08. FATHER’S LOVE – CINTA SANG AYAH

Father’s Love – Cinta Sang Ayah

(Jack Evert)

Putri angkatku sudah mengalami lima bulan yang sangat traumatis. Mulai dari kecelakaan yang membunuh suami yang baru menikah dengannya, lalu kematian teman baiknya, ibu angkatnya yang juga adalah istriku, teman kantornya, kakak iparnya, dan baru saja terjadi kebakaran besar di rumah sakit jiwa tempat dia mengajukan diri untuk dirawat.

Kebakaran itu telah memakan semua perawat dan pasien yang berada di dalam. Tidak ada satu pun yang berhasil menyelamatkan diri. Ya, tidak ada satu pun kecuali Chloe, anak angkatku. Semua ini memang terlihat mistis, sangat aneh dan sukar dipercaya; tapi aku tahu anak angkatku itu berbeda.

Dimulai dari mimpi yang aku alami saat aku mau mengadopsi Chloe, aku bermimpi Chloe yang sudah dewasa mendatangiku dengan jubah hitam. Dia melayang-layang dan memberikanku ketakutan yang sangat. Penampilannya itu mirip seperti malaikat kematian yang datang untuk menjemputku, untuk mengambil nyawaku. Mimpi itu benar-benar tak’kan pernah kulupakan. Semakin besar, Chloe semakin menyerupai malaikat maut itu dan semuanya semakin jelas saat satu-satu, semua orang yang menyayanginya, mengalami kematian tragis yang tidak masuk di akal.

Kematian beruntun itu telah membuka mataku. Chloe, anak angkatku benar-benar adalah malaikat maut. Setiap orang yang mencintainya mulai mengalami kematian dan semua ini menjadi semakin parah saat aku mendapat telepon dari Chloe. Sudah sebulan ini aku mencarinya tapi sama sekali tidak kutemukan di mana dia berada. Malam itu Chloe meneleponku dan meminta bantuanku untuk segera datang ke rumah sakit Soul Recover, rumah sakit jiwa; itu yang aku tahu, tapi saat aku menanyakan untuk apa dia berada di sana aku mendengar suara berisik dan panggilannya langsung terputus.

Aku bergegas berangkat menuju rumah sakit yang jaraknya tidak cukup jauh dari tempatku. Tapi setelah aku tiba di sana, aku melihat kobaran api yang begitu besar. Rumah sakit itu sudah termakan api. Dengan cepat aku keluar dari mobil dan melihat apa yang terjadi. Aku menemukan Chloe yang sedang terbaring di tanah tidak sadarkan diri saat terdengar sirene mobil pemadam kebakaran.

“Chloe, Chloe!” aku mencoba menyadarkan Chloe tapi Chloe tetap tak sadarkan diri. Aku melihat ke rumah sakit yang sudah mulai ambruk, terdengar jeritan orang-orang yang masih berada di dalam. Saat itu juga aku tahu Chloe menjadi semakin parah. Bukan hanya orang-orang yang menyayanginya saja, tapi juga orang-orang yang berada di dekatnya yang akan mengalami kematian tragis.

Suara mobil pemadam kebakaran semakin dekat, aku tidak mau Chloe menanggung resiko yang lebih parah lagi, apalagi di saat dia sedang hamil tua. Dengan cepat aku membawa Chloe ke mobilku dan pergi meninggalkan daerah itu, membawanya kembali ke rumahku.

Tapi kejadian itu adalah empat bulan yang lalu. Chloe menjadi sangat terkenal semenjak kebakaran besar itu. Hanya dialah pasien satu-satunya yang tidak berhasil ditemukan di mana semua perawat dan pasien lainnya telah mati terbakar semua. Aku tahu polisi akan mencarinya ke rumahku, oleh karena itu aku pergi meninggalkan rumahku di kota dan aku tinggal di sebuah rumah kecil yang ada di pedesaan bersama dengan Chloe.

Selama empat bulan Chloe kubiarkan berada di dalam ruang bawah tanah. Aku tidak mau lagi ada yang terluka. Chloe sendiri sudah setuju dengan ideku. Tampaknya Chloe sudah bisa menerima keadaannya yang akan membawa kematian bagi banyak orang. Tapi walaupun begitu aku akan tetap menyayanginya dan aku tidak akan membiarkannya terluka.

Malam itu aku menuruni tangga ruang bawah tanah sambil membawakan makanan dan minuman untuk Chloe. “Chloe, ini makanan dan minumanmu, aku taruh di meja seperti biasa.” Aku meletakkan piring dan gelas airnya ke meja yang ada di depan sebuah ruangan yang tertutup.

“Terima kasih Jack.” sahut Chloe yang ada di dalam ruangan itu.

Aku berbalik dan bergegas naik. Semua ini sudah seringkali kulakukan. Aku akan menaruh makanan dan minuman di meja itu, lalu aku pergi dari ruang bawah tanah supaya Chloe bisa menyantap hidanganya. Di bawah juga telah kusediakan sebuah telepon yang menyambung ke atas agar dia bisa meminta bantuanku kapanpun dia mau.

Tapi malam ini berbeda. Malam ini adalah malam yang lain daripada malam selama empat bulan ini.

“Jack.” tiba-tiba aku mendengar Chloe memanggilku.

Aku yang baru mau menaiki tangga berbalik. “Ya?”

“Belakangan ini aku jarang merasakan bayiku bergerak.” kata Chloe.

“Benarkah? Apa kamu baik-baik saja?” Aku menjadi sangat cemas.

“Iya.” sahut Chloe. “Aku takut terjadi apa-apa.”

“Maafkan aku ya, Chloe.” aku merasa bersalah. “Gara-gara aku, kamu jadi tidak bisa mengecek secara rutin ke dokter.” Chloe diam. Aku kembali melanjutkan, “Lebih baik kita pergi ke rumah sakit sekarang. Kandunganmu sudah sembilan bulan, sebentar lagi kamu pasti akan melahirkan, jadi lebih baik kalau kau berada di rumah sakit.”

“Tapi Jack,” sahut Chloe, “aku takut terjadi apa-apa saat aku berada di rumah sakit.”

“Tidak akan terjadi apa-apa.” kataku berusaha meyakinkan diriku dan dirinya. “Aku akan mengambil kunci mobil dan jaket, setelah itu aku akan kembali ke sini untuk membawamu keluar.” Aku bergerak menaiki tangga tapi ada sesuatu di luar dugaan.

Brak!

“AAAH!” Tiba-tiba anak tangga yang kuinjak ambruk dan aku jatuh terhimpit di sela-sela anak tangga kayu.

“Jack?!” Chloe memanggilku.

“Akh!” sakit sekali, ada kayu runcing yang ambruk mengenai perutku. Kayu itu tajam dan membuat perutku mengeluarkan darah.

Trek!

Chloe membuka pintu. Aku berusaha melihat ke belakangku untuk melihat Chloe.

Bruaaaak!

“AAAA!!!” Aku jatuh ke lantai bawah tanah.

“Jaaaack!” Chloe menghampiriku.

Aku melihatnya. “Chloe…, kau… kau begitu kurus dan pucat.” Sudah lama sekali aku tidak melihat anak angkatku. Benar-benar tidak bisa dipercaya, Chloe yang dulunya begitu cantik, sekarang telah menjadi begitu kurus dan pucat sekali. Rambutnya begitu tidak terurus, dia terlihat seperti gelandangan yang begitu kotor dan tidak sehat.

“Jack…” Chloe menangis. Dia melihat perutku yang berdarah dan masih tertusuk kayu.

Perut Chloe besar sekali. Mungkin sudah saatnya untuk melahirkan. Kasihan sekali Chloe harus mengalami semua ini pada saat kehamilannya. Aku ingin sekali menolongnya dan anak yang dikandunginya.

“A… aku… aku akan mencari bantuan.” Chloe bangkit berdiri. “Tunggu di sini.”

“Chloe…” aku berusaha menahannya, aku takut terjadi sesuatu padanya kalau dia pergi sendirian apalagi ada anak tangga yang ambruk yang membuat tangganya berlubang. Aku takut Chloe tidak berhasil menaiki tangganya dengan perutnya yang begitu besar.

Chloe menaiki tangga perlahan-lahan, aku melihatnya terus. Dengan hati-hati dia melangkahkan kakinya menaiki tangga dan saat akan melongkapi lubang di tangga itu, jantungku berdegup kencang. Chloe menarik nafas panjang dan segera memanjangkan kakinya, melewati lubang itu dan berusaha keras menggerakkan tubuhnya melewati lubang itu. Salah sedikit saja dia bisa masuk ke lubang itu dan jatuh.

Untungnya dia berhasil melewati lubang itu dan akhirnya dia keluar dari ruang bawah tanah…

Advertisements

1 reply »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s