Kasih & Konsekuensi


Kasih adalah tolak ukur dari sebuah kedewasaan. Orang yang dewasa mengerti arti yang sesungguhnya dari mengasihi. Seseorang yang bertumbuh dan menjadi seperti Kristus juga bisa terlihat dari sifat mengasihinya. Percuma jika seseorang mengetahui seluruh isi Firman Tuhan namun tidak mengasihi.

Untuk menjadikan kita dewasa, Tuhan akan selalu menguji kita. Jika Dia mau mengajarkan kita kesabaran, kita akan terus diperhadapkan dengan situasi dimana kita tidak bisa bersabar. Ketika Tuhan mau mengajarkan kita kasih, Dia akan menatuh kita di sekliling orang-orang uang tidak pantas untuk kita kasihi.

Photo by cottonbro on Pexels.com

Kita kurang dimana, kita gagal dimana, kita akan terus diperhadapkan dengan keadaan dimana sulit untuk melakukan itu.

Jika kita tidak lulus dalam ujian, kita akan terus diuji.

Mengasihi memang sesuatu yang susah susah gampang. Sangat mudah untuk mengasihi orang yang memang sayang sama kita. Namun ada kalanya kita tidak bisa mengasihi orang. Mungkin orang itu menyakiti kita. Mungkin orang itu tidak disukai teman-teman dan keluarga kita. Mungkin mereka orang asing dan kita tidak ada urusan untuk mengasihi mereka. Tapi kita perlu melihat semua orang dari kayu salib.

Di atas kayu salib, semua manusia itu sama, harga dirinya sama.

Yesus mengasihi semua manusia. Yesus mati untuk semua manusia. Semua manusia layak dikasihi.

Mengasihi memiliki konsekuensi. Mengasihilah dengan hikmat.

Mengasihi bisa menjadikan orang lain lebih baik dan juga lebih buruk. Jika kita bertemu pengemis atau pengamen yang benar-benar malas dan hanya mau mendapatkan uang mudah dengan meminta, saat kita memberi bisa jadi kita sedang menjadikan mereka lebih malas. Kita mengasihi anak kita dengan memberikan segala sesuatu yang dia mau, itu akan menajdikan anak kita lebih manja dan tidak mandiri.

Yesus sendiri ada kalanya mempraktekkan kasih dengan membanting meja saat Dia mengusir para penjual di Bait Allah. Dia mengasihi dengan kemarahan. Dia mengasihi dengan mendidik karena Dia mau mengajarkan yang benar kepada orang-orang.

Kita bisa memberi tanpa kasih, namun kita tidak bisa mengasihi tanpa memberi. Kasih itu memberi. Tapi tidak selalu memberi materi atau perhatian. Kita bis ajuga memberikan didikan. Kita bisa memberikan pengajaran. Kita bisa memberikan nasehat. Mengasihilah dengan hikmat karena ada konsekuensi dari perbuatan kasih kita.

Be more positive, creative, and productive! Be blessed!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s