Telinga & Lidah Seorang Murid


Menjadi seorang murid Kristus adalah salah satu tujuan hidup yang Tuhan taruh ketika di dunia. Tuhan mau kita belajar memiliki karakter-Nya. Tuhan mau kita melanjutkan pekerjaan-Nya di bumi. Itu berarti kita, sebagai murid, harus bertekun dlm firman. Kita harus berkomunitas. Kita harus memberi.

Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. | Yesaya 50:4

Ada 2 hal yang harus dimiliki oleh seorang murid yaitu telinga dan lidah.


TELINGA

Saat masih bayi, jika telinga kotor, maka bayi tidak akan bisa berbicara. Itu berarti jika kita mau punya lidah, kita juga harus punya telinga.

Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. | Yakobus 50:4b

Dalam bahasa Inggris, listen dan hear itu berbeda. Hear berarti kita hanya sekedar mendengar namun tidak memberika perhatian, hanya sekedar lewat. Sebentar juga kita melupakan suara itu. Listen berarti kita sungguh-sungguh mendengar dengan seksama. Mendengar seperti ini menimbulkan pengertian dan pemahaman yang benar. Kita benar-benar menyimak. Saat sungguh-sungguh mendengarkan suara motor atau suara burung, kita bisa tahu itu jenis motor atau burung apa.

Photo by Alexandr Podvalny on Pexels.com

Seorang murid harus mendengar dengan sungguh-sunguh. Kita mendengarkan ajaran Yesus dengan sungguh-sungguh. Yesus mengajar kita untuk terus bertumbuh.

Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar! | Matius 11:15

Banyak yang membaca Alkitab buru-buru. Mereka sekedar membaca saja tapi tidak benar-benar membaca. Mendengar kotbah sambil main hp atau mengerjakan yang lain. Semua itu tidak akan membuat kita bertumbuh. Pemahaman dan pengertianlah yang membuat kita bertumbuh sehingga kita bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan.

Sebelum pelayanan, Yesus berdoa di pagi hari. Pagi hari adalah waktu yang tepat untuk mendengarkan Firman karena tidak ada banyak gangguan. Pikiran kita masih segar. Tapi ini memerlukan latihan, perlu dibiasakan. Semakin dilatih, semakin kemampuan pendengaran bertambah.

Murid yang mendengar pasti mencatat. Kita juga harus mencatat dan merenungkan sehingga timbul pengertian di hati. Kemudian renungkan dan lakukan.


LIDAH

Lidah bisa membangun dan menghancurkan.

Di dunia digital, apapun yg kita tulis bisa terlihat. Banyak tekanan juga seperti cyber bullying yang menjatuhkan. Komen dari follower pun bisa menyakiti kita. Ada banyak hasil dari lidah yang menghancurkan seperti gosip, fitnah, verbal abuse, dan lainnya.

Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. | Yesaya 50:4a

Dengan perkataan, kita bisa memberikan semangat pada orang yang letih lesu.
Saat pandemi, orang-orang butuh imun yg kuat. Perkataan yang membangun bisa menaikkan imun. Perkataan bisa membuat hati gembira.

Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang. | Amsal 16:24

Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. | Efesus 4:29


Mulailah meneladani Yesus dan jadilah seorang murid dengan telinga yang mau mendengar dan lidah yang membangun. Di dunia yang membutuhkan kasih karunia ini, mereka memerlukan kita sebagai murid.

Be more positive, creative, and productive! Be blessed!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s