Dalam menjalani kehidupan ini tentunya akan sangat sering kita menjumpai kegagalan. Kesulitan akan mendatangi kita. Keadaan finansial yang sulit, hubungan yang sulit, dan masalah-masalah yang sulit akan menjumpai kita di tengah perjalanan. Pada saat itu, jika kita tidak kuat maka kita akan jatuh dan hancur. Banyak juga orang yang pada akhirnya meninggalkan iman mereka.

Oleh karena itu kita perlu menyiapkan diri kita sehingga saat kita menghadapi kesulitan, kita tetap akan bertahan. Kita tetap kuat dan kokoh. Dasar kita teguh. Kita perlu selalu berjaga-jaga dan waspada. Sebelumnya kita harus mengenali dulu alasan kenapa banyak orang gagal dan tidak berjaga-jaga.


1. TERLALU PERCAYA DIRI

Kita terlalu nyaman dengan keadaan kita sekarang. Semua menjadi sebuah rutinitas. Kita beribadah dan melayani hanya karena sebuah rutinitas. Iman kita tidak diuji. Kita terlalu terlena sehingga saat badai datang, kita kaget dan menyerah dengan cepat.

Banyak orang gagal berjaga-jaga pada saat mereka berada di zona nyaman, pada saat tidak ada masalah. Kita merasa mampu dan hebat. Kita lupa mengandalkan Tuhan.

Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh! | 1 Kor 10:12

a

Kesulitan datang justru untuk menguji kita. Orang-orang yang tidak menyenangkan datang ke dalam hidup kita supaya kita bisa belajar mengasihi mereka. Kita membentuk karakter kita pada saat ada kesulitan, bukan pada saat ada kenyamanan.

Jadi ketika kita diperhadapkan dengan masalah, jangan anggap itu sebagai sebuah hukuman. Tapi anggap itu sebagai sebuah kesempatan untuk bsia bertumbuh, untuk berjaga-jaga dan waspada.

Kita ini tidak sedang berada di sebuah tempat yang nyaman, tapi kita dalam sebuah peperangan. Musuh siap menyerang kapan saja dan jika kita terlalu nyaman sehingga tidak berjaga-jaga serta waspada maka kita akan dihabisi dengan sangat mudah.

Miliki juga orang-orang di sekitar kita yang siap bergantian menjaga kita, yang mendukung kita dalam doa, dan yang tidak menyerah dengan kita. Untuk memiliki orang-orang seperti ini tentunya dibutuhkan pengorbanan terlebih dahulu dari kita. Hubungan tidak akan terbentuk begitu saja. Perlu waktu, tenaga, dan tidak jarang uang.


2. KURANG PENGENALAN AKAN TUHAN

Banyak orang yang menyerah pada saat mengalami kesulitan dan kegagalan karena mereka mengandalkan kekuatan mereka sendiri. Mereka tidak mengenal Tuhan mereka secara benar.

Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu. | Hosea 4:6

Ketika masalah datang, kita menjauhi ibadah dan keluarga rohani kita. Kita semakin mundur dari kegiatan rohani. Kita hanya mengandalkan doa dan Tuhan pada saat tidak ada jalan. Itu adalah tanda bahwa kita tidak mengenal Tuhan. Orang yang mengenal Tuhan justru akan mencari Tuhan pada saat menghadapi masalah. Kenapa? Karena hanya Tuhanlah yang memiliki gambaran besar atas keadaan dan hidup kita. Tuhan Maha Tahu dan Dia mengerjakan segala yang baik untuk kita.

pulling_rock

Miris sekali begitu banyak orang dengan masalah finansial yang tidak datang kepada Tuhan. Mereka pusing memikirkan berkat yang datang darimana alih-alih datang dan meminta langsung kepada sumber berkatnya sendiri. Seseorang yang mengenal Tuhan akan mengklaim janji Tuhan. Dia yang akan menambahkan ketika kita mau mencari Dia dan kebenaran-Nya.

Jika kita sudah kenal Tuhan, kita akan semakin mengejar Tuhan. Jika kita tahu berapa Tuhan mengasihi kita, kita tidak akan pernah berhenti untuk mengasihi-Nya. Kita mau berhubungan dengannya. Kita akan rajin datang ke pertemuan-pertemuan ibadah. Ibadah tidak akan membuat rugi, tapi membuat untung.

Dimana kita bisa semakin mengenal Tuhan? Salah satunya adalah dengan terlibat aktif dalam grup kecil. Di situ kita dimuridkan. Kita mengalami pertumbuhan. Kita belajar mengasihi dan melayani. Karakter kita dibentuk.

Kita sudah menyiapkan diri kita terlebih dahulu sehingga saat gagal kita tetap kuat karena kita mengenal Tuhan. Ironis sekali banyak orang yang berpenampilan rohani tapi pada akhirnya malah menyerah terhadap kegagalan. Mereka terlihat begitu berkarunia tapi ketika keadaan menjadi sulit, mereka hancur. Jangan sampai sudah berkarunia, tapi tidak berkarakter.

Seseorang yang mengenal Tuhan juga akan menjadi teladan, menjadi berkualitas. Perlakukan orang lain seperti kita memperlakukan diri sendiri.


Bagaimana supaya bisa tetap berjaga-jaga dan waspada?

Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa. | 1 Petrus‬ ‭4:7‬

Kuasai diri dan menjadi tenang. Itulah kuncinya. Jaman sekarang akan sangat mudah untuk mendapatkan kebahagiaan semu di luar sana. Godaan-godaan yang menjerumuskan kita ada dimana-mana dan mudah kiat dapatkan. Kita perlu penguasaan diri.

Begitu pula dengan ketenangan. Jangan bergerak terlalu cepat dalam hidup ini. Kita bekerja dan bekerja tapi kita lupa duduk diam di bawah kaki Tuhan untuk mengenal pribadi-Nya. Tetap bertumbuh terus dalam komunitas yang ada. Kita semua diciptakan untuk menjadi seorang pemenang dan seorang pemenang akan terus melatih diri mereka dan dekat dengan Tuhan yang akan membawa kita dari kemenangan kepada kemenangan.

Be blessed!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *