Berikut adalah hal-hal yang saya pelajari dari buku Lagom, tulisan Niki Brantmark. FYI, Lagom berarti ‘tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit’. Itu berarti berkecukupan. Buku ini menggambarkan gaya hidup orang-orang Skandinavia yang merupakan orang-orang terbahagia nomor 3 di seluruh dunia. Review bukunya bisa mampir ke sini.




1. LAGOM DI KEHIDUPAN PRIBADI

Rumah

  • Rapikan dan buat sistem yang jelas.
  • Keluarkan barang-barang yang tidak dibutuhkan (bisa disumbang juga).
  • Jaga kebersihan rumah.
  • Gunakan perabotan yang sesuai dan tidak berlebihan (buat dan kreasikan sendiri kalau bisa dan rajin)
  • Tambahkan unsur alam seperti tanaman.

Jiwa

  • Tidur 7-9 jam (gunakan kasur hanya untuk tidur jika memang sulit tidur).
  • Buat jurnal harian untuk mencatat segala sesuatu yang diingat agar bisa dilihat kembali (siapa tahu ada yang penting yang tidak boleh terlewat).
  • Mandi air dingin dan sauna juga bisa menyegarkan.
  • Nikmati keindahan alam di luar (jika memungkinkan, pergi trekking atau hiking).

Kebahagiaan Fisik

  • Makan secukupnya.
  • Olahraga secara rutin (jalan kaki atau bersepeda, terutama).
  • Jangan berfoya-foya (hidup minimalis).
  • Beli sesuai kebutuhan alih-alih keinginan.

Kesuksesan

  • Kehidupan pribadi dan pekerjaan harus seimbang.
  • Kurangi bekerja di luar jam kerja.
  • Saat jam makan siang, gunakan itu untuk beristirahat juga.
  • Nikmati waktu setelah kerja untuk kehidupan pribadi.
  • Bangun pagi dan persiapkan kesuksesan (morning person).
  • Go green (kita butuh refreshing) dan pergi liburan.
  • Tabung uang dan miliki concious buying (tidak lapar mata saat belanja).

2. LAGOM DI KELUARGA DAN HUBUNGAN

Persahabatan

  • Butuh waktu, jangan terburu-buru Alhasil akan bertahan lama.
  • Dengarkan. Saat berbicara, kita hanya mengulangi apa yang sudah kita tahu, tapi jika kita mendengarkan, kita bisa saja mempelajari sesuatu yang baru.
  • Jujur. Lebih baik sebuah ‘tidak’ yang jujur daripada sebuah ‘ya’ yang tidak tulus.
  • Tepat waktu karena menunjukkan bahwa kita ramah, menghargai, bisa dipercaya, tampak rajin dan profesional, lebih tenang dan lebih terorganisir, memberi contoh baik, dan mementingkan kebahagiaan orang lain.

Hubungan

  • Bersama tapi tidak bersama (ini beda budaya ya, tinggal bersama walaupun tidak nikah).
  • Bagi-bagi pekerjaan rumah tangga.
  • Ada waktu melakukan apa yang disukai (tidak harus selalu melakukan aktivitas bersama.

Orang Tua

  • Tidak menekan diri sendiri dan anak-anak (tidak ada bangga-banggain anak sudah bisa ngomong atau jalan, RESPECT man!).
  • Beri waktu pada anak-anak untuk bertumbuh (tidak memaksakan mereka sekolah sebelum saatnya).
  • Waktu 1 on 1 bersama anak selalu diluangkan.
  • Cuti lahir bisa sampai 480 hari dan bisa untuk pria juga apabila wanitanya mau kembali bekerja.
  • Tidak apa jika anak-anak bosan karena dengan begitu mereka akan mejadi kreatif mengerjakan sesuatu.
  • 3 hal penting yang diajarkan kepada anak-anak sebelum sekolah adalah bagaimana menjadi seorang teman yang baik, bagaimana berbagi, dan bagaimana bersyukur.
  • Jangan didik anak-anak untuk menjadi kaya, tapi didik mereka untuk menjadi bahagia sehingga mereka tahu nilai dari sesuatu, bukan harganya.

Perayaan

  • Bagi tugas. Bukan hanya mengangkat tekanan dari tuan rumah tapi juga membuat setiap orang merasa bertanggung jawab untuk membuat perayaannya menjadi seru.
  • Dekorasi tidak harus sempurna. Yang terpenting adalah kumpul bersama dan menikmati momennya.

Tamu

  • Sebagai tamu, menawarkan sesuatu untuk dibawa atau dilakukan dalam acara.
  • Datang tepat waktu.
  • Membawa hadiah yang benar-benar dipikirkan (tidak terlalu mewah dan tidak terlalu sedikit juga). Jangan sampai tidak bawa apa-apa ya.
  • Hadiah yang dibawa bisa berupa homemade juga atau karangan bunga atau kue buatan sendiri atau tanaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *