Pada lomba maraton ketika peluit dibunyikan semua terlihat sempurna. Tapi pada akhir pelarian, semuanya terlihat berantakan. Mereka berkeringat dan kelelahan. Kita tidak mendapat medali emas pada awal perlombaan. Kita mendapatkannya pada akhir perlombaan. Kita semua harus berakhir dengan baik.
Banyak orang yang mengikuti Kristus menyerah pada tengah-tengah perlombaan. Bagaimana supaya kita bisa mengakhiri perlombaan dengan baik? Kita harus memilih untuk bertumbuh.
Memilih bertumbuh berarti menyediakan saat teduh tiap hari bersama Tuhan untuk pembacaan Alkitab, pemeriksaan diri, dan doa untuk mengenal Tuhan dan kehendak-Nya dalam hidup kita dan mendapatkan kekuatan untuk mengikuti kehendak-Nya.
Pertumbuhan rohani adalah pilihan.
Apakah kita akan menjadi berbeda dalam satu tahun mendatang? Kita tidak akan tahu kecuali kita memutuskan untuk tidak menjadi seperti saat ini pada kemudian hari. Kita mau melepaskan kepahitan kita. Kita mau mengubah kebiasaan buruk kita. Kita mau menjadi lebih baik. Itu adalah pilihan. Kita memilih untuk terus bertumbuh. Kita akan mati jika kita tidak bertumbuh.
Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. | 2 Petrus 3:18
BAGAIMANA SUPAYA TETAP BERTUMBUH
1. MENETAPKAN WAKTU BERSAMA TUHAN SETIAP HARI
Itu berarti kita menyediakan waktu untuk tuhan setiap harinya. Jika mau bertumbuh, kita harus terhubung kepada Tuhan setiap harinya. Alkitab mengatakan bahwa Tuhan adalah pohon anggur dan kita adalah cabangnya. Jika cabang tidak terhubung pada pohon maka cabang itu akan mati.
Dalam hubungan suami istri jika kita tidak menghabiskan waktu bersama pasangan kita, kita akan menjadi tidak terhubung. Kita akan merasa jauh. Kita tidak merasa intim. Kita harus menghabiskan waktu bersama seperti saat kita sedang jatuh cinta. Kita harus terus berkencan. Begitu juga dengan hubungan apapun termasuk dengan Tuhan. Kita harus menghabiskan waktu bersama Tuhan setiap harinya supaya kita bisa merasakan kehadiran-Nya, supaya kita selalu dekat dengan Tuhan.
Dan sekarang, Anak-anakku, tinggallah tetap dalam persekutuan indah dengan Tuhan. | 1 Yohanes 2:28 (FAYH)
Hal tersulit untuk dijaga dalam hidup adalah menjaga waktu yang konsisten bersama Tuhan karena semua yang ada di dunia ini melawannya. Iblis tahu jika kita tidak terhubung pada Tuhan, kita lemah. Kita bisa melakukan hal baik apapun tapi jika kita tidak menghabiskan bersama Tuhan maka Iblis telah berhasil karena kita telah melewatkan tujuan utama kita diciptakan. Kita tidak diciptakan untuk melakukan banyak aktivitas, tapi Dia mau kita mengenal dan mengasihi Dia. Jika kita melewatkannya maka kita melewatkan tujuan Tuhan. Iblis tidak peduli dengan apapun yang ktia lakukan asalkan kita tidak menghabiskan waktu bersama Tuhan.
Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi. | 1 Yohanes 3:16
Ketika kita terhubung pada Tuhan, Tuhan memberikan kekuatan untuk tidak melakukan yang salah dan melakukan yang benar. Kita memiliki kelemahan karena kita tidak menghabiskan waktu bersama Tuhan. Kita bisa berbicara kepada Tuhan kapan saja. Kita bisa berbicara pada orang lain sambil berbicara kepada Tuhan. Manusia memiliki kemampuan itu. Kita bisa berbicara dalam pikiran kita. Tidak perlu dengan kata-kata yang indah, cukup seperti saat berbicara dengan seorang teman.
Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur. | Kolose 4:2
2. MEMENUHI PIKIRAN DENGAN FIRMAN
Jika kita tidak makan, kita mulai lemah. Kita mulai emosi. Kita hanya ingin tidur dan bermalas-malasan. Begitu juga dengan firman. Firman adalah makanan untuk jiwa kita. Jiwa kita lemah saat tidak mengkonsumsi firman. Kita harus memasukkan firman dalam hati kita.
Kita bisa berkata kita ke gereja setiap minggu. Tapi itu tidak akan berarti jika hanya seminggu sekali. Itu seperti sedang makan pada hari Minggu dan berpuasa dari Senin ke Sabtu. Jadi wajar saja kita suka emosi. Wajar saja kita egois. Wajar saja kita suka merasa malas. Wajar saja kita suka jatuh dalam dosa. Kita harus memiliki firman Tuhan dalam hati kita setiap hari.
Apapun yang kita masukkan ke dalam hati dan pikiran kita akan keluar juga dari dalam kita. Kita memasukkan racun (kekerasan, pornografi, dan hal-hal jahat lainnya), junk food (hal-hal tidak penting yang tidak baik dan buruk tapi mengenyangkan kita), atau kita bisa memasukkan kebenaran dalam hati dan pikiran kita.
Kita percaya firman adalah kebenaran. Kita tidak percaya semua yang ada di media sosial, televisi, atau radio. Tapi kenapa kita menghabiskan lebih banyak waktu mengisi hidup kita dengan hal-hal yang bukan kebenaran? Kita harus terus menerus memasukkan firman dalam hidup kita.
Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya. | Yakobus 1:25
Inilah rahasia kebahagiaan. Kita meneliti firman (mempelajarinya), bertekun (mengulanginya), tidak melupakannya, dan melakukannya.
Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu. | Yohanes 8:31-32
Dalam pikiran kita ada timbangan antara pikiran negatif dan positif. Ketika kita mendapat lebih banyak negatif dalam pikiran kita, kita mendapat depresi. Kita berbicara kepada diri kita sendiri bahwa kita bodoh, tidak layak, tidak mampu, dan hal-hal negatif lainnya; kita menjadi depresi. Kita adalah pengkritik terbesar untuk diri kita sendiri. Kita menonton acara TV atau melihat media sosial dan semua memberitakan hal-hal yang buruk, maka kita menjadi depresi.
Bagaimana supaya kita bisa keluar dari negativitas ini? Kita harus menambahkan hal-hal positif supaya timbangannya bergerak. Berubahalah oleh pembaharuan budi kita. Isi pikiran kita dengan hal-hal positif. Mulailah taruh firman Tuhan dalam pikiran kita. Mazmur banyak memberikan hal-hal positif. Tulis itu. Ingat itu. Bawa kartu bertuliskan ayat-ayat itu dan baca apa yang Tuhan katakan tentang kita, bukan apa yang dunia katakan. Tuhan bersama kita. Tuhan mengasihi kita. Bersama Tuhan kita tidak akan goyah. Saat kita menaruh pemikiran positif, hidup kita berubah. Timbangan kita bergerak. Kita tidak menjadi depresi lagi.
Saat timbangan pikiran kita bergerak ke arah positif, tiba-tiba kita menjadi antusias dengan hidup.
Kita akan memiliki kreativitas. Kita mau mengejar mimpi kita. Kita mendapat pemikiran baru tentang hidup. Kita akan mendapat yang terbaik dalam hidup. Kita berubah.
3. FOKUS PADA TUJUAN, BUKAN KEBIASAAN
Kebiasaan di sini adalah semua kegagalan kita, keburukan kita, dosa-dosa kita, hal-hal tidak kita sukai. Kuncinya adalah kita harus memfokuskan diri kepada apa yang kita mau, bukan yang kita tidak mau.
Apapun yang kita fokuskan menarik kita.
Kita menuju apa yang kita perhatikan. Jadi kita harus memastikan bahwa fokus kita adalah kepada hal yang baik, bukan kepada hal yang buruk. Apapun yang ingin kita ubah dalam hidup, jangan fokus pada hal itu. Itulah awal dari pemulihan kita. Fokus pada hal yang kita mau.
Jangan fokus pada masa lalu. Kita bukanlah masa lalu kita. Apa yang penting sekarang bukanlah masa lalu tapi menuju kemana kita sekarang. Kita adalah penggerak tubuh kita sekarang. Jika kita mau bertumbuh, kita harus fokus pada masa depan.
Aku tidak berkata bahwa aku benar-benar sudah seperti yang diinginkan Allah. Aku belum mencapai tujuanku, tetapi aku terus berusaha mencapainya dan membuatnya menjadi milikku. Kristus mau supaya aku melakukannya. Itulah sebabnya, Kristus telah membuat aku milik-Nya. | Filipi 3:12 (WBTC Draft)
Saudara-saudara, saya belum lagi menjadi seperti yang diharapkan, tetapi saya mencurahkan segenap tenaga saya untuk satu perkara ini, yaitu dengan melupakan yang telah lalu dan mengharapkan yang akan datang, saya berusaha mencapai akhir perlombaan untuk menerima pahala yang telah disediakan Allah bagi kita di surga, karena apa yang dilakukan Kristus bagi kita. | Filipi 3:13-14
Berhenti melihat masa lalu.
Jika kita terus melihat masa lalu, itu seperti melihat ke kaca mobil belakang. Kita akan tabrakan.
Fokus pada tujuan Tuhan, mimpi Tuhan untuk kita.
Tujuan adalah pernyataan iman kita. Tujuan berarti kita percaya bahwa Tuhan mau kita menyelesaikan hal ini dan itu pada tanggal sekian. Tujuan memiliki tanggal. Jika kita tidak memiliki tanggal maka itu hanyalah mimpi, impian, dan harapan. Mereka tidak berarti. Hal utama yang akan mengubah hidup kita adalah menetapkan tujuan. Tujuan memiliki deadline.
Tujuan dengan iman:
- Spesifik tentangnya. Kita mau menyelesaikan ini dan itu pada tanggal sekian. Jika kita menggunakan lebih atau tidak ini maka itu bukanlah fokus. Kita mau menjadi lebih seperti Kristus atau mengurangi emosi kita. Bagaimana kita bisa mengukur itu? Kita harus lebih spesifik.
- Bisa dicapai. Jika kita mengatakan tujuan yang tidak realistik, maka kita akan kecewa. Jika kita berkata mau berdoa tiga jam sehari, apakah itu benar-benar bisa kita lakukan? Tujuan yang bisa dicapai harus yang bisa dilakukan dengan kekuatan Tuhan.
- Tujuan ini adalah tujuan pribadi kita. Kita tidak bisa menetapkan tujuan untuk orang lain karena kita tidak bisa mengontrol mereka.
- Bisa dilacak. Itu berarti bisa diukur. Kita bisa melihat sudah sampai dimana tujuan kita. Ada waktu yang kita beri patokan dan kita bisa melihat sudah sejauh mana kita bergerak. Mungkin tujuan kita ingin saat teduh dari saat ini sampai Natal. Itu adalah tujuan yang bisa diukur.
- Jika kita tidak menginginkannya, jangan menulisnya. Kita butuh passion atas tujuan kita. Jika kita tidak punya passion, tunggu sampai passion datang baru kita jadikan tujuan.
4. MENINGGALKAN & MENGAKUI KEGAGALAN DENGAN INSTAN
Dalam proses pertumbuhan tidak selamanya kita akan terus berhasil. Kita akan mengalami kegagalan. Kita masih akan dicobai. Itu seperti maju 3 langkah dan mundur 2 langkah, maju lagi tiga langkah dan mundur lagi dua langkah.
Jika mau berhasil, jangan tutupi dosa kita. Akui dan tinggalkan dosa kita maka kita akan menerima belas kasihan. Jika kita tidak mau mengakui kesalahn kita, kita memiliki ego yang tinggi. Kunci pertumbuhan rohani adalah tidak membiarkan dosa menumpuk. Kita membuang sampah secara regular.
Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita, dan berpaling kepada TUHAN. | Ratapan 3:40
Jika kita memeriksa dan memperbaiki diri, maka Tuhan tidak akan menjatuhkan hukuman atas kita. | 1 Korintus 11:31 (KSKK)
Jadi akui kesalahan kita kepada Tuhan dan perbaiki diri kita. Tuhan tahu saat kita jatuh dalam dosa yang sama terus menerus, tapi Dia tidak akan mengeluh. Allah adalah kasih. Dia tidak pernah lelah mengampuni. Dia menunggu kita. Dia memberkati kita dengan kasih dan belas kasihan. Dia memberi apa yang kita butuhkan bukan apa yang pantas kita terima.
5. MELARIKAN DIRI DARI PENCOBAAN
Bukanlah dosa untuk dicobai. Yesus juga mengalami pencobaan, tapi dia tidak menyerah padanya. Jangan merasa bersalah jika kita jatuh dalam pencobaan. Ketika pencobaan datang, jangan terintimidasi. Kita mungkin sudah lama mengikuti Tuhan, itulah sebabnya kita merasa kenapa kita masih dicobai? Semakin kita dekat dengan Tuhan, semakin Iblis ingin menyerang kita.
Kalian harus waspada, tetap percaya kepada Kristus, berani dan kuat. | 1 Korintus 16:13 (BSD)
Kita harus melarikan diri dari pencobaan. Kita harus waspada. Kita harus tahu keadaan apa dan pertemanan mana yang membuat kita tergoda.
Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. | 1 Korintus 15:33
Kita mudah tergoda untuk minum saat di bar atau bergaul dengan teman-teman yang suka minum. Kalau begitu jangan pergi ke bar. Jangan pergi bersama orang-orang itu. Jauhi hal-hal dan orang-orang yang akan membuat kita tergoda. Kita harus menghindari mereka. Jangan hanya doakan atau berkata, “Jauhkan kami dari pencobaan” terus menerus, tapi pergilah dari situasi itu.
Seorang teman lebih mudah untuk menjatuhkan kita daripada menaikkan. Jika teman kita menjauhkan kita dari Kristus, mereka bukanlah teman kita.
Kita tidak melawan pencobaan, tapi kita menjauhkan diri darinya.
6. MEMBENTUK TIM YANG BERJALAN BERSAMA
Kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi, karena kamu juga turut membantu mendoakan kami. | 2 Korintus 1:10-11
Kita butuh orang lain dalam hidup kita. Tuhan membentuk kita sehingga kita membutuhkan satu sama lain. Apakah ada orang yang mendoakan kita? Apakah kita mendoakan orang lain? Kita perlu berdoa dan didoakan.
Hendaklah kita tetap berkumpul bersama-sama, dan janganlah lalai seperti orang lain. Kita justru harus lebih setia saling menguatkan, sebab kita tahu bahwa tidak lama lagi Tuhan akan datang. | Ibrani 10:25
Kita butuh dikuatkan terus menerus. Jika kita tidak suka dengan sebuah grup, bukan berarti kita menyerah pada grup. Itu seperti kita tidak suka dokter ini, jadi kita tidak mau ke dokter lagi. Kita pergi ke restoran dan tidak suka makanannya, kita tidak mau makan lagi. Yang perlu kita lakukan hanyalah pergi ke dokter lain atau tempat makan lain. Kita cari orang atau grup mana yang tepat.
7. MENGIKUTI YESUS SAMPAI GARIS AKHIR
Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus. | Filipi 1:6
Apa yang dimulai Tuhan, akan Dia selesaikan. Jangan menyerah.
Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. | Galatia 6:9
Mengalami pertumbuhan adalah hal yang penting karena kita tidak benar-benar hidup jika kita tidak bertumbuh. Kita mudah digoyahkan sehingga menyerah di tengah-tengah pertandingan. Kita harus memilih untuk bertumbuh. Pertumbuhan kita adalah pilihan kita sendiri. Jika kita menyalahkan gereja tidak membuat kita bertumbuh, itu salah. Kitalah yang memilih untuk tidak bertumbuh.
Dalam menjalani proses pertumbuhan pasti akan hambatan-hambatan. Kita akan mengalami kemalasan atau kesibukan. Tapi kuncinya adalah kita harus mengetahui bahwa perlombaan kita masih jauh sampai pada kekekalan. Kita mulai memikirkan yang terpenting, yang akan bertahan bukan hanya di dunia ini saja melainkan sampai di selamanya di surga nanti. Cari kerajaan Allah dan kebenaran-Nya. Terlibatlah dalam komunitas gereja karena di sanalah kita akan menemukan jawaban-jawaban dan sudut pandang yang benar dalam menjalani perlombaan kita. Tuhan akan memberitahu rahasia-rahasia dan kehendak-Nya saat kita memilih untuk membangun hubungan dengan-Nya.
Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. | 2 Petrus 3:18