Banyak orang merasa bangga jika bisa melakukan beberapa pekerjaan sekaligus. Dengan multitasking, mereka merasa lebih pintar mengendalikan fokus dan banyak pekerjaan akan semakin cepat diselesaikan sekaligus. Saya sendiri juga suka merasa seperti itu.
Namun penelitian menunjukkan bahwa ternyata menjadi multi tasking itu:
1. MEMAKAN LEBIH BANYAK WAKTU
Ketika mengerjakan sesuatu, kita butuh waktu untuk mengakltifkan fokus kita. Lalu saat kita mengerjakan tugas yang lain, kita perlu mengaktifkan kembali fokus kita untuk bisa mengerjakan hal lain.
Saat kembali ke pekerjaan sebelumnya, fokus kita harus diaktifkan kembali. Pengaktifan kembali inilah yang akan memakan lebih banyah waktu.
2. MEMAKAN LEBIH BANYAK TENAGA
Dibutuhkan tenaga saat mengaktifkan beberapa bagian berbeda pada otak kita. Itu menguras tenaga. Jika kita suka merasa capek secara mental atau brain fog (sulit fokus dan suka lup), bisa jadi itu karena otak kita sudah menggunakan cukup banyak tenaga untuk multitasking.
3. MENYEBABKAN LEBIH BANYAK KESALAHAN
Ahli bedah lebih banyak melakukan kesalahan saat multitasking. Begitu pula ketika kita membalas pesan pada handphone sambil menyetir.
4. MEMBEBANKAN INGATAN YANG SEDANG BEKERJA
Kita bisa menyimpan memori seperti nomor telp atau password dalam waktu tertentu. Tapi ketika berpindah2 memori, maka kita lupa apa yang dilakukan sebelumnya. Bahkan kita suka tidak mengingat percakapan apa yang baru saja terjadi jika fokus kita teralihkan dengan hal lain seperti salah satunya oleh notifikasi pada hp.
Apa yang perlu kita lakukan untuk bisa mengurangi multitasking ini? Pertama-tama kita harus mengatur prioritas kita. Setelah itu kenali distraksi baik itu dari eksternal maupun internal dan antisipasi kedua pengganggu tersebut.
Priority management.
Mono tasking will get us faster to where we wantDont fight it if the mind wonders. Use external tool like note untuk catat ide itu.
Eksternal (Luar Tubuh)
Mengatur sekitar kita. Mematikan notifikasi. Mendengarkan musik. Kendalikan keadaan kita.
Internal
Apa distraksi dalam pikiran kita? Apa kita sedang fokus kendengarkan atau sedang melalukan 2 atau 3 hal bersamaan? Otak kita bisa tetap fokus sambil melakukan latihan fisik.
Self talk. Where is your mind going? Not the present? Past? Future or elsewhere? Use timer to do deep work.