Apa yang biasa Anda lakukan sebelum tidur? Menonton serial TV? Mengecek Path, Twitter, Facebook, atau media sosial lain? Bermain Clash of Clans atau Candy Crush di smartphone Anda? Jika itu termasuk kebiasaan Anda, maka Anda adalah salah satu dari sekian banyak orang yang mengalami gangguan tidur akibat pancaran cahaya dari alat elektronik.

487159125.jpg

Beberapa studi medis membuktikan bahwa gelombang cahaya tertentu, terutama bagian biru dari spektrum yang berasal dari layar elektronik, menghalangi produksi melatonin dalam tubuh dimana hormon melatonin sendiri berfungsi untuk membantu kita tidur. Ponsel dan komputer tablet masa kini menggunakan Light-Emitting Diodes (LED) yang cenderung memancarkan cahaya biru. Televisi dengan cahaya belakang LED juga menjadi sumber cahaya biru, namun karena ditonton dengan jarak jauh, maka efeknya lebih kecil. Berikut yang dipaparkan oleh profesor neuroendokrinologi di University of Surrey, Inggris, Debra Skene.

LED saat ini menjadi populer sebagai penerang ruangan. Walaupun ada bohlam dengan kapasitas cahaya biru lebih sedikit, solusi terbaik untuk saat ini adalah menghindari perangkat elektronik yang memancarkan cahaya terang di malam hari, tegas Christopher Colwell, pakar ilmu saraf di University of California, Los Angeles. Hal ini didukung dengan studi dimana para partisipan diminta berkemah di pegunungan selama seminggu tanpa alat-alat elektronik. Ternyata tubuh mereka bersiap untuk tidur dua jam lebih awal dari biasanya.

Jadi, matikan televisi, taruh gadget jauh-jauh dari jangkauan Anda di malam hari, dan beri jarak aman dari mata. Good night.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *