01. GRAY COMMON (MANGO)

“Gerhana matahari ini akan bisa kita nikmati delapan hari lagi.

Mendengar berita itu, Gray langsung keluar dari kamar mandi dan duduk di ranjangnya sambil memperhatikan berita di televisi. Mulutnya berbusa dan di tangannya ada sikat gigi. Dia masih mengenakan baju tidurnya.

“Diperkirakan fenomena alam yang jarang sekali terjadi ini akan terjadi sekitar jam dua belas siang.”

Gray tersedak. Dengan cepat dia berlari ke wastafel dan memuntahkan busa-busa di dalam mulutnya. Dia terbatuk-batuk. Selesai berkumur dan membersihkan sikat giginya, Gray mengambil handuk yang dia taruh di kasurnya. Tiba-tiba terdengar ketukan dari pintu apartemennya.

Gray tinggal sendirian di sebuah apartemen yang terletak di pusat kota. Walaupun usianya masih tujuh belas tahun, Gray sudah terbiasa hidup mandiri. Dia pergi bersekolah meninggalkan kedua orang tuanya dan pindah ke kota lain sejak dua tahun yang lalu. Tubuhnya memang kurang tinggi, tapi Gray seorang pelajar yang pintar dan tampan dengan rambut pirang keriting.

“Siapa?” Gray menghampiri pintu. Tidak ada jawaban. Gray mengintip lewat lubang pintu. Tidak ada siapa-siapa. Pasti orang iseng, pikirnya, sambil kembali ke kamar mandi.

Tapi tiba-tiba pintu kembali diketuk. Gray kembali ke pintu dan mengintip. Tidak ada siapa-siapa.
“Jangan iseng!” Gray mulai kesal.

Dia kembali berjalan ke kamar mandi. Baru saja dia masuk ke dalam, dia dikagetkan dengan pintu yang kembali diketuk. Kali ini kencang sekali dan terus menerus.
“Berisik!” Gray menutup pintu kamar mandi dan menghiraukan ketukan tersebut. Tapi ketukannya semakin keras dan tidak berhenti. “Sialan!” Dengan emosi, Gray keluar dari dalam kamar mandi dan bergegas membuka pintu apartemennya.

Ketukannya masih terdengar sampai Gray membuka pintu, tapi angin kencang masuk membuat Gray mengangkat kedua tangannya untuk melindungi kedua matanya. Angin itu berhenti. Gray membuka matanya. Dia melihat ke jendela yang jaraknya jauh dari tempatnya sekarang. Tidak mungkin ada angin yang bisa bertiup dari luar ke dalam apartemennya. Tidak masuk akal. Tapi yang lebih tidak masuk akal adalah apa yang ada di depan Gray.

Tidak ada siapa-siapa. Gray hanya melihat dinding lorong apartemen. Dia mengingat kembali apa yang barusan dialaminya. Tadi sudah sangat jelas ada yang mengetuk pintu dengan kencang dan tidak berhenti sampai dia membuka pintu. Tidak mungkin ada manusia yang bisa berlari atau bersembunyi secepat itu. Tentu saja orang itu tidak bisa pergi jauh.

Gray memperhatikan sekelilingnya berharap menemukan orang yang iseng terhadapnya. Tapi lorongnya sangat sepi. Tidak ada seorangpun. Akhirnya pandangan Gray tertuju ke bawah. Sebuah amplop putih tergeletak di depan kakinya. Gray yang masih kebingungan mengambil amplop itu dan melihat nama ‘Gray Common’ di muka amplop tersebut. Dia kembali melihat sekelilingnya. Ada yang menaruh amplop itu di depan pintu apartemennya. Tapi semuanya masih misteri. Gray menutup pintu dan duduk di ranjang sambil membuka amplop itu. Perlahan-lahan dia mengeluarkan sebuah kertas dari amplop itu. Tapi ada kertas yang jatuh dari dalam amplop.

“Apa itu?” Gray memungut kertas tersebut dan tersentak tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Sebuah cek bernilai satu juta dollar. “Gila, yang benar saja!”
Gray mengangkat cek ke atas dan memperhatikan dengan seksama sambil meraba-raba cek tersebut. Kemudian dia teringat dengan satu kertas yang lain. Dia menaruh baik-baik cek itu di kasur tepat sebelahnya. Kemudian dia membaca isi kertas satunya.

Kepada Gray Common,
    Satu juta itu hanya awal. Seminggu di pulau X, satu milyar akan menjadi akhir. MANGO adalah namamu. Kemasi sandang saja. Persiapkan diri. Anda ditungg di Mystery Road House besok pagi.
    Aturi aturan-aturan atau Anda gugur.

“Mystery Road House? Pulau X?” Gray mencoba berpikir dimana dia pernah mendengar kedua tempat itu. Tapi dia sama sekali tidak pernah mendengarnya. “Bagaimana cara aku ke sana?” Gray bicara sendiri sampai sebuah ide datang dengan cepat kepadanya, “Internet!

Advertisements

12 replies »

  1. Pingback: HANSON TJUNG

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s