4. PUBLIC
Sulit untuk membagikan apa yang tidak terlihat. Makanya kita perlu membuat sesuatu lebih bisa dilihat orang supaya bisa populer. Produk dan ide kita harus bisa beriklan sendiri dan meninggalkan sebuah kebiasaan yang menempel (behavioral resideu) pada orang-orang bahkan setelah mereka membeli produk atau menggunakan ide kita.
Contohnya kita bisa menggunakan sticker yang bisa pembeli kita gunakan atau kantong belanjaan cyantik dengan brand kita terpampang sampai pembeli tidak tega membuang dan menggunakannya lagi.
Jika sesuatu dibuat untuk diperlihatkan, makan itu dibuat untuk bertumbuh.
Kita suka meniru. Jika kita tidak bisa menentukan, biasanya kita melihat apa yang ornag lain lakukan dan kita ikuti. Ini yang dinamakan social proof. Makanya banyak video review-review barang di YouTube yang dilihat orang. Jika artis ini menggunakan ini atau itu, maka pasti bagus dan kita ikuti. Mau makan, cari tempat yang ramai. Teman-teman ketawa, kita ikut ketawa. Apa yang teman rekomendasi, kita percaya.
Ketika sebuah kebiasaan lebih bisa diperhatikan, maka public ini akan lebih kuat. Ini dinamakan social influence. Sesuatu yang lebih bisa diperhatikan akan lebih dibicarakan dan memancing tindakan untuk membeli. Saat seseorang melakukan presentasi dan bertanya apakah ada yang mau bertanya, kita tidak mengangkat tangan karena tidak ada yang mengangkat tangan. Remaja ikut-ikutan minum karena teman-teman minum padahal tidak suka dengan rasa alkohol. Ada tetangga membeli mobil baru, kita ikut membeli.
[…] Kenapa Sesuatu Bisa Viral? 6 Prinsip Dari Buku Contagious […]