Mau menjadi seorang ahli di suatu bidang? Mau membangun sebuah kebiasaan baik? Mau membaca buku sampai selesai? Mau menulis sebuah buku secara konsisten? Mau menjadi seorang content creator yang berdampak (baik, tentunya)? Mau memiliki tubuh ideal?

Banyak kita memimpikan semua itu, tapi pada kenyataannya kenapa sulit sekali untuk bergerak dari kasur dan berolahraga. Sulit rasanya untuk berhenti dialihkan oleh iklan-iklan di media sosial sehingga uang yang seharusnya ditabung malah terus beterbangan untuk membeli barang.

Kita boleh membuat sebuah tujuan. kita boleh membuat sebuah rencana. Tapi jika kita tidak membuatnya mudah dalam melakukannya, maka kita tidak akan terus menunda-nunda.

Pada dasarnya kita suka melakukan segala sesuatu yang mudah. Menonton TV, menikmati snack, tidur-tiduran, mengecek media sosial, bermain game, dan kebiasaan-kebiasan buruk lainnya biasanya adalah sesuatu yang dilakukan dengan mudah. Kita mendapat kenyamanan saat melakukannya. Kita tidak perlu memaksa diri untuk melakukannya.

Tapi kebiasaan baik yang membawa kita kepada tujuan biasanya adalah sesuatu yang sulit. Harus bangun pagi, berolahraga ,enolak makanan enak, menyisihkan uang, dan lainnya. Oleh karena itu kita harus membalikkan keadaan. Kita harus membuat kebiasaan baik dilakukan dengan mudah dan kebiasaan buruk dilakukan dengan sulit.

Buku ‘Atomic Habits’ memberikan sebuah cara praktis untuk membuatnya mudah yaitu dengan peraturan 2 menit.

When you start a new habit, it should take less than two minutes to do.

Saat memulai sebuah kebiasaan baru, lakukan ini maksimal 2 menit saja. Daripada membaca sebelum tidur, bacalah 1 halaman. Daripada melakukan 30 menit kardio, ikatlah tali sepatu. Daripada belajar, bukalah catatan atau buku pelajaran. Daripada menulis buku, tulislah 1 halaman.

Intinya adalah membuat kebiasaan itu semudah mungkin untuk dilakukan.

Kita harus fokus kepada frekuensi, bukan kepada lamanya kita melakukannya.

Itulah kesalahan saya saat membiasakan diri berlari di pagi hari. Saya ingin berlari sejauh 5 km setiap harinya. Tapi pada akhirnya saya menyerah dan sekarang ajdi malas berlari. Sekarang saya sedang kembali membiasakan diri berlari setiap pagi walau hanya 1 sampai 2 km, tapi tetap saya lakukan karena frekuensi lebih penting daripada lamanya saat di awal.

Semakin sering kita melakukannya, semakin kita terbiasa melakukannya. Identitas kita pun terbentuk.

Jika kita datang ke tempat gym setiap hari walau hanya untuk berolahraga selama 5 menit, kita mulai terbiasa dengan identitas kita sebagai seseorang yang berolahraga. Saat menambahkan sayuran dalam makanan kita, kita terbiasa sebagai seseorang dengan gaya hidup lebih sehat. Perlahan-lahan kita mengiyakan identitas kita itu dan kita akan melakukannya secara otomatis. Waktu melakukannya pun mulai bertambah.

Mulailah terlebih dahulu setiap hari. Saat kita membuatnya mudah di awal, maka sisanya akan mengikuti. Tanpa kita sadari, kita sudah tidak menunda-nunda. Kita sudah menikmati makanan sehat. Kita sudah berlari 10 km setiap hari. Kita sudah menulis sebuah buku. Kita sudah membuat banyak konten.

Peraturan 2 menit ini adalah trigger yang akan membuat kebiasaan-kebiasaan baik kita terbentuk. Dengan membuatnya semudah mungkin di awal, maka kita akan bisa berhasil membangun kebiasaan-kebiasaan baik yang diinginkan.

Kebalikannya, buatlah kebiasaan buruk kita itu sulit dilakukan.

Jika suka menonton TV berlebihan, taruhlah remote TV di dalam lemari, kunci, dan taruh kunci itu di lantai lain. Atau lebih ekstrim lagi, pindahkan TV itu. Saat bekerja, jauhkan handphone dari kita. Block website media sosial di komputer kita. Jangan bekerja di kamar, bagi saya pribadi ini sangat berhasil setelah saya memindahkan semua laptop dan kamera ke kamar khusus yang saya namakan CREATIVE ROOM.

Kebiasaan baik apa yang sedang mau kalian bangun dan dengan aplikasi 2 menit ini, kira-kira apa yang bisa dilakukan?

Be blessed!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *