Semua orang berdoa. Semua agama berdoa. Bahkan orang ateis juga berdoa. Kita suka berkata, “Ya Tuhan”, “Oh Tuhan”, “Oh my God”. Itu sudah menandakan bahwa kita sedang berbicara kepada Tuhan. Itulah yang membedakan kita dengan ciptaan Tuhan lainnya. Kita dibuat serupa dengan gambar Tuhan sehingga kita bisa berbicara kepada Tuhan dan ingin bicara dengan Tuhan terkadang-kadang.

Tuhan membuat kita sedemikian rupa sehingga kita rindu dan mau berkomunkasi dengan-Nya.

 Ia (Tuhan) memberikan kekekalan dalam hati mereka (manusia). | Pengkotbah 3:11

Kita akan bertahan lebih lama dari yang di dunia ini. Tuhan tidak hanya membuat kita untuk saat ini. Pasti ada yang lebih. Tuhan membuat kita sedemekian rupa untuk menginginkan-Nya sehingga kita berdoa pada satu titik dalam hidup kita.

Namun masalahnya kita tidak terlalu baik dalam berdoa. Kita suka bingung harus bicara apa atau seperti apa. Banyak juga yang tidak percaya diri untuk berdoa di depan umum. Lucunya tidak ada yang pernah mengaku seorang profesional dalam berdoa. Bahkan Paulus, seorang Kristen yang mungkin paling berhasil, menulis ini.

Sebab kita tidak tahu bagaimana seharusnya kita berdoa. | Roma 8:26 (BIS)

1358309783

Itu berasal dari seseorang yang menulis hampir dari setengah Alkitab. Kita perlu belajar untuk berbicara dengan Tuhan. Murid-murid Yesus juga mengalami hal yang serupa.

Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.” | Lukas 11:1

Lucunya mereka melihat Yesus berdoa, tapi mereka masih meminta Yesus mengajari mereka berdoa. Kedua belas murid ini diberi kesempatan untuk melihat aksi Yesus yang mengadakan banyak mujizat tapi tidak ada yang meminta Yesus mengajarkan mereka membuat mujizat. Tidak ada yang meminta Yesus mengajari mereka untuk mengajar atau kotbah. Melainkan mereka meminta Yesus mengajari mereka berdoa karena mereka tahu kuasa di balik semua mujizat dan kotbah Yesus adalah doa. Mereka menyadari bahwa asal dari kuasa dan berkat yang Yesus beri adalah hubungan yang dekat dengan Tuhan.

Jika Paulus dan murid-murid Yesus bingung bagaimana untuk berdoa, maka tidak apa untuk kita untuk menanyakan bagaimana berdoa.

Tuhan tidak mau kita merasa bersalah dengan kehidupan berdoa kita. Dia tidak mau kita merasa itu sulit dan memang nyatanya berdoa tidaklah sulit.

Kebingungan kita terhadap doa disebabkan oleh kesalahpahaman kita tentang doa. Banyak kesalahpahaman tentang doa. Banyak informasi salah tentang doa yang membuat kita berdoa. Tuhan tidak mau kita merasa bersalah saat berdoa, dia mau kita ditarik oleh kasih karunia.


Berikut beberapa kesalahpaham tentang doa.

 1. Doa bukanlah tongkat sihir.

Saat kita berdoa, situasi kita akan langsung berubah seperti saat kita menggerakkan tongkat sihir. Doa bukanlah seperti botol ajaib yang kita gunakan untuk langsung mengabulkan permintaan kita. Tuhan bukanlah pelayan kita, kitalah pelayan Tuhan. Doa bukanlah kata-kata mantra yang berarti jika kita tahu perkataan yang benar maka kita mendapatkan keinginan kita setiap saat.

magicwand

Kita tidak mengucapkan Abracadabra pada suami kita dan suami kita akan berubah. Kita tidak mengucapkan Sim Salabim dan langsung mendapatkan promosi.

2. Doa bukanlah pemadam kebakaran.

Di setiap kaca yang di dalamnya ada pemadam kebakaran selalu ada tulisan ‘Pecahkan jika emergency’. Banyak orang memperlakukan doa seperti itu. Mereka berdoa hanya saat dalam luka, dalam keadaan darurat. Ketika dalam masalah, kita hanya menggunakan doa. Saat tidak ada jalan lagi, orang suka berkata yang bisa kita lakukan sekarang hanyalah berdoa. Benarkah baru datang ke doa pada saat terkahir? Bukankah seharusnya doa adalah senjata utama kita?

fire20alarm20box

Sebelum kita mencari pekerjaan, berdoalah. Sebelum makan, berdoalah. Sebelum kencan, berdoalah. Doa harus menjadi yang pertama.

3. Doa bukanlah peperangan dengan Tuhan.

Banyak orang merasa harus berdoa dengan keras sampai Tuhan akhirnya mau mengabulkan doa kita. Kita terus mendesak Tuhan dan membuat Tuhan lelah dan menyerah sehingga memberikan kita apa yang kita mau. Kita memohon, menawar, dan menyuap.

Kita tidak memohon, memohon, dan terus memohon sampai Tuhan mengabulkannya. Kita tidak menawar dengan berkata bahwa jika Tuhan mengabulkannya maka kita akan melakukan ini dan Tuhan adalah Tuhan yang beruntung karena kita melakukan hal itu. Kita tidak menyuap Tuhan dengan pidato yang hebat.

4. Doa bukanlah ritual untuk meringankan rasa bersalah.

Ada sebuah ritual dimana kita diajarkan jika kita berdosa maka kita harus mengucapkan sebuah doa dalam jumlah tertentu. Doa tidaklah seperti itu. Doa bukanlah hukuman untuk dosa kita. Doa adalah sebuah hak istimewa. Doa adalah sebuah sukacita. Doa bukanlah balas budi karena kita melakukan sesuatu yang salah. Bahkan Yesus mengajarkan untuk tidak mendoakan dengan perkataan yang sama terus menerus.

Dan, ketika kamu berdoa, jangan menggunakan kata-kata yang tidak ada artinya, seperti yang dilakukan orang-orang yang tidak mengenal Allah, sebab mereka mengira dengan banyaknya kata-kata, mereka akan didengarkan. | Matius 6:7 (AYT)


Doa bukanlah sesuatu yang membosankan dan bukanlah sebuah tugas. Ada 4 panduan dalam berdoa yang bisa kita pelajari. 4 panduan ini adalah 4 pilar doa. Jika kita tidak melihat keempat pilar ini, kita akan melihat doa sebagai sebuah tugas dan beban sehingga kita tidak mendapatkan berkat dalam doa.


4 PILAR DOA

1. TUHAN SUKA SAYA BERBICARA DENGANNYA TENTANG APAPUN

Itu tidak harus sesuatu yang rohani. Doa hanya harus menjadi apapun yang kita sukai. Bagaimana mungkin?

1. Karena Tuhan mengasihi kita. Ketika kita mengasihi seseorang, kita tertarik dengan apa yang orang itu sukai.

2. Karena Tuhan memberikan ketertarikan kita. Darimana kita mendapaktan hobi atau hal-hal yang kita sukai? Kita mendapatnya dari Pencipta kita. Tuhan yang menaruhnya dalam kita. Setiap orang memiliki ketertarikannya masing-masing. Tuhan yang membuatnya seperti itu. Itu berarti Tuhan lebih tahu apa yang kita sukai atau tidak kita sukai daripada kita sendiri.

3. Karena Dia menikmati berbicara dengan anak-Nya. Jika kita bosan saat berdoa, itu karena kita sedang membicarakan sesuatu yang kita kira harus kita bicarakan daripada apa yang kita suka bicarakan.

god-cares-about-everything-about-concerns-you-so-feel-free-to-talk-to-him-about-anythingSeperti seorang bapa mengasihani anak-anaknya, begitulah TUHAN mengasihani orang yang menghormati-Nya. | Mazmur 103:13 (TMV)

Saat kita punya anak, apakah kita menunggu anak kita bisa berbicara baru kita mengasihinya? Tidak. Kita mengasihinya pada detik anak itu lahir, bahkan saat belum lahir. Kita mengasihinya saat anak kita hanya bisa nangis dan buang air. Kita punya kasih yang dalam untuknya. Begitu juga dengan Tuhan. Entah kita berdoa atau tidak berdoa atau tidak mampu berdoa, Tuhan tetap menyayangi kita seperti orang tua menyayangi anaknya.

Saat anak-anak kita kecil, kita suka berbicara dengan mereka. Semakin besar, kita tetap tertarik untuk berbicara dengan mereka. Kita penasaran dengan apa yang mereka kerjakan dan apa yang mereka sukai. Kenapa? Karena kita menyayangi mereka. Kita tertarik dengan apapun yang membuat mereka tertarik.

Bicarakan hal-hal yang penting untuk kita, bukan penting untuk-Nya.

Orang tua merindukan momen dimana bisa bercakap-cakap dengan anak mereka. Itulah sebabnya Tuhan merindukan kita untuk bertumbuh sehingga kita bisa belajar berbicara dengan-Nya. Belajar berdoa sama dengan belajar sebuah bahasa. Doa hanyalah bahasa yang lain seperti Inggris, Spanyol, Jepang, dan bahasa lainnya. Kita harus melakukan hal-hal tertentu untuk mempelajarinya.

Doa adalah bahasa spiritual dan kita harus mempelajarinya.

Bagaimana cara mempelajari doa? Pertama kita bisa mendengarkan orang lain. Begitulah cara bayi belajar berbicara. Mereka mendengarkan. Mereka mulai meniru dan mencobanya sendiri. Kemudian mereka melatih diri mereka sampai menjadi lebih baik sampai sebuah kata muncul dan menjadi kalimat dan menjadi sebuah perkataan.

Pada saat kita belajar bicara, kita tidak langsung bisa mengucapkan sebuah kata yang tepat. Tapi orang tua kita bisa mengerti dan mengartikannya. Tuhan bisa mengartikan apa yang kita maksud bahkan di saat kita tidak mengutarakannya dengan baik dan benar. Kenapa? Karena Dia menyayangi kita. Dia tidak menunggu kita untuk dewasa baru menyayangi kita. Itulah gambaran sempurna untuk kita.

Tuhan tidak menunggu kita mencapai tingkat kedewasaan tertentu baru menyayangi kita.

Dia senang dan menunggu untuk kita berbicara dengannya tentang apapun. Tidak ada yang off limit saat kita berbicara pada Tuhan. Jika kita patah hati, kita bisa bicarakan itu dengan Tuhan. Kita bisa bicara tentang nyamuk dan lain sebagainya. Tuhan menyukainya.

Dan kita dapat datang kepada-Nya dengan lebih dekat karena kita memiliki keyakinan bahwa Allah akan mendengar doa kita, jika kita meminta hal-hal yang sesuai dengan kehendak-Nya. Kalau kita tahu bahwa Allah mendengar doa kita, kita juga yakin bahwa Allah telah menjawab doa-doa kita. | 1 Yohanes 5:14-15 (BSD)

big-hands-little-hands

Tuhan selalu mendengar kita entah kita berbicara pada-Nya dalam diam, tenang, atau berisik. Ayat tersebut juga menekankan bahwa kita boleh yakin bahwa Tuhan mendengar kita. Itu berarti kita bisa berdoa tanpa rasa bersalah, malu, ketakutan, keraguan, atau apapun yang bisa mempermalukan kita.

Doa adalah sebuah percakapan, bukan upacara.

Upacara adalah sesuatu yang harus kita lakukan dalam susunan atau aturan tertentu untuk berhasil. Saat kita beajar table manner, kita harus melakukan semuanya dengan benar atau itu tidak akan berarti. Kita harus meletakkan napkin secara benar, mengelap mulut dengan benar, mengambil garam atau lada dengan benar, meminum sup dengan benar, memotong daging dengan benar, meletakkan siku dengan benar, menaruh sendok dan garpu dengan benar saat istirahat atau saat selesai makan, dan lain-lainnya. Jika tidak maka kita akan dianggap tidak berhasil dalam hal itu.

Tapi doa bukanlah seperti itu. Tidak ada apapun yang membuat doa itu tidak benar. Namun dalam doa, kita tidak hanya berbicara. Kita juga mendengarkan.

Jika kita hanya melakukan sebuah monolog dan tidak mendapatkan apapun sebagai jawaban, maka kita punya segala alasan untuk menjadi bosan.

Kita harus bertanya pada Tuhan apa ada yang mau Tuhan beritahu kita? Kita baca firman Tuhan. Kadang Tuhan berbicara dengan impresi. Kadang dia menaruh ide. Kadang Dia tidak bicara. Itu tidak apa. Kita cukup terus melanjutkan hidup kita. Hanya berbicara saja tentu akan membosankan.

Doa adalah sebuah hubungan, bukan ritual.

Semuanya adalah tentang menjadi dekat dengan Tuhan. Kita mengenal Tuhan lebih dekat. Jika kita bosan dengan doa, itu karena kita melewatkan poin dalam berdoa. Kita mendoakan hal-hal yang salah sehingga itu menjadi tugas. Kita merasa kita harus berdoa. Jika tidak berdoa maka akan merasa bersalah.

Kita bisa berbicara dengan Pencipta alam semesta dan Dia ingin mendengarkan kita. Ini adalah kesempatan yang luar biasa.


2. TUHAN MENDENGAR DOA YANG TULUS DAN SEDERHANA

Kita tidak perlu menggunakan bahasa yang puitis. Kita tidak perlu menggunakan frasa yang indah. Kondisi yang diperlukan hanyalah tulus dan sederhana. Kita tidak berdoa dengan, ‘Oh Tuhan Sang Pencipta Maha Agung Nan Besar Tak Terukur dan Tak Terkira Besar Kuasa dan Kasih serta Anugerah yang Berkelimpahan Tiada Habisnya’. Kita tidak perlu terdengar seperti Shakespeare. Tuhan menciptakan semua bahasa jadi kita hanya perlu menggunakan bahasa kita sendiri.

Doa tidak perlu terdengar super rohani. Saat makan kita cukup mengatakan bahwa kita lapar dan terima kasih untuk makanan ini. Tuhan mendengarkan itu. Jika kita sedang tidak merasa baik dan berkata ‘Tuhan, saya sedang tidak ingin bicara dengan-Mu’, itu adalah doa. ‘Tuhan, saya marah pada-Mu’. Itu adalah doa. Tuhan hanya menginginkan kita menjadi jujur dan otentik.

Dalam mazmur kita bisa menemukan keluhan-keluhan. Kita bisa mengeluh pada Tuhan tentang kehidupan kita, pekerjaan kita, dll. Dia mendengarkan semuanya. Pernahkah kita mendengar seseorang membicarakan hal yang sama namun dalam 9 cara yang berbeda? Kita akan merasa sangat lelah dan bosan.

Jika ada teman kita yang mau dioperasi besok, kita cukup berdoa ‘Tuhan, teman saya mau dioperasi besok. Bisakah Kau tolong dia? Bisakah kau bantu para dokternya untuk tidak membuat kesalahan dan membuat pemulihannya berlangsung cepat dan sakit seminimal mungkin? Dalam nama Yesus saya berdoa, amin’. Kita tidak perlu berdoa sampai 20 menit kuliah tentang proses dioperasi atau rumah sakit.

Hal berdoa | Matius 6:5-8

6:5 “Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

6:6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

6:7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.

6:8 Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.

Dalam doa, lebih lama bukan berarti lebih kuat. Langsung saja to the point. Sederhana, jujur, dan otentik. Itulah yang lebih kuat.

246x0w

Sebab itu, marilah kita mendekati Allah dengan hati yang tulus dan iman yang teguh. | Ibrani 10:22 (BIS)


3. TUHAN SUKA MENUNJUKKAN KASIH KARUNIA-NYA DENGAN MENJAWAB DOA

Tidak ada yang lebih murah hati daripada Tuhan.

Semua alam semesta diciptakan Tuhan karena Tuhan murah hati. Dia suka menunjukkan kasih karunia-Nya. Dia suka menunjukkan betap baiknya Dia, betapa murah hatinya Dia, betapa kasihnya Dia.

Walaupun jawabannya adalah tidak atau belum saatnya, Tuhan tetaplah Tuhan yang baik. Apakah ada orang tua yang memberikan anaknya semua yang diinginkan anaknya? Tentu tidak. Itu akan menghancurkan anaknya. Ada banyak alasan kenapa orang tua tidak memberikan semuanya. Kita mungkin tidak mengetahuinya tapi mereka tahu yang terbaik. Kadang Tuhan berkata tidak untuk membenarkan kita, untuk meluruskan kita, untuk menginspeksi kita, untuk membuat kita bertumbuh dalam karakter, dan masih banyak alasan baik lainnya.

Tuhan selalu menjawab doa.

Kita mungkin berkata bahwa Tuhan tidak menjawab kita. Tapi Dia menjawabnya. Dia bisa menjawab tidak. Itu adalah jawaban.

Ketika kita berdoa ada 3 kemungkinan jawaban terhadap doa. Tuhan selalu menjawab semua doa. Jawaban-jawaban itu adalah ya, tidak, dan belum saatnya. Seorang bayi atau anak tidak tahu perbedaan antara tidak dan belum saatnya. Orang dewasa menyadari bahwa penundaan Tuhan bukan berarti penyangkalan dari Tuhan. Orang dewasa berpikir bahwa Tuhan belum memberikan pada kita karena kita belum siap untuk itu. Kita perlu bertumbuh dalam karakter dan belajar percaya bahwa Tuhan akan memberikan sesuatu yang lebih besar dari yang kita inginkan.

Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui. | Yeremia 33:3

god_answers_prayer_2_nu5v

Kadang Tuhan menjawab dalam perspektif yang lebih besar. Kadang saat kita meminta sesuatu, Tuhan mengatakan bahwa kita tidak tahu apa yang kita minta. Bukan itu yang kita inginkan. Tuhan tahu apa yang benar-benar kita inginkan. Kita mau bahagia dan kita berpikir bahwa dengan mendapatkan itu kita akan bahagia tapi Tuhan tahu itu tidak akan membuat kita bahagia.

Saat kita melihat kembali, kita akan bersyukur bahwa kita memiliki doa yang tidak terjawab. Karena jika kita mendapatkan jawabannya, kita akan mendapat celaka.

Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya. | Matius 7:11

Kalian tidak mendapat apa-apa, sebab kalian tidak minta kepada Allah. | Yakobus 4:2 (BIS)

Ketika kita tidak berdoa, banyak hal yang kita lewatkan dalam hidup.

Ketika kita di surga akan ada banyak daftar yang kita lewatkan karena kita tidak memintanya. Tuhan tidak hanya akan langsung memberikannya. Dia mau kita belajar bicara pada-Nya. Dia mau kita belajar bahasa doa. Dia mau kita belajar bertumbuh.


4. TUHAN RINDU UNTUK DEKAT DENGAN KITA

Jika kita jauh dari seseorang yang kita kasihi untuk waktu yang lama, kita tidak tahan untuk bisa bicara dengannya. Tuhan rindu dan sangat ingin kita mendekat padanya. Dia tidak pernah terlalu sibuk untuk kita. Dia tidak pernah offline dan selalu 24 jam online.

Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu. | Yesaya 30:18

Apakah kita tahu itu? Apakah kita tahu bahwa sehari saja kita tidak berdoa atau membaca firman-Nya atau berhubungan dengan Tuhan, Tuhan sangat rindu pada kita? Bagaimana rasanya jika anak kita sendiri tidak bisa atau tidak mau bicara pada kita? Pasti sangat mematahkan hati kita.

Tuhan menciptakan kita untuk sebuah hubungan dengan-Nya. Dia mau kita untuk merasakan kasih-Nya dan mengasihi-Nya kembali. Kita diciptakan untuk belajar mengasihi Dia dan sesama kita.

Alkitab mengatakan bahwa Henokh punya hubungan yang dekat dengan Tuhan. Nuh memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan. Ayub memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan. Raja Hizkia memiliki hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan daripada raja-raja lainnya.

Aku tidak mengingini kurban-kurbanmu; Aku mengingini kasihmu. Aku tidak mengingini persembahan-persembahanmu; yang Kuingini ialah agar kamu mengenal Aku. | Hosea 6:6

godwantsus

Tidak akan ada seorangpun yang bisa menyayangi kita seperti Tuhan menyayangi kita dan Dia mau kita menyayangi-Nya juga.

Aku tidak menyebut kamu lagi hamba… tetapi Aku menyebut kamu sahabat… | Yohanes 15:15

Semua adalah tentang hubungan, bukan tentang ritual, agama, ataupun aturan. Tuhan menyebut kita sahabat-Nya. Ini adalah tentang persahabatan. Kita dibentuk untuk persahabatan dengan Tuhan. Jika kita melewatkan itu maka kita melewatkan tujuan hidup kita. Karena kita tidak diciptakan untuk menghasilkan uang dan meninggal, tapi untuk memiliki hubungan yang kekal bersama Tuhan.

Tidak ada yang lebih penting dalam hidup kita daripada kita memiliki hubungan dan persekutuan dengan Tuhan. Kenalilah Tuhan kita secara pribadi. Jadilah sahabat baik-Nya. Rasakan kasih-Nya. Dengarkan suara-Nya.

Tuhan mau kita mengenal-Nya. Jangan lewatkan pertemuan komunitas. Jangan lewatkan ibadah. Baca renungan. Pelajari firman-Nya. Persiapkan diri kita untuk hubungan yang dekat dengan Tuhan.

Bagaimana menjadi dekat dengan Tuhan? Dengan menginginkannya dan buat waktu untuk itu.

Jika kita menjauh dari Tuhan, siapa yang salah? Tuhan tidak pernah menjauh dari kita.

Persahabatan dengan Allah disediakan bagi orang-orang yang menghormati Dia. Hanya kepada mereka Ia memberitahukan rahasia janji-janji-Nya. | Mazmur 25:14 (FAYH)

Tuhan membagikan rahasia kepada kita saat kita menghabiskan waktu dengan-Nya.

flat800x800070f-u6

Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. | Yakobus 4:8

Semakin dekat kita pada Tuhan, kita akan semakin tidak stress dan bahagia.

Kita perlu menjadi dekat Tuhan. Kita perlu mengenal-Nya. Dia menunggu kita untuk berbicara pada-Nya. Dia rindu kita mendekat pada-Nya.


Kalian tidak mendapat apa-apa, sebab kalian tidak minta kepada Allah. | Yakobus 4:2 (BIS)

One thought on “Panduan Berdoa”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *