Saya memang sudah melewati masa sekolah dan kuliah jadi sudah tidak ada kata belajar dalam kamus saya. belajar bukanlah sebuah keharusan lagi bagi saya sekarang tapi sebagai kesadaran untuk membuat diri menjadi lebih pintar. Tapi melihat ke jaman sekolah dulu atau mungkin melihat anak-anak jaman sekarang, tentu saja pergumulan mereka adalah antara belajar dan bergaul.

Saya ingat dulu adik saya pernah mengalami masa sulit saat baru pindah sekolah dimana dia tidak punya teman dan sampai menangis. Itu membuatnya kesulitan untuk belajar (padahal dia anak yang pintar). Jadi belajar dan bergaul memang sesuatu yang tidak bisa kita pisahkan.



Melihat langsung pengalaman dari Odetta di video atas ini memberikan kesadaran bahwa ternyata kemampuan kita untuk bersosialisasi memang tidak kalah penting dengan pengetahuan kita. Dan saat dia mengatakan bahwa mau mendapat nilai 100 atau 0 itu tidak akan ada yang mengingatnya di masa depan (mungkin diri sendiri yang ingat) itu memang benar. Saya pernah mendapat juara satu saat SMP 2 tapi semua teman baik saya tidak ada yang mengingatnya. Hancur hatiku.

Yang penting adalah keseimbangan antara belajar dan bergaul. Ilmu pengetahuan memang kita butuhkan sebagai dasar untuk masa depan kita. Pergaulan akan membuka kesempatan-kesempatan baru dalam hidup kita. Kedua hal ini harus selalu kita miliki dan kita tambah-tambahkan dalam hidup. Jadi pribadi yang pintar, baik, dan menghargai orang lain.

Be blessed!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *