11. ANGEL OF DEATH – MALAIKAT KEMATIAN

Angel of Death – Malaikat Kematian

(Peter Morowski)

Namaku adalah Peter Morowski. Aku memang bukan pria yang dikenal banyak orang. Umurku saat itu adalah tiga puluh tahun ketika aku menemukan apa yang menjadi takdirku. Pagi itu aku bergegas ke rumah sakit dengan mobilku tapi saat aku menerima telepon dari dokter yang mengabarkan kalau istriku tidak berhasil diselamatkan, tiba-tiba aku kehilangan kendali dan akhirnya mobilku menabrak pagar pembatas dan jatuh ke jurang.

Saat itu aku sudah berpikir kalau aku tidak akan bisa bertahan lagi. Mobilku terbalik dan aku terikat di sabuk pengaman dan ditahan balon penyelamat. Sekujur tubuhku sakit sekali. Aku berusaha menggerakkan tanganku tapi sepertinya ada tulang yang patah sehingga tanganku terasa sakit sekali saat digerakkan.

Tiba-tiba sabuk pengamannya terbuka sendiri. Pintu mobil juga terbuka. Aku segera keluar dari dalam mobil karena aku mencium bau gas, mobilku akan segera meledak dan jika aku tidak segera menyelamatkan diri, aku akan meledak bersama mobilku.

“Pete.” Aku mendengar seorang wanita memanggilku.

Aku melihat ke depan, seseorang dengan jubah hitam berdiri di depanku. “Si… siapa kau?!”

Orang itu membuka kain penutup kepalanya dan aku melihat seorang wanita cantik berambut keriting. “Kau tidak mengenalku, tapi aku mengenalmu.”

Aku tidak mengerti dengan ucapan wanita itu. Tapi perkataannya selanjutnya membuatku merinding.

“Aku adalah ibu kandungmu, Pete.”

“A… apa maksudmu?!” Aku berusaha berdiri. Bau gasnya semakin menyengat.

“Semua ini akan berakhir, Pete.” Kata wanita itu. “Aku tahu kamu mau semua ini berakhir ’kan, dan ini akan menjadi akhirnya. Sudah saatnya kau menemui takdirmu. Terimalah, Pete.” Wanita itu mengulurkan tangan kirinya.

Aku melihat ke wanita itu. Sekarang aku tahu kenapa semua ini terjadi, aku tahu apa yang sebenarnya terjadi pada diriku! Tiba-tiba lukaku sudah tidak terasa lagi, aku bangkit berdiri dan mengulurkan tangan kiriku, menggenggam tangan wanita itu….

Saat itu aku selalu mengikuti ke mana bayi perempuan itu pergi sampai dia menjadi dewasa dan berhubungan dengan pria bernama Billy itu. Di hari pernikahannya aku membuat ban mobil kanan belakangnya pecah sehingga dia hampir mengalami kecelakaan. Tapi bukan hanya itu yang aku lakukan, aku merusak rem sebuah kontainer yang melaju kencang ke arah kontainer lain yang berhenti di depannya. Kontainer itu menabrak kontainer di depannya dan menggilas kepala Billy. Aku memiliki sebuah kekuatan yang tidak dimiliki oleh siapapun di dunia ini, aku mampu melakukan segala sesuatu yang ku mau hanya dengan memikirkannya saja.

Kemudian aku sengaja mematahkan kaki bangku yang dinaiki Tina Winterson saat dia mau mengganti lampu yang lama. Tina membenturkan kepalanya ke dinding dan jatuh ke dalam bath tub. Lalu aku menutup pintu kamar mandi agar tidak ada yang menyangka kalau Tina sedang mengalami kecelakaan.

Aku tidak berhenti sampai di sana. Korban ketigaku adalah Maya yang menderita penyakit jantung. Dengan mudah aku menyamar sebagai tukang pos dan memencet bel, membuat Jack dan Maya menghampiriku. Jack duluan menghampiriku dan membukakan pintu. Selesai memberikan surat-surat, Maya keluar dan aku pergi meninggalkan Jack tapi sebelum itu aku menghentikan jariku, membuat Maya mengalami serangan jantung dan jatuh dari tangga. Aku tahu hidupnya tidak akan lama lagi setelah itu, jadi aku tidak perlu usaha apapun.

Selanjutnya Will Hampton. Yang ini cukup mudah, aku hanya perlu mengubah arah tendangan dari seorang anak yang bermain bola sehingga bola itu menghantam kaca dan pecahan kacanya bergerak tepat ke mata Will.

Lalu Samantha Scavo. Aku sengaja menunggu di dalam lift saat dia masuk ke dalam lift. Akhirnya aku memutuskan tali lift di atas dan membuat lift itu jatuh sehingga semua yang berada di dalam lift itu mati semua.

Korban selanjutnya semakin banyak. Aku berhasil menguasai pikiran Lex dan mengisinya dengan pikiran untuk membiarkan Chloe bebas sehingga dia bisa membunuh banyak orang. Lex kukuasai sampai akhirnya dia menyalakan kompor dan menyebabkan ledakan besar waktu aku membocorkan kabel gasnya. Aku membiarkan Chloe keluar tapi setelah itu rumah sakit jiwa itu aku tutup semua jalan keluarnya, sehingga semua perawat dan pasien yang ada di dalamnya hangus terbakar, haha!

Terakhir cukup berat. Aku membuat Jack terluka saat menaiki tangga ruang bawah tanah. Lalu aku menyamar sebagai sopir taksi dan membawa Chloe ke rumah sakit untuk bersalin. Setelah itu aku membuat semua lampu rumah sakit padam dan aku mencari sebuah sasaran yang bisa kupakai untuk menghancurkan rumah sakit itu. Akhirnya aku menemukannya, sebuah pesawat terbang! Aku mematikan semua mesin sebuah pesawat yang sedang terbang sehingga pesawat itu kehilangan kendali dan jatuh tepat ke rumah sakit tempat Chloe bersalin.

Setelah itu aku melayang masuk ke reruntuhan rumah sakit, menuju ruangan Chloe. Aku sempat melihat Jack yang sedang menolong bayi. Jack bisa melihatku dan dia sangat ketakutan, dia bergegas masuk ke sebuah kamar; tapi aku tidak mengikutinya, aku masuk ke dalam kamar yang ada di dekat perawat yang mati tertimpa batu besar sambil memeluk bayi yang ditolong Jack. Di kamar itu aku bertemu dengan Chloe….

“Hi, Chloe!” panggilku. “Perkenalkan, aku adalah Peter Morowski, akulah malaikat kematian itu; dan aku adalah ayah kandungmu.”

Advertisements

1 reply »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s