12. DESTINY – TAKDIR

Destiny – Takdir

(Chloe Evert)

Belum puas aku menikmati kebahagiaan bersama putriku, tiba-tiba lampu padam. Ruangan menjadi sangat gelap.

“Apa yang terjadi?” tanyaku cemas.

“Tenang saja.” sahut dokter. “Sebentar lagi generator akan aktif.”

Benar saja, beberapa detik kemudian lampu darurat menyala. Perawat di dekatku menghampiriku. “Sudah saatnya kamu istirahat, biarkan putrimu beristirahat di kamar bayi.” katanya sambil mengambil bayiku.

“Tapi…” aku tidak rela.

“Tidak apa-apa. Bayimu akan baik-baik saja.” dokter yang membantuku melahirkan meyakinkanku.

Perawat itu menggendong bayiku dan membawanya keluar, tapi tiba-tiba terdengar suara aneh.

NGIUUUUUUUUUNG…!!!

Suara itu kencang sekali dan sebuah tabrakan dahsyat terjadi. Aku bisa merasakan getaran yang luar biasa, seperti gempa bumi. Dokter yang bersamaku juga ikut kaget. Dia membuka pintu untuk keluar tapi tiba-tiba sesosok bayangan mendorongnya dengan paksa masuk ke dalam tanpa menyentuhnya. Dokter itu terpental menabrak dinding di sebelahku, menabrak meja.

“Aaaaaa!!!” aku menjerit. Dia bukan hanya sesosok bayangan! Dia adalah makhluk yang diceritakan Jack, dia adalah malaikat kematian!

“Hi, Chloe!” pria yang mengenakan jubah hitam itu mengenaliku. “Perkenalkan, aku adalah Peter Morowski, akulah malaikat kematian itu; dan aku adalah ayah kandungmu.”

Aku tidak percaya dengan apa yang kudengar barusan. Perlahan pria itu membuka kerudung yang menutupi wajahnya, wajah pria paruh baya yang pucat terlihat.

“Ka… kau…”

“Ya, Chloe.” sahut pria yang mengaku Peter itu. “Aku kemari untuk memberikan takdir yang sudah seharusnya kau temukan.”

“A… apa maksudmu? Ayahku? Bagaimana mungkin?! Kau…”

“Selesai ibumu melahirkanmu, ibumu meninggal, dan aku dikabari saat aku menuju ke rumah sakit. Aku tahu ini sudah menjadi takdirku karena aku mengalami hal yang sama denganmu.”

Aku tidak mengerti. Pria ini kedengarannya tidak waras.

“Aku sama sepertimu, Chloe,” Peter melanjutkan, “semua orang yang menyayangiku juga mengalami kematian yang tragis. Satu demi satu, mereka mati mengenaskan. Mulai dari orang tua angkatku, kakak dan adik angkatku. Lalu teman-teman baikku, dan akhirnya istri yang sangat aku cintai.”

“Tidak mungkin…” air mata mulai mengalir. Aku mencoba bangun dari tempat tidur tapi badanku terlalu lemah akibat persalinan yang baru aku jalani.

“Percayalah padaku.” kata Peter. “Inilah yang menjadi takdir keluarga kita. Aku juga sama sepertimu, yatim piatu; tapi saat hari di mana kau lahir, seorang wanita yang mengaku ibuku mendatangiku dan memberikanku tugas ini. Tugas untuk menjadi malaikat maut dan menjemput orang-orang yang sudah saatnya meninggal. Tapi bukan hanya itu…”

Peter mendekatiku, aku terus mendengarkan penjelasannya. Mungkin inilah alasan mengapa semua ini menimpaku, kenapa hanya aku?! Mungkin inilah jawabannya!

“Tentu saja aku ditugaskan untuk mencari penerusku, seseorang yang akan menggantikan tugasku, seseorang yang memiliki ikatan darah denganku, anak kandungku sendiri; dan dia adalah kau, Chloe. Saat akan ada penerus berikutnya yaitu anak yang kau kandungi, aku bertugas untuk mempersiapkanmu untuk memenuhi takdirmu sampai bayimu lahir. Jalan yang kusiapkan itu adalah dengan mengelilingimu dengan kematian tragis yang tidak akan pernah kau lupakan karena itulah jalan sehingga kamu tahu dan yakin kalau kematian sangat dekat denganmu. Kematian akan menjadi tugas utamamu, mendatangkan kematian bagi orang-orang yang sudah siap menerima ajalnya. Penuhilah takdirmu, Chloe,” Peter mengulurkan tangan kirinya, ”jadilah malaikat kematian.”

Penjelasannya merasuki pikiranku. Jadi inilah sebabnya. Ayah kandungku yang menghilang entah ke mana, ternyata dialah malaikat maut. Kematian demi kematian yang terus menimpaku sejak aku hamil ternyata adalah jalan supaya aku siap untuk menerima takdirku. Aku adalah malaikat maut berikutnya. Aku akan menggantikan ayahku ini. Jack benar, mimpinya itu benar, akulah malaikat kematian itu, aku yang akan menjadi malaikat kematian itu.

Sudah saatnya bagiku untuk menerima takdirku. Inilah takdirku! Aku adalah malaikat kematian. Aku tidak merasakan kelelahan lagi, aku mengulurkan tangan kiriku dan menggenggam tangan Peter. Saat itu perasaan mengerikan menyelimuti diriku, jiwaku seakan dihisap oleh Peter dan saat itu juga aku kehilangan perasaanku. Aku telah menjadi malaikat kematian yang tidak memiliki perasaan. Kegelapan menyelimutiku, semua perasaan bahagia sudah tidak aku rasakan, bahkan tidak terpikirkan olehku untuk merasakan perasaan-perasaan baik senang, sedih, membahagiakan, ataupun menyakitkan. Semuanya telah lenyap dan saat ini juga aku tahu, INILAH TAKDIRKU.

“Aku akan memberimu tugas yang paling pertama.” kata Peter padaku.

***

Jubah hitam sudah kukenakan saat aku bergerak menembus dinding kamarku menuju kamar di seberangku. Aku bisa menembus dinding itu hanya dengan memikirkannya, sebuah kekuatan luar biasa yang aku miliki. Di dalam sana aku melihat Jack yang duduk di ranjang sambil menggendong bayi yang terus menangis kencang.

“Tidaaaak…, jangan mendekat, kumohon.” Jack memohon.

Aku mendekatinya dan membuka kerudung kepalaku, memperlihatkan wajahku.

Jack menganga, “Chloe…, jadi ternyata mimpiku itu…”

“Kemarikan putriku.” Ujarku pelan sambil menggerakkan tangan kananku ke arah bayi itu dan perlahan-lahan aku mengangkat tanganku, bayi yang digendong Jack terangkat, melayang-layang. Bayi itu berhenti menangis.

“Di… dia adalah putrimu? Kau…”

Aku mengerakkan bayi itu dengan pikiranku sehingga aku berhasil menggendongnya. “Dia tidak boleh mati, dia akan menjadi penggantiku kelak.”

Jack menatapku, “A… apa maksudmu, Chloe?”

Pandanganku beralih ke Jack. “Selamat tinggal, Jack.” Saat itu aku menghentikkan jariku dan menghilang bersama bayi perempuanku. Tapi saat aku menghentikkan jariku, aku melakukan sesuatu; pesawat yang menabrak rumah sakit meledak dengan dahsyat sekali, membunuh puluhan orang di rumah sakit, termasuk Jack, dan juga ratusan orang yang berada di area rumah sakit tersebut….

Advertisements

1 reply »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s