Sebenarnya awal dengar sih agak geli tapi karena teman bilang harus cobain Sate Jando saat ke Bandung, ya udah deh saya hajar aja. Ternyata Sate Jando emang sate legendaris di Bandung yang kudu dicoba kalau ke sana. Letaknya ada di belakang Gedung Sate dan jangan mengharapkan tempat makan yang nyaman di sini karena hanya di pinggir jalan dan disediakan beberapa bangku. Jadi antara makan di bangku, trotoar, atau di dalam mobil.

Konon tempat ini antriannya bukan main panjangnya. Ditemani asap dari kendaraan yang lalu lalang dan asap dari sate, kalian bisa bayangkan ‘kan? Tapi saya datang hari Selasa jam 10.30 dan ternyata plong, sepi banget. Datang dan langsung pesan. Nambah tinggal nambah. Mungkin ini yang namanya keberuntungan manusia tampan haha. Waktu segini bisa jadi patokan jam kalau ga mau capek antri.

Saya mencoba sate ayamnya dulu. Pas dimakan ada ‘cres’ ‘cres’ gimana gitu pas digigit. Dibilang lembut tidak, keras juga tidak. Bumbu kacangnya enak berasa rempahnya dan manis. Sambalnya kurang pedas. Sate sapinya lembut enak.

Terakhir saya coba sate jandonya. FYI aja, jando ini bukan janda ya, tapi lemak susu sapi atau bahasa gaulnya tetek sapi. Rasanya ini nyes abis! Langsung meleleh pas digigit dan enak bukan main. 1 porsi sate ini isi 10 bisa dicampur-campur dan kalau mau jajanan lain atau haus ada juga orang-orang yang jualan di sebelah kanan kiri sate jando ini.

HARGA

  • Sate Jando : 1 Porsi (Isi 10) : 25K IDR


Be blessed!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *