Minggu malam kemarin saya dan teman makan di Ropang Plus Plus dimana ngantrinya bejibun sehingga kudu menunggu cukup lama. Selama menunggu kami membeli otak-otak sepeda yang nongkrong di sana dengan harga seperti di mall yang kena pajak dan service charge lagi. Seplastik isi 2 otak panjang dan sisanya bulat-bulat yang biasanya cuma 10,000 IDR kini naik menjadi 20,000 IDR (BRAVO!).
Tapi bukan itu yang mau saya saksikan. Saat menunggu, di depan kami ada satu ai-ai alias tante-tante bersama anak/cucu (sepertinya anak) laki-laki yang pendiam tapi lucu. Saat sedang berdiri, si ai ai ini terlihat sangat kasihan. Saya sempat bilang ke teman kalau saya tidak tega melihat ibu-ibu harus menunggu lama sendirian. Saya sangat ingin mengajaknya bicara.
Beberapa lama kemudian nama saya dipanggil dan saya ditanyakan apakah mau sharing meja (2+2=4). Baiklah, tidak apa-apa. Saya dan teman duduk dan kebetulan sekali (rencana Tuhan sekali) ternyata yang duduk di sebelah kami tidak salah lagi si ai dan anak laku-lakinya. Lucunya si ai yang mengajak kami bicara duluan (saya memang orang yang paling susah untuk memulai percakapan dengan orang yang belum dikenal). Kami sempat mengobrol. Si ai ternyata tinggal tidak jauh dari rumah saya. Si anak kecil ini juga memperlihatkan aksi makan dengan tidak bisa pakai sumpit. Cukup komedi.
God works in mysterious way, I know. Siangnya juga saat parkir di CP, saya nekat parkir di P6 yang selalu penuh dan saya meminta Tuhan menyediakan parkir yang cepat. Dan 1 mobil keluar di depan saya. Sehari sebelumnya juga saat sampai di parkiran La Piazza juga sudah muter beberapa kali tidak dapat tempat. Berhubung sudah kebelet, saya cepat-cepat bicara sekilas dengan Tuhan untuk mempersilakan orang keluar buat saya. Dan dapat, man!
Just want to share this story to remind myself that God still hears me and cares for us. You do not believe? Try it yourself.
Be blessed!