BAGIAN 2

SEILA MENGHENTIKAN MOBILNYA DI DEPAN GERBANG SEKOLAH BERSAMA DAVID DI SEBELAHNYA. “Habiskan makan siangmu dan ingat pesan mami,” Seila memberikan pesan terakhir. “Belajar yang benar. Mami sayang David.”

David mengangguk. Dia segera keluar dan melambaikan salam perpisahan ke Seila. Kemudian dia berbalik melihat sekolahnya yang dipenuhi oleh pelajar-pelajar yang mulai berdatangan. David menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan berusaha menenangkan diri. David selalu gugup saat pergi ke sekolah.

David berjalan ke dalam sekolah melewati empat siswi yang asyik menggosipkan anak laki-laki di bangku taman.

“Si Roby jadian sama Shinta. Kok Roby bisa mau ya sama cewek kayak begitu?”

“Pasti dipelet deh.”

Saat melihat ke David, keempat siswi itu langsung berbisik. David sempat mendengar bisikan, “Hey, lihat deh, culun banget dia.”

“Itu ‘kan si anak mami kelas 1B.”

David diam saja berlagak tidak melihat dan mendengarnya. Kemudian dia mendengar teriakan beberapa siswa yang sedang bercanda sambil berkelahi. David berhenti sebentar dan melihat ke mereka. Mereka adalah teman-teman sekelas David. Pemimpin mereka adalah Rocky. Setidaknya itu yang teman-teman sekelasnya juluki. Badannya besar dan garang.

Rocky melihat ke David. David segera membuang muka dan menunduk. Dengan harap-harap cemas dia berjalan mau melewati Rocky dan teman-temannya. Rocky mencibir dan memberi tanda kepada teman-temannya akan keberadaan David. Dia langsung mendekati David dan menabrak David dengan badannya. David kaget dan hampir jatuh.

“Hey, Alien,” hina Rocky. “Mata sudah empat tapi masih tidak bisa lihat jalan? Mau saya tambahin pakai kacamata kuda?” Rocky langsung tertawa bersama teman-temannya.

David berjalan lagi dan mendengar kata ‘Orang aneh’, ‘Kutu buku’, ‘Anak mami’, ‘idiot’, dan ‘culun’. Dia berusaha untuk tidak mencerna semua hinaan itu. David menutup mata dan mempercepat langkahnya ke dalam kamar mandi. David masuk ke dalam salah satu kloset dan diam di sana sampai bel berbunyi. Baginya, di sana adalah tempat teraman dan ternyaman baginya. Di dalam sana dia tidak akan bertemu dengan orang lain. Dia sendirian di sana.

Bel pun berbunyi.

BAGIAN 3
Advertisements