugas penting itu.

Photo by Andrew Neel on Pexels.com

Sebaliknya jika kita hanya memilih untuk menyelesaikan tugas yang lebih mudah, misalnya seperti mencuci piring, kita tidak akan merasakan sudah menyelesaikan sesuatu karena hal tersebut mungkin bukan berada di top 3 kita. Kebanyakan orang lebih memilih menyelesaikan yang lebih mudah dulu sehingga pada akhirnya menunda yang lebih berat (padahal penting). Belajar untuk melakukan yang sebaliknya, makan katak di pagi hari!

Pertanyakan hal apa yang paling penting dalam hari kita yang apabila kita kerjakan maka kita sudah berhasil menyelesaikan hari kita.


2. BANGUN LEBIH AWAL

Kenapa harus bangun lebih awal? Karena niat (willpower) kita itu bagaikan sebuah batere yang akan habis seiring perjalanan hari kita. Di pagi hari biasanya kita memiliki niat yang besar untuk berprodutivitas. Makin sore biasanya makin malas dan makin suka menunda.

Dengan bangun 2 atau 3 jam sebelum kita bekerja, kita akan memiliki banyak waktu untuk persiapan menghadapi hari. Kita tidak terburu-buru. Kita bisa berolahraga dulu. Kita bisa mempelajari sesuatu terlebih dahulu. Akan lebih sulit menunda karena jika kita bangun lebih pagi, kita bisa menyelesaikannya lebih dahulu.

Pasti akan sangat menyenangkan ketika pergi bekerja tapi kita sudah menyelesaikan 1 atau 2 hal penting yang harus dikerjakan di hari itu.


3. HILANGKAN PENGGANGGU

Jika kita mau memiliki tubuh yang ideal dan sehat, jangan menyimpang makanan yang akan menaikkan berat badan. Simpanlah buah-buahan atau sayur-sayuran yang cukup dan tidak berlebihan. Hilangkan para pengganggu itu.

Jika kita menonton terlalu sering, berhentilah berlangganan TV itu atau jual TV kita. Biasanya kita hanya berpikir akan menonton 15 menit, tapi pada akhirny malah sampai berjam-jam menonton TV dan malah seharian di kasur (pengalaman pribadi!).

Batasi media sosial. Lakukan puasa media sosial. Hapus aplikasi itu. Taruh hp di ruangan lain. Matikan notifikasi. lakukan Podomoro Technique dimana kita bekerja dalam rentang waktu tertentu dengan mematikan semua notifikasi pada hp.


4. INGATKAN KENAPA ITU PENTING

Biasanya kita suka menganggap suatu pekerjaan atau tugas sebagai sebuah kewajiban. Padahal seharusnya kita menganggapnya sebagai sebuah kesempatan. Kita menganggap menelepon klien kita hanya sebagai sebuah kewajiban. Kenapa kita tidak mulai menganggapnya sebagai sebuah kesempatan untuk bisa mendapatkan peluang kerja sama?

Saat berolahraga, anggap itu sebagai kesempatan untuk merasa lebih baik karena tubuh kita yang sehat. Ketika menganggap olahraga sebagai sebuah kewajiban, pasti rasanya berat untuk pergi ke tempat gym atau mulai berlari. Tapi ketika kita menganggapnya sebagai sebuah kesempatan, maka berlari akan menjadi sesuatu yang menyenangkan. Olahraga adalah kesempatan untuk mendapatkan lebih banyak energi dan bahkan bisa menaikkan kepercayaan diri.

Semua tugas penting kita pasti memiliki alasan yang baik jika kita mengingatkan diri kita terlebih dahulu.

Pikirkan sebagai sebuah kesempatan, bukan kewajiban.


Itu dia 5 cara yang bisa kita lakukan untuk bisa berhenti menunda-nunda. Saya masih berjuang dengan ini. Setiap hari adalah perjuangan untuk tidak menunda. Jadi selamat berjuang, teman-teman!

Be more positive, creative, and productive! Be blessed!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s