Semua orang percaya pasti akan mengalami musim dimana kita tidak terhubung pada Tuhan. Kita merasa Tuhan sangat jauh. Doa kita tidak sampai padanya. pelayanan kita biasa-biasa saja. Karakterk kita tidak bertumbuh. Kita jenuh. Kita malas. Jadi entah kita mengalaminya saat ini atau nanti, kita sebaiknya mengenali musim ini.
KENAPA BISA TIDAK TERHUBUNG DENGAN TUHAN?
Jika kita merasa kita jauh dari Tuhan, siapakah yang menjauh? Tuhan tidak pernah menjauh. Dia rindu untuk dekat dengan kita.
Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. | Wahyu 3:20
Tuhan rindu dekat dengan kita, tapi yang kita lakukan adalah kita terlalu sibuk dengan urusan kita, dosa kita, dunia kita, pekerjaan kita, keluarga kita, mimpi kita, hobi kita, gadget kita, dan banyak hal lainnya sehingga kita tidak pernah mau membuka pintu untuk Dia. Kita tidak punya waktu untuk Tuhan. Kita tidak pernah berbicara dengan Tuhan. Kita tidak pernah mendengar suara Tuhan. Jadwal kita begitu penuh sehingga kita menjauh dari Tuhan.
Kita mau hidup kita menjadi berarti. Kita mau hidup kita berhasil. Tapi kita terlalu sibuk untuk terhubung dengan satu-satunya pribadi yang menjawab semua kebutuhan kita.
APA YANG TERJADI SAAT KITA TIDAK TERHUBUNG DENGAN TUHAN?
Semua bukan tentang kita. Semua adalah tentang Tuhan. Dia yang punya perspektif terbesar atas hidup kita. Dia yang punya gambaran besar atas hidup kita. Dia tahu yang ktia butuhkan. Dia tahu apa yang terbaik untuk kita. Jadi jika kita mau berhasil dalam hidup kita, kita sebaiknya terhubung pada Tuhan karena kita akan bisa melihat gambaran besar atas hidup kita. Kita bisa tahu pilihan apa yang terbaik untuk kita. Kita tahu apa visi dan tujuan hidup kita. Dalam Dewasa Muda ada 5 komitmen yang menjadi visi dan tujuan hidup kita. Penyembahan, persekutuan, pemuridan, pelayanan, dan penginjilan.
Namun sebaliknya saat kita tidak terhubung pada Tuhan, kita mulai kehilangan visi dan tujuan kita. Sebelum mengikut Yesus, Petrus dan Andreas adalah seorang nelayan.
Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. | Matius 4:18
Saat Yesus disalibkan dan meninggal, murid-murid Yesus terputus dengan Tuhan. Mereka kehilangan tujuan hidup mereka. Yang terjadi adalah mereka kembali ke kehidupan lama mereka.
Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut. Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain. Kata Simon Petrus kepada mereka: “Aku pergi menangkap ikan.” Kata mereka kepadanya: “Kami pergi juga dengan engkau.” Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. | Yohanes 21:1-3
Ketika kita terputus dari Tuhan, kita tidak akan bergairah dengan hidup kita. Kita merasa kita hanya nge-flow dengan hidup kita. Hidup kita monoton. Ketika kita bertemu orang lain, kita merasa biasa saja. Kita merasa tidak bertumbuh. Pelayanan kita hambar dan hanya seperti rutinitas. Kita malas atau takut bersaksi.
Tapi saat kita terhubung pada Tuhan, kita akan merasakan apa yang Tuhan rasakan. Perasaan kita itu kita dapatkan dari tuhan karena kita diciptakan serupa dengan-Nya. Jadi jika kita terhubung pada Tuhan, kita akan rindu bersekutu dengan Tuhan. Kita rindu mengenal dan mengasihi Tuhan lebih lagi (penyembahan). Kita rindu bersekutu dengan orang-orang percaya lainnya dalam keluarga Tuhan (persekutuan). Kita haus akan pertumbuhan rohani (pemuridan). Kita tidak mau tinggal diam untuk melayani sesama, membantu sesama (pelayanan). Kita mau membagikan kesaksian hidup kita dengan orang lain (penginjilan). Kita akan menjadi bersemangat atas hidup kita. Setiap bangun pagi, kita akan merasa sukacita penuh dan kita melihat orang lain seperti Tuhan melihat orang lain. Kita mengasihi mereka dengan kasih yang tidak bersyarat walaupun mereka tidak layak dikasihi.
BAGAIMANA SUPAYA BISA TERHUBUNG KEMBALI DENGAN TUHAN?
Kebanyakan orang yang tidak terhubung dengan Tuhan merasa bahwa diri mereka berdosa. Mereka merasa tidak layak datang pada Tuhan.. Mereka merasa tidak layak melayani. Mereka merasa orang-orang di gereja menjadi cuek. Mereka merasa pelayanan hambar. Mereka merasa, merasa, dan merasa.
Tapi Tuhan mau kita bukan dengan perasaan. Perasaan hanya sementara dan seringkali menipu.
Tuhan mau kita hidup dengan iman.
Tuhan mau kita percaya dengan iman.Iman timbul dari pendengaran akan firman. Jadi jika semakin hidup kita dibangun dengan firman Tuhan, maka iman kita akan menjadi semakin kuat. Kita akan semakin mengenal Tuhan dan tujuan-Nya dalam hidup kita. Kita menyembah karena janji-janji Tuhan dalam Alkitab.
Jika Tuhan berkata tidak ada penghukuman lagi, maka kita tidak perlu merasa bersalah atau tidak layak.
Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. | Yakobus 4:8
Sama seperti perumpamaan anak yang hilang. Saat si anak mendekat, si ayah langsung menghampirinya. Ketika kita mendekati Tuhan, Dia segera menghampiri kita. Jadi sembah Tuhan dengan iman, jangan hanya dengan perasaan. Walaupun kita tidak merasakan apa-apa, tapi kita percaya ada Tuhan yang hidup yang kita sembah. Walaupun kita tidak merasakan apa-apa, kita percaya ada Tuhan yang peduli dan mengasihi kita. Ada Tuhan yang selalu menyediakan untuk kita.
KESIMPULAN
Sebagian dari orang percaya hanya berbahagia saat mempelajari kebenaran dan jalan-Nya, tapi kita harus mengenal Dia. Kita harus tahu dimana Tuhan sekarang dan pekerjaan apa yang sedang Dia perbuat saat ini. Kita jangan menemukan kebenaran Tuhan, tapi kita harus menemukan wahyu Tuhan.
Kebenaran Tuhan adalah apa saja yang telah Dia perbuat. Kebanyakan dari kita saat menyembah merasa bahwa Tuhan baik, pekerjaan Tuhan besar, atau hadirat-Nya indah. Semua itu sudah kita ketahui, bahkan hampir semua orang percaya tahu itu. Itu sama saja kita sedang mengejar jejak-jejak kaki Tuhan.
Kita hanya sampai kepada perbuatan-perbuatan Tuhan yang SUDAH lakukan tapi kita tidak sampai kepada apa yang Tuhan MAU lakukan.
Saat menyembah, jangan puas sampai menemukan jejak-jejak Tuhan. Tapi temukanlah wajah Tuhan. Dapatkan wahyu dari Tuhan. Tanyakan pada Tuhan apa kehendak-Nya dalam hidup kita. Minta Tuhan beritahu apa yang mesti kita lakukan. Kenalilah Dia lebih dalam dan kita akan semakin mengasihi Tuhan. Jangan hanya mencari kebenaran Tuhan saja, tapi cari wahyu-Nya.
Ketika kita terhubung pada Tuhan, kita akan menemukan rahasia-rahasia Tuhan dalam hidup kita. Dia akan membagikan apa tujuan dan pilihan yang mesti kita ambil. Kehendak-Nya akan dia beritahu untuk kita. Hidup kita menjadi fokus. Kita akan rindu terhubung pada keluarga Tuhan. Kita akan mengalami pertumbuhan karakter Kristus. Kita tidak akan sungkan melayani dan kita akan membagikan kesaksian ini kepada orang lain. Hanya dengan terhubung pada Tuhanlah, kita akan mengalami kemenangan atas hidup kita.